WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Artificial Intelligence (AI) jadi sebuah teknologi baru yang digemari oleh masyarakat, bahkan sampai menimbulkan pro kontra di industri kreatif Indonesia.
Bahkan pelaku industri kreatif kebanyakan menjadikan AI, sebagai ancaman karena orang akan dengan mudah membuat kreatifitas dibantu dengan teknologi yang mutakhir.
Dua pelaku industri kreatif Indonesia, Atta Halilintar dan Anang Hermansyah angkat bicara tentang kehadiran AI, dalam panggung hiburan Indonesia.
Atta Halilintar menegaskan kalau AI bukan sesuatu yang harus dihindari dan dimusuhi, pada perjalanan industri kreatif Indonesia.
"AI itu bukan sesuatu yang berbahaya. Justru ini adalah tools yang bisa membantu kreator bekerja lebih cepat, lebih efisien, dan lebih kreatif," kata Atta Halilintar ketika ditemui dalam acara diskusi 'SocAI bersama FYC Group', yang digelar di Alam Sutera, Tangerang, Banten, Jumat (13/2/2026).
"Kreatifitas tetap datang dari manusia, AI hanya membantu memperkuat dan memaksimalkan potensi kita," sambung pria berusia 31 tahun ini.
Baca juga: Balita 2,5 Tahun Dianiaya oleh Pacar Ibunya, Bupati Karawang Geram: Proses Hukum Harus Berjalan
Menurut suami Aurel Hermansyah ini, masyarakat harus bisa adaptasi dengan kemajuan teknologi. Mengenal AI justru jadi kunci agar bisa bersaing dengan para kompetitor.
"Menurut saya, kalau AI ini bisa digunakan dengan bijak, justru dapat membuka peluang baru dalam monetisasi dan perluasan jangkauan," ucap Atta Halilintar.
Sementara itu, Anang Hermansyah sepakat dengan pernyataan menantunya, Atta Halilingar. Ia merasa perkembangan teknologi harus disikapi dengan kesiapan dan pola pikir yang terbuka.
"Jadi SocAI dan FYC Group ingin membangun pemahaman bahwa AI adalah mitra kolaboratif dalam industri kreatif, bukan pengganti manusia," ujar Anang Hermansyah.
"AI ini penting agar transformasi digital dapat berjalan secara positif dan produktif," sambungnya. (Ari).