Pagar Beton SD Ambruk saat Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Metro Lampung
Robertus Didik Budiawan Cahyono February 15, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Metro - Pagar beton SD N 8 Yosomulyo ambruk saat hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Metro, Provinsi Lampung, Sabtu (14/2/2026) pukul 17.00 WIB.

Sejumlah pohon di halaman sekolah juga tumbang sehingga menghambat aktivitas masyarakat dan pelajar. Sebab puing beton dan ranting pohon menutupi sebagian jalan di samping sekolah dasar itu.

Sehingga menghambat lalu lintas kendaraan, baik roda dua maupun roda empat warga Bedeng 21 C, Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro.

Warga setempat, Wawan Andi Saputra mengatakan bahwa dirinya bersama warga yang tinggal di sekitar SDN 8 Yosomulyo berinisiatif melakukan gotong royong untuk membersihkan puing-puing pagar yang ambruk akibat hujan deras dan angin kencang.

Mereka menggunakan mesin chain saw, dan parang memotong ranting pohon yang melintang di jalan dan halaman sekolah. Kemudian menyingkirkan puing beton yang berserakan.

Baca juga: Hujan Deras dan Angin Kencang di Kota Metro, Pohon Tumbang dan Banjir Melanda 4 Kecamatan

Kegiatan belajar tetap berlangsung dengan baik karena ruang kelas tidak terdampak.

"Sejak pagi hari, warga di sekitar SDN 8 Yosomulyo berinisiatif membantu membersihkan puing-puing dan menebang pohon yang tumbang," ujarnya di sela-sela kegiatan gotong royong, Minggu (15/2/2026).

Wawan menjelaskan, hujan deras mulai melanda wilayah tersebut sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan keterangan warga yang tinggal di samping sekolah, hujan deras disertai angin kencang menyebabkan debit air meningkat, menggoyang pagar, dan merobohkan pepohonan.

Selain faktor cuaca, usia pagar sekolah yang sudah tua juga diduga menjadi salah satu penyebab ambruknya pagar beton tersebut.

Ia menambahkan, kegiatan gotong royong juga diikuti oleh aparatur kelurahan dan kecamatan setempat yang turut meninjau dampak kejadian tersebut.

"Tadi malam, sesaat setelah pagar ambruk, Wali Kota Metro juga sudah meninjau langsung kondisinya," katanya.

Wawan berharap, setelah peninjauan tersebut, pemerintah dapat segera membangun kembali pagar sekolah agar fasilitas pendidikan dan keamanan sekolah kembali terjamin, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lancar.

"Harapannya, pagar sekolah dapat segera dibangun kembali dengan konstruksi yang lebih kokoh, agar sekolah menjadi aman dan anak-anak dapat belajar dengan tenang," tutupnya.

Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan melalui Kasi Humas Iptu Susi Handayani menjelaskan, hujan lebat dan angin kencang terjadi merata di wilayah Metro Barat, Metro Pusat, Metro Selatan dan Metro Utara. Peristiwa tersebut mengakibatkan pohon tumbang, genangan air hingga kerusakan atap rumah warga.

Meski demikian, kata dia, dilaporkan tidak ada korban jiwa dan seluruh genangan air telah surut.

"Sebagian besar genangan air sudah surut dan tidak ada kegiatan evakuasi. Personel Polres Metro bersama tim siaga bencana tetap melakukan monitoring dan koordinasi," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (15/2/2026).

Susi menjabarkan, di wilayah Metro Barat, beberapa kejadian pohon tumbang terjadi di Jalan Jenderal Suprapto, Kelurahan Mulyojati. Sebuah pohon menimpa gerobak tenda es doger milik Yahya Herdiansyah (28), warga Jalan Beliuk, Ganjar Agung. Akibat kejadian tersebut, gerobak beserta perlengkapan seperti gelas, termos, toples dan piring mengalami kerusakan dan kerugian ditaksir mencapai Rp 9 juta.

Pohon tumbang yang sama juga menimpa pagar apotek milik dr. Bibin Setiawan (40) yang berada di Jalan Jenderal Suprapto.

