TRIBUNWOW.COM - Klub Liga 4 Indonesia PSIR Rembang bak tak punya malu atas dosa-dosanya.
PSIR Rembang tak layak naik kasta ke Liga 3 setelah dosanya kali ini mendapatkan peringatan keras dari Komdis PSSI Jawa Tengah.
Apa saja dosa yang diperbuat PSIR Rembang selama berlaga di Liga 4 Indonesia?
Baca juga: Detik-detik Kericuhan PSIR Vs Persak: Wasit Lisensi FIFA Diperlakukan Tak Senonoh, Diinjak & DIpukul
Aksi kotor Kiper PSIR Rembang Raihan Al Fariq terjadi saat duel kontra Persikaba Blora, di Stadion Krida, Kab Rembang, Jawa Tengah, Rabu (21/1/2026).
Dalam laga tersebut, Raihan Al Fariq menendang dada Rizal Dimas Agesta sampai tak bisa melanjutkan pertandingan.
Rizal Dimas Agesta pun dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Perwakilan Persikaba, Umbaran mengatakan, Rizal Dimas mengalami trauma akibat insiden tersebut.
Setelah insiden viral ini, Raihan Al Fariq dan manajemen PSIR Rembang meminta maaf.
Permohonan maaf ini diposting akun Instagram @psir_official, Rabu (21/1/2026).
Raihan Al Fariq mengaku tindakannya merupakan gerakan refleks dan tak bermaksud mencederai lawan.
Minta maaf saja tak cukup, Raihan dikenai hukuman berat larangan bermain seumur hidup oleh PSSI.
Tak hanya itu, ia juga dikenai denda administratif Rp 5 juta.
"Komite Disiplin merujuk Pasal 48 jo. Pasal 49 jo. Pasal 10 jo Pasal 19 Kode Disiplin 2025 memutuskan sanksi hukuman Larangan beraktivitas dan berpartisipasi di Sepakbola dibawah naungan PSSI seumur hidup.
Serta sanksi denda sebesar Rp. 5.000.000 atas pelanggaran terhadap ketentuan tersebut," bunyi putusan PSSI dalam laman resminya, Kamis (22/1/2026).
Tak hanya itu, perangkat pertandingan pada laga itu pun mendapat hukuman.
Laga PSIR Rembang kontra Persak Kebumen berlangsung di Stadion Krida, Rembang, Kamis (12/2/2026) berakhir ricuh.
Apesnya, dihadapan 5.830 pendukungnya, PSIR Rembang justru kalah dengan skor 0-2 dari Persak Kebumen.
Selepas wasit Dwi Purba Adi Wicaksana meniup peluit akhir, aksi tak senonoh dilakukan oleh pemain PSIR Rembang terhadap wasit berlisensi FIFA tersebut.
Video amatir itu diunggah oleh akun Instagram seputar sepak bola Indonesia, @forum_wasit_idn.
Dalam video, terlihat jelas pemain PSIR Rembang, Rudy menghampiri Dwi Purba untuk lakukan protes.
Tak selang lama, protes itu diakhiri Rudy dengan meremas alat vital wasit Dwi Purba.
Baca juga: BREAKING NEWS Kombinasi Serangan Apik Persebaya Buat Kiper Bhayangkara Aqil Savik Pungut Bola
Sontak, wasit Dwi Purba yang mendapatkan aksi tak senonoh itu langsung coba menghindar.
Wasit yang kerap memimpin jalannya Liga 1 itu pun sempat coba mengeluarkan kartu untuk Rudy.
Tak berhenti di situ saja, nasib apes wasit Dwi Purba berlanjut tak selang lama dari aksi tak senonoh itu.
Kali ini, wasit Dwi Purba dikeroyok oleh oknum suporter PSIR Rembang yang meluapkan kekecewannya atas kekalahan timnya di laga kontra Persak Kebumen.
Dalam video amatir itu, terlihat wasit Dwi Purba dikejar oleh oknum suporter.
Wasit Dwi Purba yang belum sempat berlari keluar lapangan karena dicegah pemain PSIR Rembang langsung dikeroyok oknum suporter yang turun ke lapangan.
Terlihat, pemukulan itu mengenai kepala bagian belakang wasit berpengalaman di Liga Indonesia tersebut.
Atas kericuhan itu, Komdis PSSI Jawa Tengah memberikan sanksi berat berupa diskualifikasi dan denda.
PSIR Rembang didiskualifikasi dari Liga 4 di musim 2025-2026.
Sanksi berupa denda Rp45 juta serta 6 pertandingan dengan status tanpa penonton di sisa kompetisi Liga 4. (TribunWOw.com)