TRIBUNMANADO.CO.ID – Usianya baru 20 tahun, tapi langkahnya sudah menembus hingga ke Negeri Sakura Jepang.
Namanya Gabriela Tabita Thambas, S.Ars.
Ia adalah mahasiswi Jurusan Arsitektur di Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Sulut yang menuntaskan studi dalam 3,5 tahun dengan predikat cum laude.
Bukan cuma unggul di kelas, Gabriela juga aktif mengharumkan nama kampus lewat prestasi, program internasional, hingga karya seni.
Dalam tugas akhirnya berjudul “City Library and Learning Center in Manado Blended Wabi Sabi Principles with Minahasan Cultural Identity”, Gabriela memadukan konsep arsitektur Jepang dengan identitas budaya Minahasa.
Menariknya, presentasi ujian tugas akhir tersebut disampaikan dalam dua bahasa, yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang.
Deretan pengalaman internasional turut mewarnai perjalanan selama menempuh pendidikan.
Gabriela mengikuti program pertukaran mahasiswa di Saga University pada 2024–2025.
Ia juga sempat mengikuti program di Ibaraki College of Technology pada 2025, serta menjalani magang di Ryonetsu Construction Company yang berlokasi di Fukuoka, Jepang.
Di tingkat lokal, Gabriela aktif mengikuti kompetisi debat LIDN Sulawesi Utara dan beberapa kali tampil dalam kegiatan live painting performance.
Pada 2025, ia terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi Fakultas Teknik serta Mahasiswa Berprestasi III tingkat universitas.
Ia juga pernah menyandang gelar Noni Fakultas Teknik 2024 dan Wakil II Noni Unsrat 2024.
Tak hanya bicara soal prestasi, Gabriela juga membagikan pesan motivasi bagi generasi muda di Sulawesi Utara agar berani bermimpi besar dan memanfaatkan setiap peluang yang ada.
“Jangan merasa minder hanya karena kita dari daerah. Kesempatan itu terbuka untuk siapa saja yang mau berusaha. Kuncinya konsisten, mau belajar, dan berani keluar dari zona nyaman,” ujar Gabriela, Minggu (15/2/2026)
Cewek kelahiran Manado, 25 Juni 2005 ini menilai, pengalaman mengikuti berbagai program dan kompetisi justru menjadi ruang belajar di luar kelas yang sangat berharga.
“Ikut kegiatan, lomba, pertukaran pelajar, atau magang itu memang capek, tapi di situ kita belajar banyak hal yang tidak kita dapatkan di ruang kelas. Jangan tunggu siap dulu baru melangkah, karena siap itu datang sambil jalan,” katanya.
Menurut Gabriela, kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan.
“Saya juga pernah ragu dan lelah. Tapi kalau jatuh, bangkit lagi. Pelan-pelan tidak apa-apa, yang penting jangan berhenti,” tutupnya.
Baca juga: Gabriela Thambas, Mahasiswi Unsrat Berprestasi Terpilih ke Jepang Progam Pertukaran Mahasiswa
1. Mahasiswa Berprestasi Fakultas Teknik 2025
2. Mahasiswa Berprestasi III tingkat Universitas Sam Ratulangi
3. Noni Fakultas Teknik 2024
4. Wakil II Noni Unsrat 2024
5. Student Exchange Saga University Jepang (2024–2025)
6. Program Ibaraki College of Technology (Kosen), Jepang (2025)
7. Magang di Ryonetsu Construction Company HQ, Fukuoka
8. Aktif dalam kompetisi debat LIDN Sulawesi Utara
9. Tampil live painting performance di berbagai kegiatan
(TribunManado.co.id/Pet)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini