Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda NTT membantu masyarakat Kampung Mbarata, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), membangun jembatan gantung dengan konstruksi sederhana.
Kedatangan anggota Brimob kesana disambut positif masyarakat Mbarata yang selama ini mendambakan sentuhan untuk secercah harapan akan perubahan.
Walaupun tidak menghasilkan sebuah Mega Karya, akan tetapi jembatan gantung yang dibangun bisa merubah keadaan menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Puluhan personil Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda NTT turun dan bahu membahu bersama masyarakat.
Mereka menanam tiang untuk penyangga pijakan di setiap tepian kali. Lalu untuk menarik seutas tali untuk mengukur panjang sekaligus untuk memposisikan panjang jembatan agar presisi.
Mereka kemudian memanfaatkan potongan papan dan balok sebagai bagian utama penyangga konstruksi jembatan.
Papan-papan kayu tersebut lalu dipaku menjadi landasan berpijak. Proses pengerjaan jembatan ini selama tiga hari. Pada hari kedua para personil dihadang hujan dengan intensitas tinggi, yang membuat pengerjaan sempat tertunda.
Kini jembatan tersebut menjadi lebih nyaman. Pijakan menjadi lebih lebar, sekitar 1 meter. Ada pun pegangan disamping sebagai penopang agar warga yang melewati tidak jatuh di kali.
Wadanyon Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda NTT, AKP Agustinus Silvester, mengatakan, kepedulian personil Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda NTT ini sebagai implementasi instruksi dari Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si
"Instruksi ini ditujukan kepada jajaran Kapolda seluruh Indonesia, dalam hal ini Bapak Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko, kemudian memberikan petunjuk berupa perintah kepada Bapa DanSatBrimob Polda NTT, Kombes Pol Afrizal Asri, selanjutnya diperintahkan kepada jajaran Batalyon B Pelopor Polda NTT, di Labuan Bajo," kata Agustinus Silvester.
Agustinus Silvester menyampaikan, sekitar 50 personil turun mengerjakan ini bersama warga setempat.
"Ini bukan mau gagah-gagahan. Tetapi ini komitmen kami, bahwa ketika Batalyon B Pelopor ini berdiri di Labuan Bajo, maka kami siap berkolaborasi bersama Polres, dan pemerintah Manggarai Barat untuk membantu warga di daerah ini," ujar Agustinus Silvester.
Sebelumnya, jelas Agustinus Silvester, personilnya pernah terlibat membantu Polres Mabar dalam hal ini Polsek Kuwus bersama warga Lesem membangun jembatan gantung darurat di Wae Songkang, Kecamatan Kuwus Barat.
Saat itu turut hadir di lokasi Komandan Kompi 4 Labuan Bajo, Iptu Hermanus Pati Bean bersama anggota. Danki Hermanus saat itu memimpin pasukannya melewati jalanan terjal, turunan curam, untuk masyarakat.
"Itu karena kita merasa dekat bersama warga. Kita hadir tidak untuk menakuti, melainkan untuk mengayomi, melindungi masyarakat," tegas Agustinus Silvester.
Kampung Mbarata terletak di pinggiran Kota Labuan Bajo. Tepatnya di Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Mabar. Warga Kampung Mbarata rata-rata bekerja sebagai petani di ladang sawah. Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses menuju ladang warga.
Sebelum dibangun, jembatan Mbarata itu hanya berupa tumpukan bambu yang dipasang memanjang. Setiap hari warga mengakses jembatan yang memprihatinkan itu.
Semua hasil panen, dipikul melewati jembatan yang mengancam nyata tersebut. Warga Mbarata kini berharap ada sentuhan kebijakan pembangunan dari pemerintah setempat. (moa)