TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Reses Anggota DPRD Riau Sumardany Sirnata di Kelurahan Kulim Pekanbaru Sabtu (14/2/2026), mendapatkan keluhan dari warga banyaknya aktivitas lobang berjalan atau pekerja seks komersial (PSK) di wilayah mereka.
Kelurahan Kulim merupakan kelurahan paling ujung di Pekanbaru, berbatasan langsung dengan Pelalawan dan wilayah Siak.
Di daerah perbatasan ini dikenal satu tempat yang banyak aktivitas PSK yakni Maredan, yang sampai saat ini masih beraktivitas.
Baca juga: DPRD Riau Minta Segera Ditetapkan Status Siaga Darurat Karhutla Untuk Upaya Pencegahan
Tidak hanya di Maredan, namun di pinggir jalan lintas timur itu juga banyak aktivitas PSK yang bermodus tempat pijat tradisional dan warung remang-remang di pinggir jalan.
Keluhan ini disampaikan seorang warga bernama Suyanto, langsung disampaikan kepada anggota DPRD dapil Pekanbaru dari Demokrat itu.
"Jalan Maredan itu disana pak Alhamdulillah mulai jalan berhenti sampai jalan berlobang banyak pak ini kita perlu solusi pak,"ujar Suyanto menyampaikan persoalan di daerahnya.
Ia meminta, jangan sampai itu menjadi malapetaka bagi warga Kulim dan Pekanbaru umumnya, karena menurut Suyanto, salahsatu yang mendatangkan malapetaka itu adalah keberadaan lobang berjalan atau PSK itu.
"Kalau jalan berlobang ditabrak kecelakaan bisa mati, ini yang hidup bisa mati, dan yang mati bisa hidup, itu solusinya kami meminta ditertibkan pak,"ujar Suyanto.
Suyanto meminta tegas, selain perbaikan jalan berlobang di lintas timur tersebut, terutama jalur arah Maredan, pihaknya meminta sesegera mungkin menertibkan lobang berjalan itu.
"Perbaiki jalan berlobang dan kami minta penertiban lobang berjalan itu,"tegas Suyanto.
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Anggota DPRD Riau Sumardany mengaku untuk jalur jalan diupayakan untuk perbaikan jelang lebaran, termasuk jalan milik Provinsi dan nasional biasanya.
"Untuk lobang berjalan, dengan saya turun ke masyarakat inilah saya jadi tahu persoalannya, kalau saya tidak reses nggak tau saya itu pak, terima kasih infonya dan akan disampaikan untuk ditertibkan,"tegas Sumardany.
Selain keluhan soal jalan berlobang dan lobang berjalan, pada reses di Kelurahan Kulim ini juga warga diberikan secarik kertas untuk menuliskan aspirasinya masing-masing dan dikumpulkan tim Sumardany yang nantinya akan disampaikan sebagai hasil reses.
(tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)