TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Fakfak menjelaskan bahwa KRI Gulamah-869 saat ini tengah berada di wilayah perairan Arguni, Kabupaten Fakfak.
Kapal perang tersebut dikenal memiliki kecanggihan teknologi yang membanggakan Indonesia.
Komandan Lanal (Danlanal) Fakfak, Mayor Laut (P) Bentar Arif Wibisono, menyebut kehadiran KRI Gulamah-869 bukan hal baru bagi masyarakat Fakfak.
“Kapal semacam ini sudah beberapa kali berkunjung ke Fakfak, termasuk wilayah Arguni. Terakhir pada Agustus 2025 lalu,” ujarnya di Fakfak, Minggu (15/2/2026).
Pada tahun 2025, KRI Gulamah-869 juga pernah melaksanakan kegiatan di perairan Arguni dalam mendukung program penukaran uang oleh Bank Indonesia bagi masyarakat pesisir dan wilayah terpencil.
Baca juga: Lanal Fakfak Bangun Sinergitas dengan Wartawan
Mayor Laut Bentar menegaskan, kapal tersebut memiliki fungsi utama menjaga keamanan laut Indonesia, termasuk melindungi objek vital nasional.
“Patroli dan pengamanan perairan dilakukan untuk mencegah ancaman seperti penyelundupan, illegal fishing, hingga pelanggaran batas wilayah,” jelasnya.
Menurutnya, kehadiran unsur TNI AL berupa KRI di perairan Arguni merupakan bagian dari tugas patroli rutin dalam rangka menjaga keamanan dan kedaulatan laut.
Pelaksanaan patroli laut juga mengacu pada ketentuan hukum laut internasional, khususnya prinsip-prinsip dalam United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.
“Hal ini terkait hak dan kewenangan negara pantai dalam menjaga keamanan serta melakukan pengawasan di wilayah perairannya,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa keberadaan KRI Gulamah-869 tidak berkaitan dengan eskalasi konflik atau tindakan represif, melainkan semata-mata untuk menjamin situasi keamanan dan ketertiban laut tetap kondusif.
“Berdasarkan pemantauan terakhir, situasi perairan Arguni dalam keadaan aman dan terkendali, serta tidak terdapat gangguan keamanan menonjol,” tutupnya.