Pasar Murah Ringankan Beban Warga di Natuna, Tekan Harga dan Ketersediaan Sembako Jelang Ramadan
Mairi Nandarson February 15, 2026 11:36 AM

 

TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Alun-Alun Pantai Piwang, Ranai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), kembali mendadak dipadati masyarakat, Sabtu (14/2/2026) pagi.

Ratusan warga, didominasi ibu-ibu rumah tangga itu rela berdesakan di depan tenda pasar murah sambil menggenggam uang dan kantong belanja.

Pemkab Natuna gelar Pasar Murah Jelang Ramadan

Pasar murah ini kembali digelar Pemerintah Kabupaten Natuna, sebagai langkah menjaga stabilisasi harga dan ketersediaan bahan pokok masyarakat menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.

Dari pantauan tribunbatam.id, pasar murah di buka langsung Wakil Bupati Natuna Jarmin, dan dihadiri Kapolres Natuna, jajaran Disperindagkopum, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), serta Perum Bulog.

Saat dimulai, para pembeli saling mengulurkan tangan ke arah meja penjualan demi mendapatkan bahan pokok dengan harga di bawah pasaran itu.

Tumpukan karung beras, minyak goreng kemasan, gula, tepung, hingga telur jadi incaran utama.

PASAR MURAH - Ratusan warga saat menyerbu pasar murah kebutuhan pokok yang di gelar Pemkab Natuna, di Alun-alun Pantai Piwang, Ranai, Sabtu (14/2/2026).
PASAR MURAH - Ratusan warga saat menyerbu pasar murah kebutuhan pokok yang di gelar Pemkab Natuna, di Alun-alun Pantai Piwang, Ranai, Sabtu (14/2/2026). (Birri Fikruddin/TribunBatam.id/Birri Fikrudin)

Wakil Bupati Jarmin turun saat gelar Pasar Murah

Petugas tampak sigap melayani, bahkan Wabup Jarmin ikut turun tangan.

Warga rela himpit-himpitan demi sembako murah untuk kebutuhan menjelang Ramadan.

Wakil Bupati Jarmin menegaskan, pasar murah merupakan langkah antisipasi pemerintah daerah menghadapi lonjakan permintaan menjelang Ramadan.

“Pemerintah berupaya memastikan pasokan aman dan harga tetap stabil agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Melalui sinergi Disperindagkopum, DKPP dan Bulog, berbagai komoditas pokok dijual jauh lebih murah, seperti beras SPHP, minyak goreng, gula, tepung, telur, cabai, bawang merah, bawang putih hingga produk hasil pertanian lokal.

Beberapa komoditas bahkan memiliki selisih harga hingga Rp5 ribu di bawah harga pasar.

Antusiasme warga itu tak lepas dari tekanan kebutuhan ekonomi rumah tangga, terutama bagi pelaku usaha kecil.

Warga bersyukur dan merasa terbantu dapat beli sembako murah

Fatimah (53), pedagang kue warga Ranai, mengaku sangat terbantu dengan program tersebut.

“Alhamdulillah walaupun cuma dapat tiga kilo, saya ambil minyak dua liter dua bungkus sama gula, telur, tepung. Ini sangat membantu karena saya jualan kue,” ujarnya.

Menurut Fatimah, selisih harga sekecil apa pun sangat berpengaruh pada modal usahanya.

“Minyak di sini Rp32 ribu, di toko bisa Rp36 ribu. Bagi kami yang jualan, selisih dua ribu saja sudah terasa,” katanya.

Hal senada disampaikan Evi, warga lainnya yang berharap pasar murah dapat digelar rutin.

“Semoga sering diadakan supaya harga di pasar tetap normal dan terjangkau,” singkatnya.

Pemerintah berharap kegiatan ini tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga mampu menekan lonjakan harga serta menjaga kelancaran distribusi bahan pokok selama Ramadan.

( tribunbatam.id/birrifikrudin )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.