TRIBUNJOGJA.COM - Bagi Anda pencinta dunia jejepangan dan budaya populer, Comic Frontier atau yang lebih sering disebut Comifuro pasti sudah tidak asing lagi di telinga.
Digelar dua kali setahun di International Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Comifuro merupakan acara atau event ekshibisi terbesar di Indonesia yang dihadiri oleh berbagai macam komunitas.
Dalam acara ini, partisipan umumnya menjual karya-karya mereka di booth atau stan personal.
Karya yang dijual tentunya tidak itu-itu saja, dari karya original sampai ke fan art (karya penggemar).
Para illustrator dan kreator yang hadir di eksibisi ini selalu totalitas untuk menghidupkan Comifuro tiap tahunnya.
Lantas, apa yang membuat acara ini begitu istimewa hingga selalu dipadati pengunjung? Yuk, simak penjelasan tersebut!
Titik Kumpul Kreator dari Berbagai Belahan Dunia
Comifuro merupakan eksibisi yang menjadi wadah utama bagi komunitas kreatif.
Bukan hanya skala lokal, partisipan yang hadir pun banyak yang datang dari mancanegara.
Mulai dari komunitas ilustrator, cosplayer, hingga talenta Virtual YouTuber (VTuber) yang sedang naik daun, semuanya berkumpul menjadi satu.
Di sini, pengunjung bisa bertemu langsung dengan idola mereka yang selama ini hanya terlihat di media sosial.
Salah satu daya tarik utama Comifuro adalah adanya ratusan bahkan ribuan booth atau stan personal yang dikenal dengan istilah Circle.
Di stan-stan ini, para kreator menjual berbagai karya mereka, mulai dari:
Para kreator ini dikenal sangat totalitas.
Mereka tidak hanya mencari keuntungan materi, tetapi juga saling support para kreator di Indonesia agar tetap bergairah setiap tahunnya.
Baca juga: 10 Makanan yang Harus Dihindari Saat Sahur Bagi Penderita Maag
Ajang Latihan Menuju Dunia Profesional
Tak heran jika anak zaman sekarang lebih berani mengekspresikan diri.
Acara sebesar Comifuro menjadi salah satu pintu bagi para pemuda untuk mengeksplor hobi dan kegemaran mereka.
Banyak ilustrator muda yang ternyata masih duduk di bangku sekolah namun sudah berani membuka stan sendiri.
Bagi mereka, Comifuro adalah ajang simulasi bisnis yang nyata.
Hal ini membuktikan bahwa Comifuro bukan sekadar tempat hura-hura, tapi juga wadah edukasi bagi anak muda untuk mengeksplorasi potensi diri dan mempersiapkan diri menuju industri kreatif yang lebih besar.
Sajian Hiburan yang Tak Ada Habisnya
Selain banyaknya talenta yang hadir dengan karya merekam, pihak penyelenggara selalu menyiapkan rangkaian acara yang sangat padat dan seru di panggung utama, di antaranya:
Totalitas Tanpa Batas dari Para Cosplayer
Tak lengkap rasanya bicara Comifuro tanpa menyinggung kehadiran para cosplayer.
Cosplayer adalah orang-orang yang berdandan dan dress-up semirip mungkin dengan karakter favorit mereka.
Di setiap sudut koridor ICE BSD, Anda akan menjumpai pemandangan unik.
Jangan kaget jika Anda berpapasan dengan:
Semuanya bergabung menjadi satu.
Mereka juga melayani ajakan foto dari pengunjung dengan senyum ramah, meski kostum yang mereka kenakan terkadang sangat berat dan gerah.
Di sinilah letak totalitas tanpa batas yang mereka miliki.
Interaksi antara cosplayer dan pengunjung inilah yang menciptakan atmosfer hangat dan sangat inklusif.
Tak heran jika Comifuro terus berkembang menjadi wadah sosialisasi yang sehat bagi para penggemar komunitas jejepangan, budaya populer, dan lainnya untuk berekspresi tanpa rasa takut dihakimi.
Wadah Pemersatu Komunitas
Dengan pertumbuhan yang kian pesat, Comifuro telah membuktikan bahwa industri kreatif berbasis komunitas memiliki kekuatan ekonomi yang besar.
Perpaduan antara kreativitas, hobi, dan semangat kebersamaan menjadikan acara ini sebagai salah satu pilar penting budaya pop di tanah air.
Bagi Anda yang belum pernah berkunjung, siapkan fisik dan tabungan Anda, karena Comifuro edisi berikutnya dipastikan akan hadir dengan skala yang lebih besar dan kejutan yang lebih menarik!
(MG Aufa Dyandra)