Heboh di Yogya: Ketua BEM UGM Diteror, Seniman Tarik Album 'Cita-Citaku' dari Peredaran
Glery Lazuardi February 15, 2026 03:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah diguncang dua peristiwa yang memicu kehebohan publik.

Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, dilaporkan mengalami intimidasi serius termasuk ancaman penculikan terkait kritik sosial atas kasus memilukan di NTT. 

Di sisi lain, lagu “Cita-citaku (Gak Jadi Polisi)” karya seniman Gandhi Sehat mendadak ditarik dari peredaran oleh manajemennya.

Dua peristiwa ini menyorot isu kebebasan berekspresi.

BEM UGM Surati UNICEF soal Kasus Anak di NTT, Ketua Diteror 

Tragedi tewasnya anak berusia 10 tahun di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli alat tulis seharga Rp 10.000 memicu kritik keras dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM).

Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, bersama anggotanya mengirim surat resmi kepada UNICEF untuk menyoroti kasus tersebut.

Dalam suratnya, Tiyo menulis: “What kind of world do we live in when a child loses his life because he cannot afford a pen and a book?”

Ia menekankan tragedi ini sebagai kegagalan sistemik negara dalam melindungi warga paling rentan, serta meminta UNICEF memperkuat perlindungan anak dan menjamin anggaran pendidikan.

Namun, setelah surat itu dikirim, Tiyo mengaku mendapat teror berupa ancaman penculikan melalui pesan singkat dari nomor tak dikenal, penguntitan, hingga pemotretan oleh pihak misterius pada 9–11 Februari 2026.

“Saya mendapat pesan dari nomor tidak dikenal yang mengancam mau menculik,” ujarnya.

Tiyo menduga intimidasi ini berkaitan dengan kritik yang ia sampaikan terkait kasus anak di NTT. Meski demikian, ia menegaskan tidak akan gentar.

“Saya dan BEM UGM tidak akan takut apalagi gentar. Selama terus lahir orang-orang waras di republik ini, selama itulah penguasa yang zalim tidak akan hidup tenang,” tulisnya di Instagram.

Kasus ini menyorot dua hal sekaligus: tragedi sosial di NTT yang menggugah nurani publik, serta ancaman terhadap kebebasan berekspresi mahasiswa yang menyuarakan kritik.

Album “Cita-citaku (Gak Jadi Polisi)” Penyanyi Gandhi Sehat Ditarik

Sementara itu, Album mini berjudul Cita-citaku (Gak Jadi Polisi) milik penyanyi cilik asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Gandhi Sehat, resmi ditarik dari peredaran.

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh manajemen melalui unggahan di akun Instagram resmi Gandhi, @gandhi_sehat, pada Jumat (13/2/2026).

Manajemen menjelaskan bahwa sejak awal album ini dibuat sebagai karya seni yang lahir dari sudut pandang polos seorang anak berusia 6 tahun.

“Namun setelah melihat dinamika serta berbagai penafsiran yang berkembang di ruang publik, kami memutuskan untuk menghentikan peredarannya,” tulis manajemen dalam pernyataan resmi.

Konten dan Lagu Dihapus dari Kanal Resmi

Manajemen menyebut seluruh konten serta lagu terkait album tersebut kini telah dihapus dari akun maupun kanal resmi yang mereka kelola.

Selain itu, manajemen menegaskan bahwa segala bentuk penyebaran ulang lagu yang masih beredar di luar kanal resmi bukan lagi menjadi tanggung jawab pihaknya.

“Segala bentuk penyebaran ulang konten atau lagu yang masih beredar di luar kanal resmi bukan lagi menjadi tanggung jawab kami,” lanjut pernyataan tersebut.

Minta Media Turunkan Pemberitaan

Permintaan itu disampaikan karena materi album kini sudah tidak tersedia lagi secara resmi.

Tidak Ada Paksaan dari Pihak Mana Pun

Manajemen menegaskan keputusan penarikan ini diambil tanpa adanya tekanan atau paksaan dari pihak manapun.

“Keputusan ini diambil tanpa paksaan dari pihak mana pun, sebagai bentuk tanggung jawab kami sebagai kreator, serta untuk menghindari kesalahpahaman yang tidak kami kehendaki,” jelas manajemen.

Masih Dalam Proses Takedown di Platform Digital

Album yang sudah sempat beredar di berbagai platform pemasaran digital atau Demand Side Platform (DSP) saat ini masih dalam proses takedown dan diperkirakan membutuhkan beberapa hari hingga benar-benar hilang dari seluruh layanan streaming.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Cita-citaku (Gak Jadi Polisi) merupakan EP atau mini album perdana Gandhi Sehat yang awalnya dirilis sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke-6.

Album ini mengusung konsep sederhana, berisi lagu-lagu bertema mimpi dan imajinasi anak-anak, serta menjadi potret cara pandang anak kecil dalam memahami cita-cita dengan gaya bertutur apa adanya.

Respons Publik Beragam

Sejak kemunculannya sekitar sepekan lalu, karya ini mencuri perhatian publik karena dianggap membawa warna baru dalam musik anak.

Namun seiring meningkatnya perbincangan di ruang digital, muncul berbagai penafsiran yang dinilai melenceng dari maksud awal kreator. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan manajemen untuk menarik seluruh distribusi album.

Tribun Jogja juga telah mencoba menghubungi manajemen Gandhi Sehat untuk kebutuhan wawancara, namun pihak manajemen belum bersedia memberikan keterangan langsung.

“Maaf kak, tidak bisa memenuhi hal tersebut. Mohon maaf saat ini tidak bisa wawancara langsung,” balas manajemen melalui pesan singkat.

Penarikan album ini pun kini menuai sorotan luas di media sosial, sekaligus memunculkan diskusi tentang ruang ekspresi seni, khususnya karya anak-anak, di tengah dinamika opini publik yang berkembang cepat.

(TRIBUNYOGYA/TRIBUNNEWS)

Baca juga: Ketua BEM UGM Diteror, Guru Besar UII: Prihatin Kritik dari Akademisi, Mahasiswa Mengalami Tekanan

Baca juga: Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diteror, Komisi X DPR RI: Ini Sama Saja dengan Praktik Pembungkaman

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.