Geger, Mahasiswa UMY Ditemukan Tewas di Gudang Rumah Wonotunggal Batang
deni setiawan February 15, 2026 03:54 PM

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Polres Batang memastikan tidak ada tanda kekerasan terhadap penemuan seorang mahasiswa berinisial GC (23), warga Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, yang meninggal pada Sabtu (14/2/2026) siang. 

Korban diketahui merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Peristiwa tersebut terjadi di kediaman orangtua korban di Dukuh Wonotunggal.

Kasatreskrim Polres Batang, Iptu Albertus Sudaryono mengatakan, pihaknya menerima laporan sekira pukul 11.45.

Baca juga: Tradisi Cuci Karpet di Sungai Bendungan Kramat Batang Jelang Ramadan: Jadi Ladang Amal Rhomdon

• Teror Penembakan Rumah Anggota DPRD Jateng di Pekalongan, Boim: Pelaku Gunakan Motor Matic

“Setelah menerima laporan, petugas Unit Reskrim bersama piket SPKT Polsek Wonotunggal menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah TKP,” kata Iptu Albertus, Minggu (15/2/2026).

Berdasarkan keterangan, korban pertama kali ditemukan sekira pukul 11.20 oleh seorang kerabat yang hendak berkunjung ke rumah orangtua korban. 

Waktu itu, saksi mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa di area gudang rumah.

Saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk mengevakuasi korban sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wonotunggal.

Petugas yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP dan mengamankan beberapa barang bukti, termasuk seutas tali tambang berwarna biru yang ditemukan di lokasi.

Tim medis dari Puskesmas Wonotunggal yang melakukan pemeriksaan menyatakan korban meninggal akibat gangguan pernapasan (asfiksia). 

Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain selain bekas jeratan di bagian leher.

“Tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Luka yang ada hanya bekas jeratan di leher,” jelasnya.

Dari keterangan keluarga, dalam beberapa hari terakhir korban disebut sempat mengeluhkan persoalan akademik terkait penyusunan skripsi. 

Namun demikian, kepolisian menegaskan bahwa informasi tersebut masih berdasarkan keterangan awal dari pihak keluarga.

“Informasi yang kami peroleh, korban beberapa hari terakhir menyampaikan keluhan soal skripsi kepada keluarga,” tambahnya.

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. 

Keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan autopsi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.