TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kunjungan wisata di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, menunjukkan peningkatan yang positif dibandingkan hari-hari biasanya.
Peningkatan kunjungan ini tak lepas dari momen Coast to Coast Night Trail Ultra 2026 yang digelar di Laguna View Depok pada Sabtu-Minggu (14-15/2/2026).
Koordinator TPR Pantai Parangtritis, Rohmad Ridwan, mengatakan selama tiga hari terakhir sudah ada belasan ribu wisatawan dari berbagai daerah yang memasuki kawasan selatan TPR Pantai Parangtritis.
Sejak Jumat (13/2/2026), tercatat jumlah kunjungan mencapai 2.608 wisatawan.
"Kemudian, pada Sabtu (14/2/2026) lalu, jumlah kunjungan meningkat hampir tiga kali dibandingkan hari sebelumnya atau mencapai 7.496 wisatawan. Lalu, hari ini, pada Minggu (15/2/2026) sejak pukul 00.00 WIB-09.00 WIB, terdapat 3.916 wisatawan. Dan kondisi kunjungan hari ini diperkirakan masih akan terus meningkat," katanya, saat dijumpai wartawan di TPR Pantai Parangtritis.
Ia pun sempat membandingkan kondisi kunjungan wisatawan melalui retribusi Parangtritis pada sepekan yang lalu.
Di mana, pada Jumat (6/2/2026) hanya terdapat 2.139 wisatawan, Sabtu (7/2/2026) terdapat 5.151 wisatawan dan pada Minggu (8/2/2026) terdapat 8.185 wisatawan.
Menurutnya, kenaikan kunjungan wisatawan itu terjadi dari dampak positif event Coast to Coast Night Trail Ultra 2026 dengan jumlah peserta mencapai 5.888 orang.
Maka dari itu, tak heran ada banyak wisatawan dari peserta itu yang turut serta menghabiskan waktu di kawasan Pantai Parangtritis.
Kendati demikian, tak sedikit pula wisatawan dari luar kota non pelari Coast to Coast Night Trail Ultra 2026 yang benar-benar ingin menikmati momen libur di kawasan selatan Bumi Projotamansari.
Bahkan, kendaraan bus pelat luar kota cukup banyak melintas dan memasuki Pantai Parangtritis.
Baca juga: Kankemenag Bantul Imbau Masyarakat Saling Hormati Bila Ada Perbedaan Waktu Puasa Ramadan
Terpantau pada Minggu (15/2/2026) pagi, terdapat beberapa unit bus yang membawa rombongan pelajar asal Tegal, Jawa Tengah untuk menikmati momen libur akhir pekan di kawasan Pantai Parangtritis.
Kemudian ada pula pasangan suami istri asal Surabaya, Jawa Timur, yang sedang berlibur di DIY dan menikmati momen libur di Pantai Parangtritis.
"Ya harapan kita momen ini dapat meraup pundi-pundi pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi objek wisata. Karena, biasanya menjelang Ramadan itu tren peningkatan wisatawan saat momen padusan saja. Tapi, karena ini bertepatan dengan long weekend, jadi ada tren kunjungan wisatawan yang positif," paparnya.
Di sisi lain, ia turut menyinggung bahwa sampai saat ini mulai banyak wisatawan yang melakukan pembayaran tarif retribusi menggunakan QR code atau cashless.
Namun, jumlahnya tidak sebanyak wisatawan yang membayar retribusi dengan menggunakan uang cash atau tunai.
"Untuk kendala melalui pembayaran QRIS (QR code) biasanya ada di sinyal. Lalu, kemungkinan itu karena aplikasinya. Jadi, kalau kita memberikan layanan kepada pengunjung, ada sedikit trouble jadi menunggu agak lama. Kadang enggak bisa keluar struk pembayaran, tetapi transaksi sudah masuk. Jadi, kita nanti menyesuaikan setelah adanya laporan dari pihak bank" tutur dia.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa sampai saat ini masih banyak wisatawan yang tidak membayar tarif retribusi Pantai Parangtritis.
Pasalnya, sebagian besar masyarakat ada yang hanya melintasi kawasan itu dikarenakan akan berkunjung ke wisata Kabupaten Gunungkidul. Sayangnya, ia tidak bisa menyebut persentase tersebut.
"Yang jelas, kemarin ada arahan dari Pak Bupati Bantul kalau wisatawan yang betul-betul ke Kabupaten Gunungkidul ya tidak harus membayar tarif retribusi di Pantai Parangtritis," tandasnya.(*)