PKB DIY dan PW Muhammadiyah Sepakat Perkuat Politik Keummatan di DIY
Iwan Al Khasni February 15, 2026 01:00 PM

 

 

Tribunjogja.com Yogyakarta -  Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DIY melakukan kunjungan resmi ke Kantor Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah DIY.

Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka perkenalan (taaruf) pengurus baru masa bakti 2026–2031, sekaligus mempererat tali silaturahim dan audiensi lintas organisasi.

Rombongan DPW PKB DIY diterima langsung oleh Ketua PW Muhammadiyah DIY, Dr. Ikhwan Ahada, bersama Wakil Ketua PWM DIY, Nur Ahmad Gojali, serta jajaran Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PWM DIY yang terdiri dari Bambang Farid Siswantoro, Fani Satria, dan Dani Kurniawan.

Delegasi PKB DIY dipimpin oleh Ketua DPW PKB DIY, Umaruddin Masdar, beserta Ketua Dewan Syuro Ny. Hj. Ida Fatimah, Sekretaris Dewan Syuro KH. Rifqi Aziz Maksum, Wakil Ketua Fetra Nurhikmah, serta sejumlah pengurus teras lainnya.

Pesan Ketua DPW PKB DIY

Ketua DPW PKB DIY, Umaruddin Masdar, menyampaikan bahwa silaturahim ini merupakan agenda awal kepengurusan untuk menyerap aspirasi dari berbagai elemen bangsa, termasuk organisasi keagamaan besar seperti Muhammadiyah.

“Kegiatan awal kepengurusan baru kami adalah taaruf dengan berbagai pihak untuk mengenalkan wajah baru pengurus, memohon doa restu, serta menjaring masukan demi memaksimalkan peran kinerja PKB lima tahun ke depan. Dukungan dan masukan ini menjadi energi tambahan bagi kami untuk mengabdi secara total kepada masyarakat,” ujar Umaruddin, Minggu (15/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk membangun sinergi yang lebih kuat. Umaruddin mengungkapkan rasa syukurnya atas sambutan hangat dari PW Muhammadiyah DIY yang membuka ruang kolaborasi, khususnya dalam aspek politik keummatan.

“Muhammadiyah berharap ke depan kita bisa bersinergi menguatkan politik keummatan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas pendidikan. PW Muhammadiyah juga mengajak kami untuk terjun langsung menyelesaikan persoalan serius seperti penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, mitigasi kenakalan remaja, pembangunan berkelanjutan, hingga pengawasan dan pembatasan peredaran miras di wilayah DIY,” tambahnya.

Lebih lanjut, Umaruddin menekankan pentingnya menjaga kondusifitas wilayah mengingat kedudukan DIY sebagai miniatur dan etalase keberagaman Indonesia. 

Menurutnya, inklusivitas dan produktivitas daerah hanya bisa terwujud melalui kesadaran kolaboratif dari semua pemangku kepentingan.

“Pertemuan ini kami sepakati sebagai titik awal untuk bersama-sama mengawal agenda-agenda besar daerah ke depan. Kami berkomitmen menjadikan politik sebagai sarana pengabdian untuk kemaslahatan umat dan memastikan DIY tetap menjadi rumah yang nyaman bagi semua,” pungkasnya. (Tribunjogja.com/hda)

• Ponpes Muhammadiyah Tahfidz Al-Qur’an Bangun Gedung Ketiga di Kulon Progo

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.