Kontroversi Kartu Merah di Liga Italia: Juventus Marah, Cristian Chivu Beri Pembelaan
Suci BangunDS February 15, 2026 09:30 AM

TRIBUNNEWS.COM - Akhir laga Inter Milan vs Juventus berakhir dengan kontroversi kartu merah yang didapat oleh Pierre Kalulu, Minggu (15/2/2026).

Cristian Chivu mengakui bahwa catatan buruk Inter dalam pertandingan besar menjadi beban bagi pemainnya saat menang susah payah 3-2 atas Juventus.

Namun, ia membantah Alessandro Bastoni berpura-pura jatuh agar Pierre Kalulu dikartu merah.

Andrea Cambiaso secara aneh mencetak gol di kedua gawang, sehingga skor menjadi 1-1 sebelum kartu merah Pierre Kalulu yang kontroversial.

Kemudian, gol sundulan Francesco Pio Esposito dibalas oleh Manuel Locatelli.

Pertandingan akhirnya ditentukan oleh tendangan Piotr Zielinski yang mengecoh Michele Di Gregorio karena bola melewati celah kaki Locatelli, sehingga skor berakhir 3-2.

Kemarahan Juventus

Juventus sangat marah atas kepemimpinan wasit yang dianggap tidak dapat diterima dan memalukan terkait kartu merah Kalulu.

Hal ini membuat Spalletti menolak berbicara kepada media dan justru mengutus direktur Giorgio Chiellini serta Damien Comolli.

Baca juga: Drama Gila 90 Menit di San Siro: Inter Milan yang Tak Kenal Lelah, Juventus Kehabisan Cara

"Sulit untuk membicarakan sepak bola setelah apa yang terjadi hari ini. Sesuatu yang tidak dapat diterima telah terjadi lagi, dan Anda tidak boleh merusak pertandingan sepenting ini," kata Giorgio Chellini selaku Director of Football Strategy, dilansir Juventus.

"Ini adalah pertunjukan yang kami sajikan untuk dunia, kita perlu segera mengubah sesuatu tanpa membuang waktu, seperti yang sering terjadi dalam sepak bola Italia."

"Sejak awal tahun, kami telah mengatakan bahwa tidak ada struktur yang memadai untuk liga ini. Kita tidak bisa terus seperti ini. Keputusan seperti yang dibuat malam ini tidak bisa dianggap remeh.

Kekesalan yang sama juga diungkap oleh sang CEO, Damien Comolli, yang menilai bahwa ini sesuatu yang memalukan bagi sepak bola Italia.

Dia juga mengungkapkan bahwa pemain dan pelatih Juventus begitu frustasi dengan hasil minor yang mereka dapatkan.

"Apa yang terjadi hari ini sangat memalukan. Ini adalah sesuatu yang telah dilihat di seluruh dunia. Hal ini tidak boleh terjadi lagi, dan apa yang terjadi malam ini hanyalah yang terbaru dari banyak hal yang telah terjadi musim ini," ujar sang CEO.

"Sulit untuk menerima ketidakadilan seperti ini. Kita tidak bisa membicarakan sepak bola hari ini. Pelatih dan para pemain sangat frustrasi setelah apa yang terjadi malam ini. Ini benar-benar tidak dapat diterima.'

"Kami kehilangan tiga poin, tetapi sepak bola Italia kehilangan jauh lebih banyak. Pesan ini, yang utama dan terutama, adalah untuk para penggemar kami. Di Juventus, kami bersatu untuk melawan ketidakadilan dan kami tidak akan menyerah."

Pembelaan Chivu

Chivu dikenal selalu berusaha menghindari pembahasan tentang wasit dalam situasi apa pun, tetapi kejadian ini sangat sulit untuk diabaikan.

Bagi sang juru taktik, terdapat sentuhan ringan yang terjadi. Dia juga turut menceritakan soal pengalamannya mengalami hal itu di Liga Champions.

"Saya pikir itu sentuhan yang ringan, tapi tetap saja ada sentuhan. Saat saya menghadapi situasi serupa di Liga Champions, saya memberi tahu pemain saya untuk tidak menempatkan diri mereka dalam situasi yang memaksa wasit mengambil keputusan,” ujar sang pelatih," terang Chivu mengutip Football Italia.

lihat foto
PELATIH INTER - Cristian Chivu memimpin sesi latihan Inter Milan jelang pertandingan Piala Dunia Antarklub 2025. (Foto diambil dari website resmi pada Selasa (17 Juni 2025).

Ia tentu saja merujuk pada penalti yang sangat meragukan namun menentukan yang diberikan kepada Liverpool saat mereka menang atas Inter.

"Meskipun ringan, dan kita harus mengakui itu sentuhan ringan, pemain saya tetap merasakan sentuhan itu dan sedang berlari dengan kecepatan penuh."

"Kalulu adalah pemain berpengalaman dan dia seharusnya tahu bahwa dalam situasi seperti ini, tangan Anda jangan menyentuh lawan," tegasnya.

Pelatih asal Rumania itu dulunya adalah seorang bek, jadi bagaimana ia akan bereaksi jujur jika kartu merah itu diberikan kepadanya di lapangan?

"Jika saya sudah mendapat kartu kuning, saya tidak akan menaruh tangan saya pada lawan, terutama saat serangan balik ketika saya sudah didahului oleh lawan," tegas Chivu.

Inter berada di puncak klasemen Serie A meskipun belum berhasil memenangi satu pun pertandingan langsung melawan rival besar.

Dari catatan tersebut, sang pelatih mengakui sepenuhnya bahwa statistik melawan Inter kali ini memengaruhi psikologi mereka.

"Saya berharap pertandingan malam ini menjadi titik balik bagi hambatan mental dan bahkan fisik yang dimiliki tim ini.," jelasnnya.

"Saya tidak menyukai performanya, kami tidak memiliki tenaga atau ketajaman untuk melakukan apa yang telah kami siapkan atau memainkan gaya sepak bola kami," demikian, Chivu.

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.