TRIBUN-MEDAN.COM, BATANGTORU - PT Agincourt Resources (AR) melakukan pengambilan sampel air sisa proses limbah yang dialirkan ke Sungai Batangtoru, Minggu (15/2/2026).
Praktik ini telah berlangsung sejak 2013 lalu, setiap pelepasan air sisa proses yang rutin dilakukan sekali dalam satu bulan.
Pemantauan dan pengawasan melibatkan perwakilan warga 15 desa yang berada di lingkar tambang, yang tergabung dalam Tim Terpadu.
Dalam pelaksanaannya, Tim Enviro PT AR bertugas mengambil sampel, dan sekaligus dilakukan pemantauan dan pengawasan yang melibatkan Tim Terpadu.
Pelaksanaan hari ini dibagi dalam dua tim.
Tim pertama melakukan pengambilan sampel air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tambang Emas Martabe, serta di titik pertama pelepasan air sisa proses ini.
Dan tim kedua berada di aliran Sungai Batangtoru.
PTAR memiliki IPA yang disebut water polishing plant (WPP).
Di tempat ini air diolah dulu sebelum dirilis ke lingkungan dengan menggunakan pipa sepanjang 6,6 km sampai ke sungai Batangtoru.
"Tim terpadu melakukan sampling setiap bulan yang dihadiri oleh masyarakat, perwakilan dari masyarakat di lingkar tambang, juga keterlibatan dari keterlibatan daerah," kata
Superintendent Environmental Monitoring PT AR Bayu Ariyanto.
4 titik
Pengambilan sampel yang dilakukan di empat titik aliran sungai Batangtoru.
Yakni titik 500 meter dari percampuran air sisa, titik 1.000 meter, titik 1.500 meter masing-masing dalam wilayah Ronggang, dan titik 2.000 meter yang berada di Pulo Godang.
Masing-masing sampel air dimasukkan ke dalam botol bebas reaksi, yang memungkinkan zat yang terkandung di dalamnya tetap netral.
Botol berisi sampel ini kemudian dimasukkan ke dalam wadah peti dan disegel disaksikan Tim Terpadu.
Selanjutnya, sampling yang sudah diambil akan dibawa ke PT Intertek Utama Services yang memiliki laboratorium independen, di Jakarta.
"Kemudian dibacakan, dievaluasi oleh tim ahli. Tim ahli melibatkan dari akademisi, baik dari USU ataupun dari Kabupaten. Kemudian setiap enam bulan sekali kita lakukan kesehatan diseminasi," katanya.
Bayu menambahkan, sampel bulan satu, dua dan tiga, itu diseminasi di bulan empat. Begitu juga di bulan empat, lima dan enam diumumkan di bulan tujuh.
"Ratusan warga lingkar tambang hadir dan akan menerima penjelasan dari pakar," pungkasnya.
Peran warga
Muhammad Nur Pardede, anggota Tim Terpadu dari warga Batangtoru mengaku, berperan mengamati langsung pengambilan sampel air sisa proses yang dilakukan PT AR di sungai.
"Peran kami di dalam pengambilan sampel ini adalah mengamati pengambilan sampel sampai proses uji lab di Jakarta, kami juga dilibatkan," ujarnya.
Apakah ada persoalan atau masalah yang ditemui warga selama proses pengambilan air sisa proses?
"Sejauh ini ya Alhamdulillah tidak ada permasalahan. Selama dua tahun ini, belum ada keluhan masyarakat," katanya.
Berani minum?
Ditanya, apakah berani meminum air sisa proses limbang yang dibuang PT AR ke Sungai Batangtoru, Pardede menolak.
"Ngapain kita mau minum itu," ujarnya.
Koordinator Divisi Sampling dari Pegawai Dinas Lingkungan Hidup Herman Siregar yang ikut dalam kegiatan ini, mengaku rutin mendampingi proses pengambilan sampel yang dilakukan Tim Terpadu di Sungai Batangtoru.
"Setiap sekali sebulan. Kami hadir untuk memantau dan mengawasi kegiatan yang dilakukan PT AR sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujarnya.
(ase/ Tribun-medan.com)