Selain itu, lanjutnya, pohon tumbang juga terjadi di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Mulyojati, yang menimpa atap teras depan Pondok Bakso Bintang milik Paino (63). Kerusakan pada rangka baja atap ditaksir menimbulkan kerugian sekitar Rp 2 juta.

"Tak hanya pohon tumbang, banjir juga sempat menggenangi sejumlah titik di Metro Barat. Di Jalan Sulawesi RW 09 RT 40, 41 dan 42 belakang RS Mardi Waluyo, genangan air mencapai 60 centimeter sebelum akhirnya surut. Banjir serupa juga terjadi di Perumahan Prasanti, Jalan Sumbawa, Perumahan Golden Village, serta Jalan Nuban dengan ketinggian air rata-rata 50–60 sentimeter," kata dia.

Kasi Humas melanjutkan, di Metro Pusat, banjir terjadi di Jalan Lukman Tanjung RT 27 A dan 27 B RW 06 Kampung Sawah, Kelurahan Hadimulyo Barat. Air meluap dari saluran irigasi dan menggenangi jalan, namun kini telah surut.

Genangan juga dilaporkan terjadi di Perumahan Al Kalifah, Jalan Siput RT 33 RW 13 Hadimulyo Timur, Jalan Annur RT 49 RW 08 Kelurahan Metro, Jalan Bambu Kuning RT 36 RW 09 Hadimulyo Barat, serta Jalan Poksay RT 17 dan 18 RW 04 Hadimulyo Barat. Seluruhnya dilaporkan sudah dalam kondisi normal.

Sementara itu, di Metro Selatan, beberapa pohon tumbang dilaporkan terjadi di Jalan Budi Utomo RT 13 RW 03 Kelurahan Margodadi, tepatnya di jembatan penghubung Margodadi–Margorejo, depan Pondok ADI, serta depan bekas gudang rongsokan Ana Morinda. Beruntung, tidak ada kerugian materil dalam kejadian tersebut.

"Pohon tumbang juga terjadi di Jalan Pingled RT 04 RW 01 Kelurahan Rejomulyo tanpa menimbulkan kerusakan," ujar dia.

Masih dikatakan Susi, angin kencang di Jalan Nusantara 5 RT 013 dan RT 012 RW 003 Kelurahan Margodadi menyebabkan atap rumah milik Agus Dwiyanto dan Tekad rusak. Total sekitar 40 lembar asbes dilaporkan pecah dengan nilai kerugian ditaksir Rp 2,5 juta.

Di Metro Utara, genangan air terjadi di area persawahan Jalan Kucing RT 39 RW 07 Kelurahan Purwosari. Banjir setinggi 10 sentimeter juga sempat menggenangi Perumahan Lempuyang 4 RT 60 RW 01 Kelurahan Banjarsari sebelum surut.

Pohon tumbang dilaporkan terjadi di Perumahan Beringin Raya 23 B RT 46 RW 11 Kelurahan Karangrejo. Selain itu, genangan air juga terjadi di Jalan Walet RT 54 RW 11 Kelurahan Banjarsari dan kini telah surut.

"Polres Metro bersama jajaran polsek, Tim Siaga Bencana, BPBD Kota Metro dan dinas terkait telah melakukan evakuasi dan pembersihan di lokasi terdampak. Petugas juga melakukan pemantauan debit air, pengecekan drainase, serta koordinasi lintas instansi guna mengantisipasi potensi bencana susulan," kata kasi humas.

Selain itu, monitoring dan peringatan dini dilakukan berdasarkan data dari BMKG untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.

Hingga saat ini, situasi di seluruh wilayah terdampak di Kota Metro dilaporkan kondusif. Aparat mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan deras dan angin kencang yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Susi mengatakan, pihaknya saat ini sedang menggencarkan kegiatan patroli siaga bencana sebagai bentuk kesiapsiagaan dan komitmen Polres Metro dalam memberikan perlindungan serta pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman dan kondusif.

Polres Metro mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila terjadi kejadian serupa, sehingga dapat segera ditangani.

"Patroli siaga bencana terus kami lakukan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan dan kelancaran aktivitas masyarakat. Alhamdulillah, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian material," tutupnya. (TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.