Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Ramadan, Wakil Ketua DPR RI Hadirkan Pasar Murah di Bandung
Muhamad Syarif Abdussalam February 15, 2026 05:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, langkah konkret kembali ditunjukkan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, dengan menggelar Pasar Murah sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi tekanan harga kebutuhan pokok.

Kali ini, kegiatan tersebut menyapa warga Desa Pangauban, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Ribuan orang memadati lokasi demi memperoleh bahan kebutuhan harian dengan harga lebih ringan dari pasaran. Agenda itu berlangsung bersamaan dengan Konferensi PWCNU Kecamatan Pacet pada Minggu, 15 Februari 2026.

Cucun menerangkan, pasar murah tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari tradisi Munggahan yang identik dengan penyambutan Ramadan secara penuh kegembiraan. Di sisi lain, program ini juga dimaksudkan untuk menjaga kemampuan belanja masyarakat ketika harga pangan berpotensi merangkak naik.

Menurutnya, lonjakan permintaan jelang puasa kerap menjadi pemicu inflasi. Karena itu, ia menilai kolaborasi lintas pihak menjadi strategi penting agar stabilitas harga tetap terjaga.

"Kita bekerja sama dengan teman-teman di Kabupaten Bandung untuk menekan inflasi karena demand sangat tinggi menghadapi Ramadan ini," ujar Cucun.

"Tujuannya jelas, agar masyarakat bisa akses lebih dekat dan membeli barang di bawah harga pasar," sambungnya.

Suasana di lokasi menunjukkan antusiasme yang begitu terasa. Warga tampak berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan dapur mereka. Berbagai komoditas pokok disiapkan agar masyarakat dapat berbelanja dengan lebih tenang.

"Semua kebutuhan menghadapi puasa untuk ibu-ibu di Desa Pangauban ini kita bantu siapkan melalui pasar murah ini," jelasnya.

Legislator asal Kabupaten Bandung itu menyampaikan, kegiatan serupa telah beberapa kali ia kawal, baik secara mandiri maupun melalui kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan serta Badan Pangan Nasional.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bandung yang dinilai konsisten dalam pengendalian inflasi hingga memperoleh bonus insentif dari pemerintah pusat. Dalam kapasitasnya sebagai pimpinan DPR RI, ia memastikan fungsi pengawasan tetap dijalankan.

"Saya sekaligus melakukan pengawasan, apakah betul Pemda Kabupaten Bandung melakukan pengendalian inflasi dengan selalu menggelar pasar murah," tuturnya.

"Ini adalah bukti negara hadir di saat rakyat membutuhkan, terutama saat momen harga pangan mulai merangkak naik," jelasnya.

Di tengah keramaian itu, wajah Fatimah, warga Kecamatan Pacet, tampak berbinar saat membawa belanjaannya dari area Pasar Murah Desa Pangauban. Baginya dan para ibu rumah tangga lainnya, kegiatan ini terasa seperti penyejuk di tengah kekhawatiran akan kenaikan harga pangan menjelang Ramadan.

Fatimah mengaku sistem kupon dengan potongan harga besar benar-benar membantu pengeluaran rumah tangga. Ia bahkan menyebut harga yang ia dapatkan jauh di bawah harga normal.

"Sangat membantu banget mau masuk bulan Ramadan. Tadi belanja minyak, harga normalnya Rp31.000, tapi karena ada potongan (kupon) Rp15.000, saya cuma bayar Rp16.000," ujar Fatimah.

"Terus mau beli beras juga, dari harga Rp70.000 jadi jauh lebih murah karena ada potongan Rp50.000," jelasnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada DPR RI atas inisiatif tersebut di wilayahnya. Menurut Fatimah, program semacam ini benar-benar dinantikan oleh masyarakat kecil yang membutuhkan bantuan nyata.

"Hatur nuhun (terima kasih) buat Pak Haji Cucun, semoga bisa terus membantu masyarakat yang membutuhkan. Harapannya, mudah-mudahan ke depannya sering-sering ada pasar murah seperti ini," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.