Mulai dari gerakan pasar murah (GPM) jelang Ramadahan, pengukuhan pengurus dan anggota Komisi MUI Sulut, hingga pertunjukan drama kolosal sejarah Peristiwa Merah Putih di Manado.
Jelang Ramadan, ketersediaan bahan pangan pokok di Sulawesi Utara dipastikan aman.
Kepala Bulog Sulutgo, Ermin Tora, mengungkapkan saat ini stok beras yang tersedia di gudang Bulog mencapai 15 ribu ton.
Jumlah tersebut dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Mei 2026 mendatang.
Selain beras, Bulog juga memastikan ketersediaan gula pasir dalam kondisi aman dengan stok mencapai 145 ton yang tersebar di sejumlah gudang Bulog.
Sementara itu, stok minyak goreng tercatat mencapai 190 ribu liter dan dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ermin berharap ketersediaan stok yang mencukupi serta harga yang tetap terjangkau dapat membantu mengendalikan inflasi pangan menjelang Ramadan.
Baca selengkapnya
Pengurus dan anggota dari sembilan komisi di tubuh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara resmi dikukuhkan pada Sabtu (14/2/2026).
Prosesi pengukuhan berlangsung di Lantai 1 Hotel Sintesa Peninsula, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Wenang, Kota Manado.
Pengukuhan dilakukan oleh Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Nyai Safira Machrusah.
Sejumlah tokoh yang dikukuhkan sebagai ketua komisi masing-masing yakni KH Muyassir Arif, H Masrur Mustamat, Drs H Kudrat Dukalang, Drs H M.S. Anwar Sandiah, Prof Dr Ir H Sangkertadi, Hj Lutvia Alwi, Prof Dr Dra Hj Rukmina Gonibala, Drs H Ramli Makatungkang, serta KH Mashar Kinontoa.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari ini mengusung tema “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa.”
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta yang hadir.
Baca selengkapnya
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), membuka kegiatan peringatan Peristiwa Merah Putih yang digelar di Lapangan KONI Sario, Sabtu (14/2/2026) pagi.
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga Kota Manado dan sekitarnya. Dalam rangkaian acara, ditampilkan drama kolosal yang mengangkat sejarah perjuangan Peristiwa Merah Putih.
Pertunjukan tersebut mendapat apresiasi dari warga yang hadir. Rany, salah satu penonton, mengaku terpukau dengan drama yang menggambarkan perjuangan para pejuang dalam mengusir penjajah.
“Kami sangat terpukau dengan drama yang menggambarkan perjuangan para pejuang orang-orang dulu dalam mengusir para penjajah,” ujarnya.
Menurutnya, drama kolosal tersebut mencerminkan keberanian dan semangat juang para pahlawan Sulawesi Utara dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Dengan drama ini bisa membuat kita semakin bangga menjadi warga Sulut yang punya sejarah dalam mempertahankan daerah kita ini,” jelasnya.
Dalam sambutannya, YSK menegaskan bahwa Peristiwa Merah Putih bukan sekadar catatan sejarah, melainkan simbol keberanian, persatuan, dan harga diri rakyat Sulawesi Utara.
“Peristiwa Merah Putih bukan sekadar catatan sejarah. Ini adalah simbol keberanian, persatuan, dan harga diri rakyat Sulawesi Utara. Semangat itu harus terus kita warisi dan kita aktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Ia menambahkan, perjuangan para pendahulu tidak diraih dengan mudah. Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga keutuhan bangsa serta memperkuat persatuan di tengah berbagai tantangan zaman.
Baca selengkapnya