TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) depan Nipah Mall Makassar, Jl Urip Sumoharjo bakal segera difungsikan.
Bertahun-tahun aset tersebut menjadi sorotan. Dulunya Gedung Brigade Siaga Bencana (BSB).
Namun aset tersebut tidak dirawat. Kondisinya memprihatinkan hingga akhir 2025.
Semak belukar hingga tanaman liar menutupi mobil-mobil dinas yang tidak lagi digunakan.
Mulai tahun 2026, aset ini dimanfaatkan Dinas Pendidikan Sulsel.
Pantauan Tribun-Timur.com pada Minggu (15/2/2026), tampak proses renovasi hamper rampung.
Terdapat sekitar 5 hall utama yang sedang tertutup di lantai dasar.
Sementara lantai dua masih dalam tahap pengerjaan.
Atap utama gedung nampak masih dengan model yang sama saat jadi BSB.
"Sudah bisa sebenarnya tapi masih ada pengerjaan fisik lantai 2 nya. Tapi tinggal sedikit hanya dinding saja mau dibenahi dan tinggal ada beberapa sedikit atapnya," ujar Kepala Disdik Sulsel Iqbal Nadjamuddin saat dihubungi Tribun-Timur pada Minggu (15/2/2026).
Pengerjaan tahap pertama untuk dinding utama Gedung sudah selesai.
Selanjutnya, tahap finishing Gedung yang nantinya akan jadi ruang belajar siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Sementara peralatan praktek otomotif juga sudah tersedia.
"Itu tempat praktik siswa SMK prodi otomotif. Itu bengkel peruntukannya tempat praktik seluruh SMK yangpunya program studi Teknik kendaraan ringan atau otomotif," kata Iqbal.
Iqbal menyebut nantinya siswa program studi Teknik kendaraan ringan akan kumpul dalam bengkel tersebut.
Bengkel ini jadi pusat pembelajaran yang bekerjasama dengan tim dari sejumlah merk kendaraan motor.
"Kita sudah Kerjasama dengan honda, Yamaha untuk jadikan mereka nanti mentor memberikan pembelajaran pada anak-anak memang disana ditempatkan praktek di bengkel tersebut," jelasnya.
Siswa SMK memang targetnya bisa lulus dengan sertifikasi kompetensi.
Sehingga bisa langsung terserap di dunia kerja dalam negeri maupun internasional.
Sekretaris Daerah Jufri Rahman mendorong agar kerja sama Disdik dengan dunia industry diperluas dengan dukungan lembaga internasional.
Misalkan bekerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).
“Jepang saat ini membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar. Melalui JICA, kebutuhan itu dapat dipetakan dengan jelas. JICA bisa mengirimkan trainer atau instruktur dari Jepang untuk melatih siswa SMK kita dengan keahlian sesuai standar yang dibutuhkan industri di sana,” kata Jufri Rahman.
Jufri menyebut terpenting saat ini juga menyiapkan keterampilan bahasa asing bagi lulusan SMK.
Kemampuan berbahasa jadi aspek utama agar mampu beradaptasi di dunia industri internasional.
Sehingga selain kompetensi teknis, siswa juga sudah bisa berinteraksi dengan mudah.
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz