Update Harga Bahan Pokok Jelang Imlek dan Ramadan di Palangka Raya
Pangkan Banama Putra Bangel February 15, 2026 05:05 PM

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Harga telur ayam ras di Pasar Besar Palangka Raya hingga Minggu (15/2/2026) masih bertahan di angka Rp30.400 per kilogram menjelang perayaan Imlek dan masuknya bulan suci Ramadan sehari setelahnya.

Firman, salah satu pedagang telur di Pasar Besar Palangka Raya, mengatakan harga telur sudah beberapa hari terakhir tidak mengalami perubahan meski aktivitas belanja mulai meningkat.

“Masih di Rp30 ribuan  per kilo. Belum ada kenaikan, pembeli ramai tapi masih normal,” kata Firman saat ditemui di lapaknya.

Baca juga: Polsek Pahandut Tangkap Residivis Pencurian Motor, Diduga Beraksi Lebih dari Sekali

Baca juga: Anggur Diduga Berformalin di Palangka Raya, Disperindag Kalteng Tunggu Hasil Uji Lab

Baca juga: Gubernur Agustiar Sabran Ikut Joget Saat Silet Open Up Nyanyikan Tabola Bale

Menurut Firman, sejauh ini pasokan telur masih lancar dan belum ada kendala dari distributor.

Ia menyebut, biasanya kenaikan harga baru terasa ketika Ramadan sudah berjalan.

Selain telur, sejumlah bahan pokok lain juga terpantau relatif stabil.

Harga beras medium masih berada di kisaran Rp14.000 per kilogram, sementara beras premium dijual sekitar Rp17.000 per kilogram.

Untuk gula pasir, harga tercatat di angka Rp17.500 per kilogram.

Sementara itu, daging ayam ras dijual Rp40.000 per kilogram, dan Minyak Kita masih berada di harga Rp15.700 per liter.

Kondisi stabilnya harga telur tersebut dibenarkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Sugiyanto.

Menurutnya, pasokan telur saat ini masih berjalan normal karena ditopang produksi lokal.

“Kalau untuk telur, sebenarnya dari lokal sudah memproduksi. Memang ini pas momennya juga, jelang hari besar,” ujar Sugiyanto.

Ia menjelaskan, populasi ayam petelur di Palangka Raya saat ini berada di kisaran 130 ribu ekor, sehingga sebagian besar kebutuhan masyarakat masih bisa dipenuhi dari produksi lokal.

Meski begitu, pasokan dari luar daerah tetap masuk untuk menjaga ketersediaan.

“Sebagian memang masih dipasok dari luar. Kami sudah komunikasi dengan Kalimantan Selatan dan juga Kota Blitar,” katanya.

Menurut Sugiyanto, kerja sama dengan Blitar cukup membantu karena daerah tersebut telah memiliki gudang telur di Sampit, sehingga distribusi ke Palangka Raya, relatif lebih mudah.

“Pengusaha di sana sudah kontak langsung dengan pelaku usaha kita di sini. Jadi alurnya jelas,” ujarnya.

Untuk komoditas cabai, Sugiyanto menyebut harga justru mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.

Ia menambahkan, penurunan harga cabai dipengaruhi oleh pasokan yang kembali masuk ke pasar serta pengawasan rutin yang dilakukan pemerintah daerah.

“Kami rutin turun ke pasar untuk memantau harga, mutu, dan keamanan pangan,” katanya.

Menjelang Ramadan, Sugiyanto mengimbau masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Yang penting masyarakat tidak panik. Ketersediaan bahan pangan aman dan kualitasnya tetap kami awasi,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.