WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Tak ada dominasi tim juara bakal membantu pertumbuhan iklim sepak bola putri. Demikian yang terjadi seusai penyelenggaraan turnamen sepak bola antarSekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah atau MI untuk anak usia 10 dan 12 tahun di Jakarta.
Hal itu disampaikan Rici Vauzi, asisten pelatih turnamen bertajuk "MilkLife Soccer Challenge (MLSC)" Jakarta Seri 2 2025/2026 tersebut. Ia memandang kehadiran juara baru sebagai alarm positif bukan penanda bahaya.
Ya, akhir pekan kemarin, MLSC Jakarta dan Solo Seri 2 2025/2026 rampung digelar. Di Jakarta, SDN Cilangkap 01 B menjadi juara di Kelompok Umur (KU) 10 tahun dan SDN Mampang 3 menjadi kampiun KU 12 tahun. Pada seri 1 yang berlangsung 23 November 2025 lalu, juara KU 10 dan KU 12 tahun diraih SDN Cipinang Muara 19 Pagi serta SDN Kunciran 4.
Rici menilai, keberhasilan SDN Cilangkap 01 B (KU 10) dan SDN Mampang 3 (KU 12) menjadi juara untuk pertama kalinya menegaskan persaingan semakin merata dan ekosistem sepak bola putri usia dini terus menunjukkan perkembangan positif.
"Hadirnya juara baru di seri Jakarta membuat turnamen lebih seru karena tim yang sebelumnya mendominasi kini tergantikan. Ini menjadi pemacu semangat bagi semua tim, bahwa siapa pun bisa meraih gelar selama menunjukkan kemampuan terbaiknya di lapangan," ujar Rici, Senin (16/2/2026).
Rici hadir karena ia dan jajaran tim pelatih MLSC tengah memproyeksikan tim MLSC All-Stars. Menurutnya, seleksi KU 12 lebih mudah karena para pemain sudah konsisten berlatih sementara di KU 10 jumlah pemain menonjol masih terbatas.
Pada Seri 2, pemilihan tim lebih diprioritaskan kepada para pemain yang telah mengikuti extra training. Seleksi terfokus pada teknik, insting permainan dan mental juara.
"Dalam setiap laga, perbedaan antara pemain yang menguasai permainan dan yang baru belajar menjadi sangat nyata, terlihat dari kecepatan membaca situasi, ketepatan dalam mengoper dan menggiring bola, kemampuan menahan tekanan lawan, serta mental dan keberanian mereka untuk mengambil risiko demi mendominasi permainan," ujar Rici.
Kondisi serupa nyaris tercipta di Solo. Awal November tahun lalu, gelar juara KU 10 tahun diraih SD Al Azhar Syifa Budi. Pada seri 2 2025/2026, juara KU 10 tahun direbut MIN 9 Sragen. Dari total empat KU di Jakarta dan Solo, hanya SD Kristen Manahan Surakarta yang sukses mengamankan titel juara: KU 12 tahun.
Sementara program director MLSC Teddy Tjahjono menyatakan secara umum terjadi peningkatan baik dari segi kualitas pun jumlah peserta pada seri Jakarta dan Solo. Ia menambahkan, kontinuitas menjadi hal utama yang ingin dipertahankan pihaknya. Di MLSC sendiri, pesepak bola akan memiliki turnamen berikutnya yakni Hydroplus Soccer League.
Pada MLSC Jakarta Seri 2 2025/2026 (12-15 Februari 2026), ada 2.319 siswi SD MI yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya menjadi peserta. Sedangkan MLSC Solo Seri 2 diikuti 1.618 siswi dari 90 SD dan MI yang terbagi dalam 64 tim KU 10 dan 85 tim KU 12 tahun.
"Di seri Jakarta dan Solo terjadi peningkatan kualitas yang signifikan, begitu pula dari jumlah peserta yang terus bertambah. Ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri di Indonesia. Kami sangat gembira melihat tren yang terus meningkat ini," ujarnya.
Juara dari Jakarta
Dari dalam lapangan, SDN Cilangkap 01 B memenangi final KU 10 MLSC Jakarta Seri 2 2025/2026 kontra SDN Pondok Kacang Timur 04 dengan skor 3-2 di Kingkong Soccer Arena, Cijantung, Pasar Rebo-Jakarta Timur. Pada KU 12 tahun, SDN Mampang 3 menjadi juara usai menang dramatis atas SDN Kebayoran Lama Selatan 19 melalui adu penalti.
Sebelumnya, di babak pertama SDN Kebayoran Lama Selatan 19 lebih dulu unggul lewat gol yang diciptakan Maura Jihan Athifa pada menit ke-6. Namun, SDN Mampang 3 berhasil menyamakan kedudukan berkat eksekusi penalti dari Celsin Jumei Darwati Hulu di menit 18.
Hingga waktu normal berakhir, skor 1-1 tetap bertahan dan laga berlanjut ke babak adu penalti. Hasilnya, SDN Mampang 3 menang 3-2 atas SDN Kebayoran Lama Selatan 19 dan memastikan gelar juara di KU 12.
Pelatih SDN Mampang 3 Abdurahman Lesmana mengaku bangga atas perjuangan timnya. Menurutnya, sukses SDN Mampang 3 menjadi juara baru tak lepas dari peran para pemainnya yang tampil penuh semangat dan bermental baja.
Salah satu pemain yang dimaksud Abdurahman adalah Celsin Jumei Darwati Hulu. Celsin dan kawan-kawan sanggup memenangkan babak adu penalti berkat ketenangan dan kekompakan tim di lapangan.
"Awalnya sempat khawatir karena harus adu penalti. Tapi saya ingat kata coach, kami harus menyemangati teman-teman supaya lebih percaya diri. Syukurlah, kemenangan ini berkat kerja keras, latihan dan rasa percaya diri tim yang kuat," ucap Celsin.
Dari Solo, MLSC Seri 2 2025/2026 berlangsung di dua tempat yaitu Lapangan Sepak Bola Kota Barat dan Lapangan Banyuanyar, Solo, Jawa Tengah. Pada final KU 10 tahun, MIN 9 Sragen juara usai mengalahkan SDN 02 Malangjiwan dengan skor 3-0 berkat trigol Salsabilla Mustika Prasetyo.
"Saya sudah tiga kali ikut MLSC namun kali ini saya tampil lebih percaya diri saat bertanding karena rajin latihan. Saat final, saya yakin bisa bikin gol karena fokus dan bermain lepas. Bermain sepak bola itu sangat menyenangkan," kata Salsabilla.
Pada KU 12 tahun, SD Kristen Manahan mempertahankan gelar juara setelah bertemu MIN 9 Sragen. Ini adalah kali kedua mereka disandingkan untuk memperebutkan podium, setelah sempat adu kekuatan di seri sebelumnya. Hasil akhir pertandingan, SD Kristen Manahan mengunci kemenangan lewat serangan yang dipimpin striker andalan SD Kristen Manahan, Ika Wonda yang menciptakan 6 dari 7 gol ke gawang lawan.
Dapatkan informasi lain dari Wartakotalive.com lewat WhatsApp di sini