Dua WNA Asal Austria Turut Meriahkan Fun Tournament Tenis Meja HPN PWI NTT Tahun 2026
Apolonia Matilde February 15, 2026 10:19 AM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi 

 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Fun Tournament Tenis Meja yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 14 Februari 2026, diramaikan oleh dua orang warga negara asing (WNA). 

Kedua WNA ini melihat baliho turnamen yang dipasang di depan kantor PWI NTT lalu memutuskan masuk.

Dr. Stefan, salah satu WNA yang ternyata juga adalah seorang jurnalis ikut meramaikan pertandingan ekshibisi melawan salah satu anggota Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Kupang.

Pertandingan cukup sengit karena keduanya sangat jago mengayun bet dan memukul bola. Sementara sang istri tampak memberikan semangat sembari merekam suasana di lokasi. 

Melalui penerjemah, Ani Toda, Dr. Stefan mengatakan, secara pribadi dia dan istrinya memang tertarik dengan olahraga tenis meja dan di negara asalnya, Austria dia cukup sering bermain tenis. 

Keduanya mengakui, awalnya hanya tertarik melihat ada yang bermain tenis di kantor PWI NTT dan berniat nonton sebentar saja tetapi ternyata ternyata lumayan lama dan Dr. Stefan malah ikut bertanding. 

Dr. Stefan yang adalah seorang jurnalis di Viena dan saat ini menjadi dosen terbang di Surabaya tepatnya di Universitas Airlangga, sebagai pengajar budaya dan baru lima minggu berada di Indonesia. 

Mereka (Dr. Stefan) begitu mengapresiasi fun turnamen tenis meja PWI ini menurut dia jarang ada komunitas jurnalis yang menggelar event event olahraga yang cukup besar dan meriah seperti yang digelar PWI NTT kali ini.

Dia juga berterima kasih pada Ketua PWI NTT, Ferry Jahang karena memberikan kesempatan baginya untuk bermain dua set melawan salah satu anggota PTMSI Kota Kupang dalam fun turnamen tenis meja PWI NTT.

Meskipun kalah dalam pertandingan tetapi permainan yang berlangsung cukup sengit dan dia sangat senang bisa bermain.

"Dia bilang nanti kalau kembali ke Austria dia mau kasih tahu teman-temannya soal event olahraga yang digelar PWI NTT, dan tentang orang - orang PWI NTT yang sangat ramah dan menerima mereka dengan baik meskipun kedatangan mereka tiba-tiba / mendadak," kata penerjemah, Ani. 

"Mereka ( Dr. Stefan) juga senang bisa mencoba salah satu pangan lokal yaitu pisang rebus, pertama kalinya dia dan istrinya makan pisang rebus yang rasanya manis sekali," tandasnya. (uzu)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.