TRIBUNNEWS.COM - Dalam tiga tahun terakhir, sejumlah anggota DPRD di Indonesia, baik DPRD tingkat provinsi maupun DPRD tingkat kota/kabupaten, mendapat teror.
Mereka di antaranya anggota DPRD Sumatra Utara bernama Irham Buana Nasution pada Juli 2025, anggota DPRD Kabupaten Bantul bernama Eko Sutrisno Aji pada Juni 2024, anggota DPRD Kabupaten Gorontalo bernama Tony Harun pada Juli 2025, dan anggota DPRD Kota Bogor bernama Devie Prihartini Sultani pada Agustus 2024.
Adapun baru-baru ini rumah milik Amat Muzakhin alias Boim (56), suami anggota DPRD Jawa Tengah (Jateng) yang bernama Nur Fatwah, turut menjadi target teror oleh orang tak dikenal (OTK).
Rumah Boim yang terletak di Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi sasaran penembakan pada Sabtu malam, (14/2/2026).
Teror itu dilakukan oleh pelaku yang mengendarai motor matik berwarna hitam yang pelat nomornya ditutupi plastik putih. Pelaku memakai jaket kulit hitam, celana pendek hitam, helm hitam, dan masker abu-abu
Pelaku melepaskan tembakan ke rumah Boim pada pukul 21.10 ketika Boim sedang duduk bersantai di teras rumah bersama dua rekannya. Sebelum melepaskan tembakan dari pistol, pelaku sempat memutar balik motornya di depan gerbang rumah Boim.
Korban beruntung karena peluru tidak mengenai tubuhnya, tetapi menghantam bagian atas dinding dan plafon teras.
"Saya tidak punya firasat apa-apa. Saya kira itu pengirim paket atau tamu," ujar Boim dikutip dari Tribun Jateng, Minggu, (15/2/2026).
Menurut Boim, dia berada di luar rumah sejak sore hari. Selepas menunaikan salat Asar, dia dan dua rekannya pergi ke Kecamatan Talun guna membeli telur sebanyak empat tong.
Boim kemudian makan malam di Grogolan dan menyalurkan bantuan banjir ke Pesanggrahan dan Bebel.
Baca juga: Berduka Wafatnya Meriyati Hoegeng Kota Pekalongan Kibarkan Bendera Merah Putih Setengah Tiang 3 Hari
"Saya sampai rumah sekira pukul 20.30. Tidak lama kemudian ada dua tamu datang," ucap Boim.
Salah satu tamunya keluar dari rumah karena akan membeli rokok.
Tak lama kemudian, ada seorang pengendara motor datang dari arah utara. Pengendara itu berhenti sejenak di depan rumah. Pelaku lalu melepaskan satu kali tembakan dan kabur.
"Ada motor masuk, berhenti sebentar, lalu langsung menembak. Kejadiannya sekira pukul 22.00," kata Boim.
Korban sempat terpikir untuk mengejar pelaku, tetapi niatnya diurungkan.
"Saya mau mengejar, tapi takut malah ditembak," katanya.
Boim berkata suara tembakan terdengar sangat keras sehingga berbeda dengan suara petasan atau benda jatuh biasa.
Setelah peristiwa itu, Boim langsung menghubungi polisi sebanyak tiga kali, masing-masing ke Polda Jateng dan Polres Pekalongan. Setengah jam kemudian, petugas dari Polsek Kedungwuni yang dekat dengan rumah Boim tiba untuk menggelar olah TKP.
Setelah peristiwa penembakan, Tim Polres Pekalongan langsung melakukan olah TKP.
Satu barang bukti disita, yakni satu peluru timah berwarna perak dengan panjang sekitar satu sentimeter. Adapun selongsong peluru belum ditemukan di TKP.
Baca juga: Legislator PKS Rizal Bawazier Minta Bulog Turun Tangan Bantu Korban Banjir Pekalongan
"Kami sudah mendatangi lokasi, memeriksa para saksi, dan mengamankan barang bukti," kata Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, Minggu.
"Saat ini tim sedang bekerja untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik penembakan ini," kata dia.
Rachmat mengatakan pihaknya juga mendalami kemungkinan adanya unsur teror atau intimidasi.
Sementara itu, ketika ditanya tentang kemungkinan motif pelaku, Boim mengaku tidak memiliki masalah bisnis maupun konflik dengan pihak lain.
"Kalau persoalan kompetitor, tidak ada," kata Boim.
(Tribunnews/Febri/Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo)