WARTAKOTALIVE.COM - Pemerintah Kota Depok menjelaskan skema pemberian makan bergizi gratis (MBG) selama bulan puasa Ramadan 1447 Hijriah.
Diketahui MBG di seluruh Indonesia dipastikan tetap akan berjalan meskipun bulan puasa Ramadan.
Adapun di wilayah dan sekolah yang mayoritas siswa muslim, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) hanya merubah skema pemberian MBG.
Termasuk di Kota Depok yang mayoritas siswanya menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Dimuat situs Pemkot Depok, BGN bakal mengubah skema menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan tahun 2026.
Menu yang disiapkan untuk penerima manfaat akan lebih banyak berupa pangan tahan lama, seperti kurma, telur rebus, susu, hingga pangan lokal.
Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kota Depok, Rakha Pratama mengatakan untuk kelompok prioritas seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita usia 6 hingga 59 bulan, pendistribusian dilakukan dengan menu siap santap yang diberikan setiap hari Senin dan Kamis melalui posyandu atau titik kumpul yang telah disepakati.
Selanjutnya, untuk wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang tidak menjalankan ibadah puasa, pendistribusian MBG tetap dilaksanakan sesuai jadwal normal dengan menu.
Baca juga: Orang Tua di Depok Bersyukur Anak Dapat MBG, Hemat Uang Saku dan Tak Perlu Bawa Bekal
Namun makanan diberikan dalam bentuk paket makanan kemasan sehat agar dapat dikonsumsi saat berbuka puasa.
"Bagi penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa, makanan diberikan dalam bentuk paket makanan kemasan sehat agar dapat dikonsumsi saat berbuka puasa," ujarnya Jumat (13/2/2026).
Lalu, khusus di pesantren dan sekolah berasrama (boarding school) muslim, lanjut Rakha, pengolahan makanan dilakukan pada siang hari dan disajikan pada waktu berbuka puasa.
"Waktu penyajian juga dapat disesuaikan berdasarkan koordinasi antara Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan pihak pesantren atau sekolah berasrama," kata Rakha.
Penyesuaian tersebut dilakukan berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelayanan Program MBG pada Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M serta Libur Tahun Baru Imlek 2026 yang diterbitkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Rakha memastikan pelayanan program MBG dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip pemenuhan gizi seimbang, keamanan pangan, ketertiban, serta akuntabilitas.
Dirinya menjelaskan, terdapat penyesuaian jadwal pendistribusian pada awal Ramadan.
Di mana tanggal 16 dan 17 Februari tidak ada MBG karena bertepatan dengan cuti bersama dan tahun baru imlek.
“Untuk tanggal 16 dan 17 Februari MBG tidak dilaksanakan MBG karena bertepatan dengan libur dan cuti bersama Tahun Baru Imlek,” ujar Rakha Pratama.
Kemudian, untuk 18 sampai 22 Februari pendistribusian juga ditiadakan karena bertepatan dengan libur awal puasa.
MBG akan kembali dibagikan pada 23 Februari 2026.
"Sehingga, pendistribusian MBG akan kembali dilakukan secara serentak mulai 23 Februari mendatang," jelasnya.