Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Bupati Bireuen, H Mukhlis ST, hadir di Pasar Hewan Geulumpang Payong, Jeumpa, Sabtu (14/2/2026) sore, membawa uang kontan bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk membeli lembu menjelang meugang menyambut bulan suci Ramadhan.
H Mukhlis ST didampingi sejumlah camat dan stafnya, membawa uang dalam kantong plastik untuk membayar harga lembu.
Sebelum kedatangan Bupati, tim dari pemerintah setempat sudah meninjau hewan-hewan di pasar untuk memilih lembu berukuran besar dan layak dibeli, khususnya untuk membantu warga korban banjir.
Proses pembelian dilakukan dengan melihat kondisi tubuh lembu, menaksir berat daging, dan menetapkan harga secara bersama-sama.
Tidak hanya satu atau dua penjual yang mendapat kesempatan, tetapi puluhan penjual lembu di pasar turut menjual hewan mereka kepada Bupati.
Baca juga: Ratusan Lembu Dipasarkan di Pasar Hewan Geulumpang Payong, Harga Stabil Menjelang Meugang
Setelah harga disepakati, lembu yang dibeli dipisahkan di lokasi khusus di pasar.
Bupati beserta stafnya menempati kursi di pinggir pagar, sementara uang dalam plastik diletakkan di sampingnya.
Penjual satu per satu dipanggil untuk menandatangani kwitansi pembelian, dan pembayaran kontan langsung diberikan oleh Bupati.
Beberapa staf turut mendampingi penjual untuk menunjuk lembu yang telah dibeli, yang kemudian diberi tanda dengan cat semprot.
Penjual terlihat senang karena mendapatkan uang kontan, dengan harga per ekor mulai dari Rp 23 juta hingga Rp 30 juta.
Lembu yang dibeli umumnya jenis Brahma dan beberapa jenis lainnya.
Bupati juga sempat mengingatkan para penjual agar berhati-hati membawa pulang uang mereka.
Menjelang pukul 18.00 WIB, seluruh proses pembelian selesai, dan sisa uang dari kantong plastik sudah disalurkan kepada penjual.
Safina, salah seorang pemilik lembu yang dibeli Bupati, menyampaikan kepada Serambinews.com bahwa beberapa ekor lembu besar dibawa hanya satu ekor yang dibeli.
Hal serupa diungkapkan Alamsyah, penjual lainnya, bahwa satu ekor lembu dibeli Bupati, sementara ekor lainnya dibeli orang lain sebelumnya.
Hampir seluruh camat penerima bantuan lembu hadir di pasar, termasuk beberapa keuchik, untuk menyaksikan proses pembelian.