Renungan Katolik Minggu 15 Februari 2026, Kecil Itu Indah dan Membahagiakan
Gordy Donovan February 15, 2026 11:47 AM

Oleh: Pastor John Lewar, SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Minggu 15 Februari 2026.

Tema renungan Katolik "kecil itu indah dan membahagiakan".

Renungan Katolik untuk hari Minggu Biasa VI, Santo Klaudius de la Colombiere, Santo Sigfridus, Uskup, dengan warna liturgi hijau.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Minggu 15 Februari 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Teks Misa Sore Minggu 15 Februari 2026, Hari Biasa VI Tahun A

Bacaan Pertama Sirakh 15:15-20

"Tuhan tidak memerintahkan siapapun untuk berdosa."

Asal sungguh mau, engkau dapat menepati hukum, dan berlaku setia pun dapat kaupilih. Api dan air telah ditaruh Tuhan di hadapanmu; kepada apa yang kaukehendaki dapat kauulurkan tanganmu. Hidup dan mati terletak di depan manusia; apa yang dipilih akan diberikan kepadanya.

Sungguh besarlah kebijaksanaan Tuhan. Dia kuat dalam kekuasaan-Nya dan melihat segala-galanya. Mata Tuhan tertuju kepada orang yang takwa kepada-Nya. Dan segenap pekerjaan manusia Ia kenal. Tuhan tidak menyuruh orang menjadi fasik, dan tidak memberi izin kepada siapa pun untuk berdosa.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 1-2.4-5.17-18.33-34
Ref. Sabda-Mu adalah kebenaran, hukum-Mu kebebasan.

Berbahagialah orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat Tuhan. Berbahagialah orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati.

Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, supaya dipegang dengan sungguh-sungguh. Kiranya hidupku mantap, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban hukum-Mu.

Perlihatkanlah kepadaku, ya Tuhan, petunjuk-petunjuk ketetapan-Mu, aku hendak memegangnya sampai saat terakhir. Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang hukum-Mu; dengan segenap hati aku hendak memeliharanya.

Bacaan Kedua 1 Korintus 2:6-10

"Sejak dahulu kala Allah menyediakan hikmat bagi kemuliaan kita."

yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan, tetapi hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sejak sebelum dunia dijadikan telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia.

Tetapi seperti ada tertulis, “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: Semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Semua itu telah dinyatakan Allah kepada kita berkat Roh-Nya, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Bait Pengantar Injil Matius 11:25
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.

Terpujilah Engkau, Tuhan langit dan bumi, sebab rahasia kerajaan-Mu Kaubuka untuk orang sederhana.

Bacaan Injil Matius 5:17-37

Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Kamu telah mendengar apa yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum!

Barangsiapa berkata kepada saudaranya, ‘Kafir!’ ia harus dihadapkan ke Mahkamah Agama, dan siapa yang berkata, ‘Jahil!’ harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah, dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu, dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
"Dahulu dikatakan demikian; tetapi Aku mengatakan kepadamu begini."

Dalam khotbah di bukit Yesus mengajar murid-murid-Nya, kata-Nya, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Karena Aku berkata kepadamu, ‘Sungguh, selama belum lenyap langit dan bumi ini, tidak satu iota atau satu titik pun akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Surga.
Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim, dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya, dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

Kamu telah mendengar firman, ‘Jangan berzinah!’ Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa memandang perempuan dengan menginginkannya, dia sudah berbuat zinah di dalam hatinya.

Maka, jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah, karena lebih baik bagimu satu anggota tubuhmu binasa, daripada tubuhmu seutuhnya dicampakkan ke dalam neraka.

Dan jika tangan kananmu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah, karena lebih baik bagimu satu anggota tubuhmu binasa daripada tubuhmu seutuhnya masuk neraka. Telah difirmankan juga, ‘Barangsiapa menceraikan isterinya, ia harus memberikan surat cerai kepadanya’.

Tetapi Aku berkata kepadamu, Barangsiapa menceraikan isterinya kecuali karena zinah, dia membuat isterinya berzinah. Dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan, dia pun berbuat zinah.

Kamu telah mendengar pula apa yang difirmankan kepada nenek moyang kita, ‘Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di hadapan Tuhan.’

Tetapi Aku berkata kepadamu: ‘Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, atau pun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Agung.

Janganlah pula engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun. Jika ya, hendaklah kamu katakana: Ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: Tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

"Kecil itu indah dan membahagiakan"

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus. 

Seorang pengusaha kaya sedang duduk sendirian di teras rumahnya yang 
mewah. Matanya memandang ke depan menatap taman yang ditata sangat 
indah. Namun tak kelihatan tanda-tanda di wajahnya bahwa dia sedang 
menikmati keindahan taman. Dari raut wajahnya terbaca bahwa dia sedang 
memikirkan sesuatu. Sesekali dia menarik nafas panjang. Dia sedang susah 
karena kedua anaknya, seorang laki dan perempuan, sedang bermasalah: 
mereka terlibat narkoba dan jarang pulang rumah. Dia menjadi seorang pria dan 
suami yang kesepian dan menjadi seorang ayah yang tidak lagi dirindukan oleh 
anak-anaknya bila membutuhkan uang dan bantuan untuk memecahkan 
masalah mereka yang pelik. Dia tidak bahagia.

Ketika sedang merenung, dia melihat gadis pembantu rumah tangganya dan 
anak muda tukang kebunnya asik mencabut rumput liar dari petak tanaman 
bunga di rumahnya dan mereka berdua kelihatan senang dan banyak tertawa. 
Pengusaha itu sangat terkesan dengan kegembiraan kedua pembantunya itu, 
pada hal mereka itu digaji pas-pasan hanya beberapa ribu rupiah. Tetapi 
mengapa mereka bisa enak bekerja, bercanda, tertawa dan kelihatan tanpa 
beban? 

Apa kunci kebahagiaan? Bagi para ahli Taurat dan Orang farisi, sang pemimpin religius bangsa Yahudi, kunci kebahagiaan adalah menepati Taurat Musa yang 
intinya adalah kesepuluh perintah Allah secara harafiah. Mereka menjadi 
bahagia kalau tidak membunuh orang, tidak berselingkuh, tidak menceraikan 
istrinya, tidak bersumpah palsu, tidak mencuri dan sebagainya. Asal tidak 
melanggar sepuluh perintah Allah, maka setiap orang Israel akan bahagia, 
selamat dan menjadi anak-anak Abraham yang otomatis masuk Surga.

Bagaimana pendapat Yesus? Yesus meneguhkan apa yang telah ditetapkan oleh 
Hukum Taurat bahkan menegaskan bahwa orang yang berani meniadakan salah 
satu perintah Taurat sekalipun yang terkecil, akan menduduki tempat yang 
paling rendah di dalam Kerajaan Surga. Hanya saja, kebahagiaan atau 
keselamatan tidak akan tercapai bila pelaksanaan hukum Taurat didasarkan atas 
ketaatan huruf-huruf. Yesus menginginkan lebih, sesuatu yang lebih personal 
dan menyangkut hati manusia serta sebuah hidup keagamaan yang lebih 
mendalam. Dia mengatakan:” jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar 
daripada hidup keagamaan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, kamu tidak 
akan masuk ke dalam Kerajaan Surga”

Yesus menginginkan agar orang menjadi bijaksana. Kebijaksanaan itu tidak lain 
daripada mata rohani yang dapat melihat kasih Tuhan dalam hidup dan daya 
kekuatan Tuhan yang menyelamatkan yang bekerja di dalam diri kita masing masing. Kebijaksanaan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia yang sebelum dunia dijadikan telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita (1 Kor 2:7). 

Mata rohani inilah yang dapat melihat apa yang tidak dapat dilihat oleh mata, 
mendengar apa yang tidak didengar oleh telinga, merasakan apa yang tidak 
dirasakan oleh indera perasa, mata rohani membuat kita mengerti bahwa 
dengan marah pun kita sudah membunuh, dengan mengatakan kafir kepada 
orang lain kita sudah mengadili, dengan mengobarkan nafsu kita sudah berzinah 
dan dengan bersumpah palsu kita sudah menghina Allah. Mata jasmani 
membuat kita bisa membaca sepuluh perintah Allah. Mata rohani dapat 
menembus kesepuluh perintah Allah dan dapat membaca hal-hal kecil tetapi bisa 
membuat manusia bahagia.

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus. 

Orang sering berpikir, bahwa untuk menjadi bahagia perlu melakukan hal-hal 
besar sehingga mendapat uang, punya mobil, rumah yang indah dan megah, 
punya pembantu rumah tangga. Kenyataan membuktikan bahwa pembantu 
yang bergaji ratusan ribu jauh lebih bahagia dan ceria daripada tuan rumahnya 
yang berlimpah harta tetapi hati dan pikirannya kusut sepanjang hari. Dia puas 
dengan pekerjaannya yang kecil yang dilakukan setiap hari dengan baik dan 
setia dan tahu betul bahwa ia akan dapat bekerja terus bila ia bekerja dengan 
baik, mengabdi tuannya dengan setia. Dan tak pernah bermimpi menjadi bos. 
Maka orang-orang kecil sabar dengan pekerjaannya yang kecil seperti: cuci 
piring, bersihkan toilet, mengiris bawang dan memotong rumput. 
Tuhan tidak menciptakan kita sempurna adanya sejak semula dan tidak 
membuat kita tiba-tiba sempurna, seperti Allah sendiri.

Manusia adalah peziarah menuju kesempurnaan dan kesempurnaan itu tercapai sedikit demi 
sedikit. Kita pun akan bahagia dan gembira, bila memperlihatkan sedikit 
kesabaran terhadap orang di sekitar kita, meski kehadiran mereka tidak 
menyenangkan; lebih rela memahami pikiran dan perasaan orang lain. Kita 
bahagia bila lebih tekun menghadapi pekerjaan dan tugas yang melelahkan, bila 
mau memahami orang lain sebagaimana adanya dan selalu berdoa untuk 
menarik Allah dekat-dekat ke hati kita. Inilah hal-hal kecil tapi indah dan 
membahagiakan dan menggembirakan hidup kita.

Doa:

Allah Bapa kami, sumber rahmat. Engkau berkenan tinggal dalam hati yang 
jujur dan murni. Bantulah kami kiranya dengan rahmatMu, agar mencapai 
kebahagiaan dan kegembiraan melalui hal-hal kecil, sehingga Engkau tetap 
bersemayam di hati kami. Demi Kristus Tuhan kami..Amin.

Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari Minggu. Salam doa dan berkatku 
untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan 
Roh Kudus...Amin. (Sumber the katolik.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.