Pengurus DPD PPNI Mamuju Dilantik di Bukit Safa Fokus Bangun Peradaban Profesi Keperawatan
Ilham Mulyawan February 15, 2026 07:42 PM

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Mamuju periode 2025–2030 resmi dilantik pada Sabtu, 14 Februari 2026, di daerah wisata Bukit Safa yang berada di kawasan perbukitan Anjoro Pitu.

Lokasi ini dapat ditempuh dalam waktu singkat (kurang lebih 10-20 menit berkendara) dari pusat kota Mmauju.

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi profesi perawat sekaligus memperkuat peran strategis perawat dalam pembangunan kesehatan di daerah.

Baca juga: Polisi Pastikan Penyebab Pemotor Tewas di Jl Trans Sulawesi Mamuju Bukan karena Tumpahan Solar

Baca juga: Warga Desa Kombiling Mateng Kumpulkan Rp5 Juta Bangun Gorong-Gorong Secara Swadaya

Prosesi pelantikan dilakukan oleh Ketua DPD PPNI Kabupaten Mamuju dan didampingi oleh Wakil Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPNI Provinsi Sulawesi Barat, Ns. Muhlis, S.Kep., M.Kes. Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus, anggota PPNI, serta tamu undangan.

Pelantikan tersebut merupakan bentuk pengesahan resmi kepengurusan baru yang akan menjalankan amanah organisasi selama lima tahun ke depan. 

Kepengurusan periode 2025–2030 diharapkan mampu menjalankan roda organisasi secara profesional, memperkuat solidaritas antarperawat, serta meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan keperawatan kepada masyarakat.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua DPD PPNI Kabupaten Mamuju, Ns. Mustadiarto, S.Kep., M.Kep., dan didampingi oleh Wakil Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPNI Provinsi Sulawesi Barat, Ns. Muhlis, S.Kep., M.Kes. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus, anggota PPNI, serta tamu undangan.

"Kepengurusan lima tahun ke depan harus dimaknai sebagai periode strategis untuk membangun peradaban profesi keperawatan di daerah," ujar Mustadiarto.

Ia menekankan pentingnya komitmen setiap pengurus dalam memberikan kontribusi nyata serta meninggalkan warisan pemikiran dan pengabdian bagi kemajuan profesi.

“Kepengurusan ini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi bagaimana kita meninggalkan bekas. Bekas yang dimaksud adalah bagian dari peradaban perawat di Mamuju,” ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi besar yang dimiliki oleh jajaran pengurus saat ini, yang terdiri dari sumber daya manusia berkualitas, termasuk anggota yang telah menyandang gelar doktor dan memiliki potensi menjadi guru besar. Potensi tersebut dinilai sebagai kekuatan penting dalam melahirkan gagasan dan inovasi untuk memajukan organisasi.

Satukan Gagasan

Menurutnya, seluruh pengurus diharapkan dapat menyatukan ide dan gagasan yang selanjutnya dirumuskan dalam Rapat Kerja (Raker) organisasi. 

Gagasan tersebut akan menjadi landasan dalam menentukan arah kebijakan dan kontribusi organisasi dalam mendukung perkembangan profesi keperawatan di masa depan.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya tiga karakter utama yang harus dimiliki oleh setiap pengurus, yakni memiliki rasa memiliki terhadap organisasi, saling mendukung dan menjaga solidaritas, serta saling mengingatkan demi menjaga komitmen dan kekompakan organisasi. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu membangun kepengurusan yang aktif, harmonis, dan produktif.

Sementara itu, Wakil Ketua OKK DPW PPNI Provinsi Sulawesi Barat, Ns. Muhlis, S.Kep., M.Kes., dalam sambutannya menegaskan bahwa sumpah yang telah diikrarkan oleh para pengurus merupakan komitmen moral yang harus diwujudkan melalui kerja nyata.

“Janji yang diucapkan bukan sekadar formalitas, tetapi harus diwujudkan dengan tanggung jawab dan pengabdian demi kemajuan organisasi dan profesi,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa profesi perawat memiliki kekuatan besar, terutama dari segi jumlah. Namun, kekuatan tersebut harus diimbangi dengan kualitas dan kompetensi agar mampu memberikan dampak nyata.

Hal tersebut menunjukkan bahwa profesi perawat memiliki potensi besar untuk berkembang dan memberikan kontribusi lebih luas dalam sistem kesehatan.

Ia juga menilai bahwa kepengurusan DPD PPNI Kabupaten Mamuju saat ini diisi oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten. Oleh karena itu, para pengurus diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata serta menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi organisasi dan profesi.

Di akhir sambutannya, ia berharap PPNI dapat menjadi wadah dan rumah bagi seluruh perawat, yang mampu melindungi, memperjuangkan, dan memperkuat posisi anggotanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.