Prabowo Tak Nyapres di 2029? Said Didu Sebut Tak Happy dengan Gibran: Kalau Ada Acara di Belakang
ninda iswara February 15, 2026 11:06 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Dinamika politik menuju 2029 mulai menunjukkan arah yang menarik.

Di tengah berbagai manuver partai, mantan Sekretaris Kementerian BUMN RI, Muhammad Said Didu, melontarkan pandangan yang cukup tajam.

Ia menilai Presiden RI, Prabowo Subianto, terkesan belum sepenuhnya puas dengan pendampingnya saat ini, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Pernyataan tersebut muncul ketika Said Didu membahas peluang Prabowo kembali maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Isu dua periode bagi Prabowo bukan lagi sekadar wacana, melainkan mulai diperkuat oleh sikap terbuka sejumlah partai politik.

Dukungan terang-terangan datang dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Dari PAN, sinyal itu disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno, serta ditegaskan oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

Baca juga: Ramai Parpol Serukan Prabowo 2 Periode Tapi Tak Sepaket dengan Gibran, Ini Alasan Wapres Ditendang

Keduanya memastikan bahwa PAN siap mendukung Prabowo kembali maju pada 2029.

Bahkan, berkembang pula sinyal politik yang cukup kuat: PAN disebut-sebut mendorong Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Prabowo.

Meski demikian, prioritas utama PAN tetap pada dukungan terhadap Prabowo sebagai calon presiden (capres).

Sikap ini mengemuka pada awal Februari 2026, dengan alasan konsistensi dukungan sejak awal serta penilaian positif terhadap kinerja pemerintahan saat ini.

Dari kubu PKB, dukungan tak kalah tegas. Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, yang dikenal sebagai Cak Imin, bersama jajaran pengurus seperti Daniel Johan dan Syaiful Huda, menyampaikan dukungan agar Prabowo melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode, termasuk pada Pilpres 2029.

Dukungan tersebut bahkan disampaikan langsung di Istana. PKB menilai kinerja Prabowo memuaskan dan sejalan dengan visi perjuangan partai.

Meski demikian, hingga kini PKB belum secara resmi membahas atau menetapkan nama calon wakil presiden yang akan diusung.

Namun, di ruang publik mulai beredar wacana yang menyebut Cak Imin berpeluang menjadi kandidat cawapres.

Dengan peta dukungan yang mulai terbentuk, kontestasi menuju 2029 tampaknya sudah dipanaskan lebih awal.

Pernyataan Said Didu pun menjadi bumbu tambahan dalam membaca arah relasi politik dan kemungkinan konfigurasi pasangan calon di masa mendatang.

Sementara, Partai Golkar (Golongan Karya) sudah mencetuskan adanya koalisi permanen, sebagaimana yang terbaru disampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Muhammad Sarmuji, dalam acara tasyakuran peringatan HUT ke-58 Fraksi Partai Golkar DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

"Seluruh kebijakan Fraksi Partai Golkar harus mendukung astacita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kita sudah membangun satu koalisi dan kita mendorong sebenarnya agar terjadi koalisi permanen," kata Sarmuji. 

Said Didu: Prabowo Tak Kepikiran Maju Pilpres 2029, tetapi Tak Happy dengan Gibran

Said Didu mengungkap, Prabowo terkesan saat ini belum terpikir untuk maju ke Pilpres 2029, meski sudah ada kode-kode partai politik untuk memberikan dukungan dua periode.

Pria kelahiran Pinrang, Sulawesi Selatan, 2 Mei 1962 itu menilai, hal tersebut terlihat dari pernyataan Prabowo yang mengaku tidak berpikir untuk Pilpres selanjutnya dan saat ini lebih berfokus bekerja demi masyarakat Indonesia.

"Saya nangkap dari sini, sepertinya dia [Prabowo] tidak suka membahas-bahas tentang 2029 dengan pernyataan, 'Saya tidak, saya akan bekerja penuh untuk rakyat dan saya tidak berpikir untuk selanjutnya, dan kalau saya gagal dan rakyat merasa saya salah, maka saya bersedia mendapat hukuman dari rakyat,'" tutur Said Didu, menirukan ucapan Prabowo soal Pilpres 2029, dalam podcast atau siniar yang diunggah di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Sabtu (14/2/2026).

"Jadi, [Prabowo] tidak ada pikiran sama sekali untuk untuk maju."

Meski begitu, Said Didu menilai, Prabowo justru lebih terlihat tidak terlalu puas dengan Gibran, putra sulung Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang mendampinginya sebagai RI2.

Apalagi, Gibran dianggap tidak terlalu dilibatkan oleh Prabowo.

Said Didu mencontohkan momen ketika Gibran berjalan di belakang Prabowo dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat peringatan Hari Lahir Pancasila 2025.

Kala itu, Prabowo dan Megawati tampak berjalan berdampingan ketika memasuki lokasi upacara di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (2/6/2025), sedangkan Gibran mengekor di belakang mereka.

"Tapi begini terkait dengan saya melihat, saya melihat ininya bahwa memang kelihatannya Pak Prabowo tidak terlalu happy dengan pasangan sekarang ini, gitu kan?" kata Said.

"Dari fakta politik kan enggak pernah diajak, kalau ada acara di belakang."

Baca juga: Prabowo Siap Mati di Jalan Kebenaran dengan Perjuangkan Program MBG: Kehormatan Seorang Prajurit!

PIDATO PRESIDEN PRABOWO - Presiden Prabowo Subianto berpidato di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Senin (2/2/2026). Ia pun sempat menyentil pihak yang nyinyir soal sawit.
PIDATO PRESIDEN PRABOWO - Presiden Prabowo Subianto berpidato di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Senin (2/2/2026). Ia pun sempat menyentil pihak yang nyinyir soal sawit. (YouTube Sekretariat Presiden)

Said Didu: Prabowo Berada di antara Dua Kubu Politik

Kemudian, Said Didu juga menilai, Prabowo tengah berada di antara dua kubu politik; partai-partai yang mendukung dirinya tanpa menyertakan nama Gibran, sedangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) masih ingin Prabowo membawa Gibran ke arena Pilpres 2029.

Ia menilai Prabowo yang tidak merespon kode dari Jokowi yang sebelumnya telah meminta PSI untuk medukung Prabowo-Gibran dua periode juga bisa menjadi indikasi bahwa Mantan Menteri Pertahanan RI itu tidak terlalu puas dengan kinerja suami Selvi Ananda.

"Tapi harus kita lihat. Awalnya Ketua Harian PSI Ahmad Ali kan menyatakan kan saingan yang akan maju presiden adalah Gibran, tetapi sehari kemudian kan langsung dikoreksi, bahwa tidak demikian," jelas Said Didu.

"Nah, keluar [pernyataan] Joko Widodo bahwa memerintahkan PSI mencalonkan Prabowo dan Gibran dua periode. Nah, artinya ini ada keinginan bahwa Prabowo harus [menggandeng Gibran], dan Prabowo tidak pernah merespon itu."

"Jadi maksud saya begini, sekarang ini ada dua kubu politik, dan sepertinya Pak Prabowo, kalau saya membaca, dia tidak happy dengan pasangan sekarang gitu karena dia tidak terbantu sama sekali.

"Tapi Pak Jokowi, dengan partai dengan dinastinya, sangat berkepentingan agar Prabowo masih mengajak anaknya."

(TribunTrends/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.