5 Berita Populer Kota Bengkulu 9–15 Februari 2026: Pasien JKN hingga Proyek Rumah Pompa
Ricky Jenihansen February 15, 2026 05:48 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

1. Peringatan Dini Cuaca Bengkulu 15–17 Februari 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Provinsi Bengkulu pada periode 15 hingga 17 Februari 2026.

Berdasarkan rilis resmi BMKG, sejumlah wilayah di Bengkulu berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak hidrometeorologi seperti genangan air, banjir lokal, tanah longsor, serta pohon tumbang.

Sebaran Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Pada Minggu, 15 Februari 2026, level waspada (hujan sedang hingga lebat) berpotensi terjadi di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur.

Sementara itu, level siaga (hujan lebat hingga sangat lebat) diperkirakan terjadi di Mukomuko, Bengkulu Utara, dan Lebong.

Memasuki Senin, 16 Februari 2026, BMKG memprediksi potensi hujan dengan status waspada masih terjadi di Mukomuko, Bengkulu Utara, Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur.

Pada hari yang sama, level siaga juga berpotensi terjadi di wilayah yang sama.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Bengkulu 15–17 Februari 2026, Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang

2. Testimoni Pasien JKN di Bengkulu

Pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Jemmy, merasakan langsung manfaat program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan setelah menjalani terapi cuci darah rutin selama satu tahun terakhir.

Jemmy mengaku harus menjalani hemodialisis sebanyak dua kali dalam seminggu akibat penyakit yang menyerang fungsi ginjalnya.

Ia mengatakan, tanpa adanya jaminan kesehatan, biaya yang harus dikeluarkan untuk satu kali tindakan cuci darah bisa mencapai Rp900 ribu hingga Rp1 juta.

“Kalau pasien umum, biaya cuci darah itu mahal. Bisa hampir satu juta sekali tindakan. Sementara saya harus dua kali seminggu, jadi sangat terbantu dengan adanya program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan,” ujar Jemmy.

Ia menceritakan awal mula penyakitnya terdeteksi ketika mengalami keluhan saat berolahraga.

Saat itu, ia merasa kondisi tubuhnya tidak normal dan beberapa gejala mulai muncul, termasuk perubahan warna kulit yang menurutnya terlihat lebih gelap dari biasanya.

Merasa ada yang tidak beres, Jemmy kemudian berkonsultasi dengan beberapa dokter.

Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dokter menyatakan kondisinya harus segera ditangani karena berpotensi semakin memburuk apabila terlambat mendapatkan perawatan.

Baca juga: Testimoni Pasien JKN di Bengkulu, Jalani Cuci Darah 2 Kali Seminggu: BPJS Kesehatan Sangat Membantu

3. Jelang Ramadan, Pemkot Bengkulu Salurkan 1.569 Paket Sembako

Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Bengkulu bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bengkulu menyalurkan sebanyak 1.569 paket sembako kepada imam, khatib, bilal, gharim, rubi/rubiyah, serta guru ngaji se-Kota Bengkulu.

Penyaluran bantuan sosial ini dilaksanakan di Masjid Agung At-Taqwa, Kelurahan Anggut Atas, Rabu (11/2/2026).

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menjelaskan penyaluran bantuan ini merupakan program rutin pemerintah daerah melalui Baznas sebagai bentuk perhatian kepada para tokoh agama dan tenaga pengajar keagamaan yang berperan aktif dalam pembinaan umat di tengah masyarakat.

Menurutnya, bantuan sembako ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memberikan dukungan kepada tokoh agama yang selama ini berkontribusi besar dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan sosial di Kota Bengkulu.

"Kegiatan ini adalah bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah kepada para tokoh agama dan guru ngaji yang selama ini berperan penting dalam pembinaan umat," kata Dedy.

Baca juga: 1.569 Paket Sembako Disalurkan untuk Imam dan Guru Ngaji di Kota Bengkulu

4. Jalan Kedondong Disiapkan Jadi Pasar Subuh

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus melakukan penataan kawasan Pasar Panorama.

Pada era kepemimpinan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing, salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan yakni menjadikan Jalan Kedondong sebagai lokasi resmi pasar subuh yang tertata rapi melalui pengaturan waktu berdagang.

Hal ini diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Plt Disperdagrin) Kota Bengkulu, Alex Periansyah.

Ia mengatakan Jalan Kedondong dinilai memiliki potensi sebagai pusat aktivitas perdagangan subuh karena memiliki panjang sekitar 300 meter.

Kawasan tersebut diproyeksikan mampu menampung hingga 350 pedagang.

Menurut Alex, penataan ini dilakukan untuk menciptakan kawasan pasar yang lebih tertib sekaligus mengurangi kesemrawutan pedagang yang selama ini masih berjualan secara terpencar di sejumlah titik.

Pada tahap awal, sebanyak 151 pedagang akan direlokasi ke Jalan Kedondong.

Para pedagang tersebut terdiri dari penjual sayur-mayur, bumbu dapur, ayam, hingga kue yang sebelumnya berjualan di Jalan Semangka dan area sekitar Pasar Panorama.

"Untuk tahap awal ada 151 pedagang yang akan kita pindahkan. Mereka selama ini masih berjualan terpencar dan belum tertata," jelasnya.

Baca juga: Jalan Kedondong Panorama Bengkulu Bakal Jadi Pasar Subuh Lima Enam, Tampung 350 Pedagang

5. Harapan Warga pada Penyelesaian Proyek Rumah Pompa Air

Pembangunan rumah pompa air di salah satu kawasan rawan genangan di Kota Bengkulu kini memasuki tahap akhir pengerjaan pada Minggu (15/2/2026).

Warga sekitar berharap proyek tersebut segera rampung agar dapat berfungsi optimal dalam mengurangi genangan yang selama ini kerap terjadi saat hujan deras.

Hal ini diungkapkan oleh Nurhayani, salah satu warga di kawasan tersebut.

Ia menjelaskan wilayah tersebut sejak lama dikenal sebagai daerah yang sering tergenang karena berada dekat pusat aliran air.

Menurutnya, genangan hampir selalu muncul setiap kali hujan dengan intensitas tinggi.

"Kalau dulu memang sering banjir, dari dulu jalan ini pasti tergenang kalau hujan deras," kata Nurhayani.

Ia menilai kondisi saat ini mulai terasa sedikit lebih baik dibandingkan sebelumnya, terutama pada akses jalan.

Namun, karena rumah pompa belum berfungsi penuh, warga masih menunggu dampak nyata setelah proyek selesai.

"Sekarang sudah agak mendingan, tapi kita masih menunggu nanti setelah pompanya benar-benar berjalan," tambahnya.

Pantauan TribunBengkulu.com di lokasi, bangunan rumah pompa terlihat hampir selesai.

Beberapa pekerja masih melakukan tahap finishing, seperti pengecatan pagar dan bangunan, serta pembersihan area kerja dari lumpur dan sisa material.

Baca juga: Proyek Rumah Pompa Air Bengkulu Bawa Berkah, Warga Dapat Pekerjaan dan Warung Makin Ramai

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.