TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BONDOWOSO - Drum besi yang digunakan sebagai penanda keretakan Jembatan Sentong di perbatasan Kelurahan Nangkaan dan Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso, diduga memakan korban, Minggu (15/2/2026).
Seorang pria lanjut usia bernama Suparmo (76), warga Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso, mengalami luka-luka setelah diduga menabrak drum besi tersebut.
Berdasarkan video yang diterima TribunJatimTimur.com, Suparmo tampak bersimbah darah di bagian hidung hingga kakinya.
Menurut Beril, pengendara yang menolong korban, kejadian bermula saat dirinya pulang usai menjalankan salat subuh. Dia melihat pria lansia tersebut mengendarai sepeda motor Yamaha Mio dari arah selatan ke utara. Setibanya di lokasi kejadian, korban diduga menabrak drum besi karena kondisi jalan yang kurang terlihat jelas.
Baca juga: Perjuangkan Aspirasi Warga, Pansus Real Estate Telusuri Administrasi dan Fakta Lapangan TMKH
"Saya saja kadang tidak kelihatan, apalagi bapak yang sudah lanjut usia itu. Kemudian terdengar suara benturan, duarrr," ujarnya.
Beril bersama warga langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Nangkaan karena kondisinya yang mengkhawatirkan.
Warga kemudian berinisiatif memindahkan drum besi berwarna hitam dan penanda lainnya ke sisi jalan karena khawatir akan memakan korban kembali.
"Untuk dinas terkait supaya tong-tong ini dipindahkan karena tadi selepas subuh sudah ada korban," ungkapnya.
Sebelumnya, pada 15 Desember 2025 lalu, Jembatan Sentong mengalami keretakan di sisi barat. Hal ini sempat membuat arus lalu lintas menggunakan sistem buka-tutup hingga dilakukan perbaikan oleh PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur.
Namun, retakan kembali terdeteksi pada Sabtu (10/1/2026) malam, sehingga pihak berwenang segera mengambil tindakan pencegahan. Sejak saat itu, lokasi keretakan dipasangi drum besi hitam dan traffic cone sebagai penanda bagi pengendara.
(Sinca Ari Pangistu/TribunJatimTimur.com)