Gas LPG Langka di Rejang Lebong, Tim Pengendali Inflasi Daerah Turun Cek Stok di Lapangan
Ricky Jenihansen February 15, 2026 05:48 PM

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Keluhan masyarakat Kabupaten Rejang Lebong terkait tingginya harga gas elpiji 3 kilogram kembali terjadi.

Di tingkat warung eceran, harga gas subsidi tersebut dijual dengan kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per tabung.

Harga tersebut berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Kondisi ini kerap terjadi setiap tahun, terutama menjelang bulan Ramadhan.

Masyarakat mengeluhkan kenaikan harga serta antrean panjang di sejumlah pangkalan dan warung pengecer.

Terbaru, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Rejang Lebong melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Minggu (15/2/2026).

Sidak dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok serta memantau langsung proses penyaluran gas elpiji 3 kilogram di lapangan.

Pemda Pastikan Tambahan Kuota untuk Ramadhan

Asisten II Setdakab Rejang Lebong, Titin Verayensi, saat diwawancarai wartawan TribunBengkulu.com menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mendapatkan tambahan kuota gas elpiji 3 kilogram untuk menghadapi bulan Ramadhan.

Pihaknya memastikan tambahan tersebut diperuntukkan langsung bagi masyarakat.

“Kami pastikan bahwa masyarakat langsung yang menerima. Kami tunggu sampai masyarakat habis membelinya, satu masyarakat dapat satu tabung,” sampainya.

Menurutnya, tim turun langsung ke pangkalan untuk mengawasi proses distribusi.

Tujuannya agar penyaluran tepat sasaran dan dapat mengurangi potensi kelangkaan yang tengah terjadi.

“Kami langsung pantau agar memang masyarakat langsung yang membelinya. Ini agar kelangkaan gas bisa teratasi," jelasnya.

Tambahan Pasokan Masuk Saat Hari Libur

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM) Rejang Lebong, Anes Rahman, menjelaskan bahwa terdapat penambahan pasokan khusus elpiji 3 kilogram pada pertengahan Februari.

Ia menyebutkan, pada 15 Februari 2026 telah masuk tambahan pasokan sebesar 80 persen dari kuota harian biasa.

Selanjutnya, pada 17 Februari 2026 akan kembali masuk tambahan pasokan sebesar 100 persen dari kuota harian.

Menurut Anes, distribusi tetap dilakukan meskipun bertepatan dengan hari libur.

“Kalau biasanya tanggal merah gas tidak masuk, maka pada 15 dan 17 Februari tetap masuk sebagai tambahan. Ini untuk mengantisipasi kelangkaan gas di bulan Ramadhan,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk ikut mengawasi distribusi agar tambahan kuota tersebut tepat sasaran.

Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Tergantung masyarakat juga, tolong bantu awasi semua pangkalan, Tujuannya agar penambahan ini tepat sasaran. Jika ada informasi dapat disampaikan ke kami. Sampai sekarang belum ada laporan dari masyarakat. Kami juga mengimbau agar tidak terjadi panic buying,” kata Anes.

Warga Keluhkan Harga dan Antrean

Dari pantauan TribunBengkulu.com di sejumlah pangkalan pada Minggu (15/2/2026), terlihat antrean panjang masyarakat yang menunggu pembelian gas elpiji 3 kilogram.

Sebagian warga mengaku harus datang lebih awal agar mendapatkan tabung gas.

Beberapa warga menyampaikan bahwa kenaikan harga di tingkat eceran terjadi hampir setiap tahun menjelang Ramadhan.

Mereka berharap ada langkah pengawasan yang lebih tegas dan berkelanjutan dari pemerintah agar harga tetap sesuai ketentuan serta distribusi berjalan lancar.

"Tolong pak solusinya, setiap tahun selalu terjadi begini, susah sekali dapat gas," ungkap seorang warga, Elpa.

Masyarakat juga meminta agar pengawasan tidak hanya dilakukan saat sidak, tetapi terus dilakukan secara rutin guna mencegah kelangkaan yang kerap terjadi.

Mereka menduga adanya penggunaan gas elpiji yang tidak sesuai sehingga kelangkaan gas masih sering terjadi.

"Pantau pangkalan-pangkalan pak, terkadang kami datang masa langsung habis, padahal baru masuk," sahut warga lainnya, Ayu.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.