BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Suasana tegang Latihan Operasi Pertahanan Pantai (Latopshantai) mendadak berubah hangat setelah kegiatan selesai digelar di kawasan Muara Tengkorak, Kampung Nelayan, Sungailiat, Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ), Senin (15/2/2026).
Sejumlah anak yang sejak pagi menyaksikan latihan militer itu langsung mendatangi para prajurit TNI Angkatan Laut. Rasa kagum terlihat dari wajah mereka setelah melihat aksi ledakan, peluncuran roket, hingga rentetan tembakan dalam latihan anti akses dan anti amfibi tersebut.
Anak-anak tampak antusias berbincang dengan prajurit, bahkan ada yang meminta izin melihat dan memegang senjata. Suasana pun berubah menjadi penuh keceriaan saat prajurit melayani pertanyaan serta mengajak mereka berfoto bersama meski diguyur rintik hujan.
“Pak boleh ngelihat senjatanya enggak pak,” kata salah seorang anak.
Kedatangan anak-anak itu pun turut memecah suasana serius sebelumnya. Dengan terbuka, prajurit TNI AL bersuka cita meladeni berbagau pertanyaan dari anak-anak itu.
Bahkan, mereka juga diajak untuk berfoto bersama. Meski diguyur rintik hujan, anak-anak tersebut antusias bercengkrama dengan para prajurit kebanggaan bangsa Indonesia itu.
“Sini, sini foto semuanya, kita foto ramai-ramai,” jelasnya.
Latihan tersebut dilaksanakan dengan menggunakan berbagai teknologi canggih dan ribuan prajurit di sejumlah titik di Kota Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Demikian yang disampaikan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL), Laksamana TNI Muhammad Ali hadir langsung menyaksikan latihan tersebut.
“Dalam latihan ini, kita melibatkan 9 KRI, 7 pesawat udara dan 1.443 personil gabungan dari unsur laut dan unsur marinir,” kata Laksamana TNI Muhammad Ali.
Dia menyebut, latihan ini menjadi pembuktian bahwa TNI Angkatan Laut harus mampu melaksanakan operasi pertahanan pantai.
Lanjut dia, latihan operasi pertahanan pantai yang dilaksanakan di Bangka Belitung ini sekaligus untuk upaya mengamankan dan penyelamatan Sumber Daya Alam (SDA), terutama pasir timah dan logam tanah jarang lainnya.
“Saat ini sudah berjalan pengamanan terhadap penyelundupan atau penggagalan terhadap penyelundupan timah sebesar 496 ton,” jelasnya.
Menurut KASAL, ini semua bisa dilaksanakan berkat sinergitas dengan Satgas Tricakti yang terdiri dari tiga matra TNI, darat, laut dan udara.
Kemudian, dibantu juga oleh unsur-unsur angkatan laut dalam mencegah penyelundupan yang selalu dilakukan lewat laut. Selain itu, didarat akan dilakukan penertiban-penertiban dari upaya penyelundupan secara ilegal.
“Diharapkan adanya kegiatan ini dapat mencegah kegiatan penyelundupan-penyeludupan ilegal yang merugikan kekayaan negara,” imbuhnya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)