TRIBUN-TIMUR.COM - Sore di Pelabuhan Bajoe.
Angin berembus pelan, suasana khas pesisir sanat kuat.
Di waktu seperti inilah, pelabuhan di Kecamatan Tanete Riattang Barat itu kembali menjadi magnet bagi warga Kabupaten Bone.
Letaknya yang hanya sekitar tujuh kilometer dari pusat Kota Bone membuat Pelabuhan Bajoe mudah dijangkau.
Dengan sepeda motor, perjalanan cukup 10 hingga 15 menit.
Tak heran, menjelang petang, arus kendaraan mengalir menuju dermaga seakan semua orang punya janji yang sama dengan senja.
Di akhir pekan, suasana semakin hidup.
Keluarga datang membawa tikar dan bekal sederhana.
Anak-anak berlarian kecil di tepi pelabuhan, sesekali menunjuk kapal yang melintas di kejauhan.
Para orang tua duduk bersila, berbagi cerita ringan sambil menikmati angin laut yang menyejukkan.
Tak jauh dari mereka, muda-mudi memadati sisi dermaga.
Ada yang berswafoto dengan latar langit jingga, ada pula yang hanya duduk berdampingan, membiarkan debur ombak menjadi musik pengiring percakapan.
Ombak yang memecah pelan di sisi beton dermaga menghadirkan ketenangan yang sulit dijelaskan sederhana, tetapi menenangkan.
Sebagian lainnya datang dengan kail dan umpan.
Bagi para pemancing, kawasan ini bukan sekadar tempat menikmati pemandangan, melainkan spot favorit untuk menunggu tarikan ikan sambil menikmati sore.
Menariknya, suasana nyaman itu bisa dinikmati tanpa biaya besar.
Pengunjung hanya dikenakan tarif Rp2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp5.000 untuk roda empat.
Harga yang bersahabat membuat pelabuhan ini menjadi pilihan rekreasi murah meriah bagi masyarakat.
Di sekitar area, penjual minuman dan jajanan ringan turut meramaikan suasana.
Segelas kopi hangat atau minuman dingin di tangan terasa pas menemani detik-detik matahari tenggelam.
Rifaldi (24), salah satu pengunjung, mengaku hampir setiap pekan menyempatkan diri datang.
“Kalau sore begini, tempatnya bagus sekali. Anginnya sejuk, pemandangannya indah. Pas buat hilangkan penat,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Hal serupa dirasakan Nur Aisyah (30) yang datang bersama keluarga kecilnya.
Baginya, Pelabuhan Bajoe adalah ruang sederhana untuk menciptakan momen kebersamaan.
“Anak-anak senang lihat laut dan main di area sekitar. Tiket masuknya murah dan tempatnya dekat, jadi kami sering ke sini,” katanya. (*)