TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Objek wisata Curug Sikarim di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo ditutup sementara seusai tanah longsor, Minggu (15/2/2026).
Dari pantauan Tribunjateng.com, gerbang masuk menuju curug ditutup dan terdapat sebuah tulisan “Tutup”.
Terlihat beberapa kendaraan di area depan, namun kemungkinan besar milik petugas.
Basir, petugas di lokasi mengatakan, wisata ditutup sementara karena berkaitan juga dengan pembersihan area wisata.
Baca juga: Tersisa 2 Motor Lagi, Terbawa Longsor di Curug Sikarim Wonosobo
• Teror Penembakan Rumah Anggota DPRD Jateng di Pekalongan, Boim: Pelaku Gunakan Motor Matic
• Bapenda Jateng Pede, Tak Khawatir Aksi Boikot Bayar Pajak Kendaraan: Didiskon 5 Persen Pasti Patuh
"Pembersihan saja, karena kemarin hujan deras dan di Dieng atas mungkin ada longsor, jadi air ke bawah kotor dan harus kami bersihkan," ungkapnya.
Dia menambahkan, penutupan akan berlangsung sampai waktu yang belum ditentukan.
Sementara itu, terlihat di jalan area depan Curug Sikarim sejumlah kendaraan Jeep berhenti.
Banyak wisatawan yang hendak berkunjung ke curug terpaksa tidak dapat masuk.
Beberapa wisatawan terlihat penasaran melihat lokasi longsor dari luar garis peringatan.
Pengemudi Jeep, Toso yang membawa rombongan wisatawan ini mengaku tidak mengetahui adanya penutupan.
"Tidak tahu ternyata ditutup, saya barengan ada tiga Jeep, di belakang juga masih banyak Jeep yang pasti niatnya mau ke Curug Sikarim," ungkapnya.
Penutupan sementara ini agar dapat memastikan keselamatan wisatawan sekaligus memberikan waktu bagi proses pembersihan dan evaluasi keamanan area pasca longsor.
"Mau bagaimana lagi, sebenarnya dinantikan juga wisawatan. Karena kalau pakai Jeep pasti mampir sini. Habis dari Curug ke Swiss Van Java," imbuhnya.
Di sisi lain, pencarian terhadap tiga sepeda motor yang terbawa longsor di area parkir Curug Sikarim, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, kembali dilanjutkan pada Minggu (15/2/2026).
Pencarian dilakukan sejak pagi hari oleh tim gabungan setelah operasi sebelumnya dihentikan sementara akibat hujan deras dan kondisi lokasi yang membahayakan.
Dari hasil penyisiran awal, satu motor berhasil ditemukan di jalur sungai yang berada di bawah lereng lokasi longsor.
Koordinator TRC BPBD Kabupaten Wonosobo, Sabarno menyebut, tim telah menemukan satu motor yang terbawa longsor di Sikarim dengan radius sekira satu kilometer.
Dia menjelaskan, pencarian lanjutan dilakukan dengan strategi pembagian tim agar penyisiran material longsoran bisa lebih maksimal dan menjangkau titik-titik yang dicurigai.
Minggu pagi, tim terlebih dahulu menggelar apel sebelum bergerak ke lapangan.
"Apel pembagian tim untuk penyisiran lanjutan," lanjutnya.
Baca juga: Dukung Gerakan Nasional Indonesia Asri, Pemkab Wonosobo Awali Aksi Bersih Serentak
• Teror Rumah Boim di Pekalongan, Ditembaki Orang Tak Dikenal, Aksi Pelaku Terekam CCTV
Tim kemudian menyusuri aliran sungai yang diduga menjadi jalur terbawanya kendaraan saat longsor terjadi.
Sementara itu, pantauan Tribunjateng.com di lokasi menunjukkan area parkiran yang longsor telah dipasang garis peringatan untuk mencegah warga maupun wisatawan mendekat ke titik rawan.
Pembatas parkiran terlihat ikut terbawa material longsor, memperlihatkan kuatnya pergerakan tanah saat kejadian.
Di area parkir, hanya tampak beberapa kendaraan yang terparkir. Aktivitas wisata juga belum kembali normal.
Objek wisata Curug Sikarim tidak dibuka untuk sementara waktu.
Meski demikian, akses jalan utama menuju kawasan wisata dilaporkan dalam kondisi aman.
Tidak terlihat adanya kerusakan pada badan jalan karena titik longsor berada di area parkiran dan tidak terlalu dekat dengan jalur utama kendaraan.
Petugas masih terus melakukan penyisiran terhadap dua sepeda motor lainnya yang belum ditemukan.
Proses pencarian tetap mempertimbangkan faktor keselamatan personel mengingat kondisi tanah yang masih labil serta potensi longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun di kawasan perbukitan tersebut.
Sebelumnya, hujan dengan intensitas tinggi memicu terjadinya longsor di area parkiran Curug Sikarim pada Sabtu (14/2/2026) sore.
Material tanah dari lereng setinggi sekira 40 meter ambrol dan menyeret sejumlah motor milik pengunjung yang terparkir di lokasi.
Ada lima motor terdampak longsoran. Dua telah dievakuasi pada Sabtu (14/2/2026) petang dan satu ditemukan pada Minggu (15/2/2026) pagi, sehingga total dua motor yang masih dilakukan pencarian.
BPBD mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap waspada serta mematuhi rambu dan garis pengaman yang telah dipasang di sekitar lokasi kejadian. (*)