TRIBUNJATIM.COM - Viral aksi warga jadikan jalan rusak wisata bermain air.
Warga memberi nama kubagan air itu 'wisata Telaga Sewu'.
Aksi ini dilakukan warga Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur.
Mereka merasa kecewa jalan rusak itu tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah kabupaten (pemkab).
Baca juga: Jalan Rusak di Sidoarjo Disidak Bupati, Targetkan Rampung Sebelum Lebaran
Dalam video yang viral di media sosial, terlihat sejumlah anak bermain di kubangan air berwarna cokelat.
Tampak juga bola-bola beraneka warna mengambang dan menjadi mainan anak-anak tersebut.
Ukuran kubangan akibat jalan berlubang itu cukup besar dan ada beberapa kubangan-kubangan lain berukuran kecil.
Warga bahkan memasang plang nama lokasi itu sebagai tempat wisata "Telaga Sewu".
Salah satu warga Kecamatan Purbolinggo, Suprayitno (40) mengaku aksi itu adalah bentuk kekecewaan masyarakat karena jalan itu tidak pernah diperbaiki.
Menurutnya, kerusakan jalan itu semakin parah karena Pemkab Lampung Timur seakan menutup mata dan tidak memperdulikan masyarakat setempat.
"Kalau hujan ya begitu, Mas. Bukan lagi jadi kubangan, tapi jadi kolam," kata dia dihubungi dari Bandar Lampung, Minggu (15/2/2026), melansir dari Kompas.com.
Warga lainnya, Sutikno (38) mengatakan jalan yang dijadikan lokasi wisata "Telaga Sewu" itu termasuk akses utama dari Kecamatan Purbolinggo ke wilayah lain.
"Kalau mau ke Kota Metro atau Sukadana (Lampung Timur) ya lewat situ," katanya.
Kondisi jalan rusak itu jelas menghambat akses masyarakat dan perputaran ekonomi di Kecamatan Purbolinggo.
"Ya tunggu aja bakal putus aksesnya kalau tidak diperbaiki," kata dia.
Saat dikonfirmasi, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah mengatakan, dia telah memerintahkan dinas terkait untuk menimbun jalan tersebut.
Di samping itu jalan yang sempat viral tersebut telah dimasukkan dalam anggaran pemkab untuk dilakukan pembenahan.
"Kami juga berterimakasih kepada masyarakat dan temen temen media yang telah memberikan dukungan, perhatian, dan informasi yang membangun" katanya.
Aksi memperbaiki fasilitas umum dengan swadaya masyarakat kembali terjadi di Bondowoso.
Kali ini warga Dusun Krajan, Desa Sumberanyar, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso.
Mereka memperbaiki jalan yang disebut rusak bertahun-tahun namun tak mendapat perhatian dari pihak berwenang.
Jalan yang rusak memiliki lebar sekitar dua meter dengan panjang kurang lebih 10 meter.
Salah satu warga setempat, Baeni mengatakan, kerusakan jalan sudah terjadi sejak 2019.
Saat itu, kondisi jalan masih bisa dilalui meski mulai mengalami kerusakan ringan.
Namun sejak 2020, kerusakan semakin parah dari tahun ke tahun.
Puncaknya tahun ini, jalan tersebut sudah tak bisa dilintasi warga karena rusa total.
Baca juga: Sosok Pengusaha Kasur Perbaiki Jalan Rusak Pakai Uang Pribadi, 15 Tahun Tak Dijamah Pemerintah
“Awalnya masih bisa dilewati, tapi lama-lama makin rusak," terangnya dikonfirmasi Kamis (22/1/2026).
Ia menyebut kerusakan ini diperkirakan terjadi karena paving jalan rusak.
Sehingga air sering meluap. Sehingga permukaan jalan menjadi licin dan membahayakan pengguna.
Selain itu kata dia, saluran gorong-gorong (tempolong) juga hancur sehingga harus diganti dengan yang baru.
Karena inilah, warga kemudian sepakat melakukan perbaikan secara swadaya.
Mereka menyumbang bahan bangunan sesuai kemampuan.
Ada yang menyumbang semen, pasir, serta tempolong sebanyak 3 buah.
“Total semen yang dipakai ada 13 sak. Semua murni sumbangan warga," jelasnya.
Baca juga: Jalan Rusak dan Rampu Rem Tak Menyala Picu Kecelakaan Beruntun di Tulungagung, Pegawai Pemkab Tewas
Pengerjaannya juga dilakukan sendiri oleh masyarakat.
Ada sekitar 15 orang yang ikut bergotong royong.
Terlihat sejumlah anak-anak juga ikut membantu.
Awalnya, perbaikan ditargetkan selesai dalam satu hari.
Namun karena hujan, pengerjaan harus dilanjutkan ke hari ini, Kamis (22/1/2026).
“Insyaallah hari ini rampung,” kata Baeni.
Warga berharap, dengan perbaikan ini, akses jalan kembali bisa digunakan dan aktivitas masyarakat menjadi lancar.
“Ini demi kepentingan bersama. Kami berharap ke depan jalan ini bisa lebih awet dan tidak rusak lagi,” pungkasnya.