TRIBUNMANADO.CO.ID - Pelita, renungan Pria Kaum Bapa (P/KB) GMIM dalam sepekan mulai 22 - 28 Februari 2026.
Pembacaan alkitab terdapat pada Kisah Para Rasul 2:41-47.
Tema perenungan adalah Bertekun dalam Pengajaran dan Persekutuan.
Khotbah:
Sahabat-sahabat Pria/Kaum Bapa yang dikasihi dan diberkati Tuhan,
Anugerah terbesar dalam hidup ini adalah pengampunan Allah.
Segala dosa kita telah ditebus oleh Tuhan kita Yesus Kristus, Putra Tunggal-Nya.
Demi keselamatan kita, Yesus rela menggantikan kita yang berdosa untuk disiksa dan menderita sengsara hingga mati di kayu salib padahal Ia tidak berdosa.
Manusia, lembaga agama dan kekuatan apapun di dunia tidak dapat memberikan pengampunan dan keselamatan selain Tuhan Allah sendiri.
Di minggu ini kita sebagai jemaat Kristen mulai memasuki masa raya gerejawi Minggu-Minggu Sengsara.
Dan di Minggu Sengsara Pertama ini tema perenungan firman adalah "Pada Tuhan Ada Pengampunan" diangkat dari Mazmur 130.
Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan,
Mazmur 130 ini digolongkan sebagai -Mazmur Ziarah"(Mzm. 120 - 134), yang dinyanyikan umat Israel dalam perjalanan ziarah ke Yerusalem, saat menaiki bukit tempat Bait Allah.
Mazmur 130 bernuansa ratapan pengakuan dosa dan pengharapan akan pengampunan Allah.
Kemungkinan ditulis dalam konteks penderitaan akibat dosa dan krisis rohani dari pengalaman bangsa Israel dalam pembuangan.
Pokok-pokok teologis dalam Mazmur ini antara lain anugerah pengampunan Allah, takut akan Tuhan, dan pengharapan.
Ayat 1-2 berisi seruan dari jurang yang dalam.
Frasa jurang yang dalam (kata Ibrani: ma'amaqqim) dapat berarti kedalaman penderitaan, keputusasaan rohani, kesadaran diri telah jatuh ke dalam dosa yang besar.
Kemudian ayat 3-4 berisi pengampunan Allah.
Tidak ada manusia yang dapat bertahan jika Allah menghitung segala dosa manusia.
Namun di ayat 4 inilah inti Mazmur 130: "Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang."
Jadi pengampunan dari Allah bukan supaya manusia menjadi bebas untuk mengikuti keinginan diri sendiri melainkan bebas mengikuti kehendak Allah.
Pengampunan Allah membuat orang tunduk, menaruh rasa hormat dan taat kepada-Nya.
Ayat 5-6 berisi sikap iman dalam pengharapan. Pemazmur menanti dengan tetap percaya dan bersandar pada firman Tuhan.
Pengharapan di sini didasarkan pada keyakinan akan kepastian firman Allah. Ayat 7-8 berisi penegasan kepada umat untuk memiliki pengharapan hanya kepada Tuhan yang penuh kasih setia dan la melakukan tindakan penebusan total
dari segala kesalahan.
Pria/Kaum Bapa yang dikasihi Tuhan,
Kita adalah orang-orang yang telah menerima anugerah pengampunan Allah. Sebab itu jangan kita menyia-nyiakan
kemurahan hati Allah bagi kita. Caranya adalah kita harus berjuang untuk hidup dalam kekudusan sesuai dengan firman
Tuhan.
Jadilah contoh bagi keluarga dan jemaat bagaimana hidup taat dan setia pada firman Tuhan.
Melakukan kebaikan, keadilan dan kebenaran. Menjauhi apa yang jahat di mata Tuhan tetapi gemar melakukan apa yang baik untuk menyenangkan hati Tuhan.
Sebab darah Kristus telah menyucikan segala dosa kita sehingga kita jangan lagi berbuat dosa secara sengaja.
Kalaupun kita telah terlanjur berbuat dosa atau kita melakukan kesalahan tanpa sengaja maka kita berdoa sungguh-sungguh mengaku dosa kita kepada Tuhan maka la setia dan adil, panjang sabar, pengasih dan penyayang akan mengampuni segala dosa kita.
Hal ini telah dinyatakan oleh Allah melalui Kristus. Allah tidak menyayangkan Anak-Nya yang tunggal demi keselamatan kita.
Tindakan kasih Allah ini dan pengorbanan Kristus hendaknya terus menyadarkan kita, memurnikan hati nurani kita untuk tidak lagi melakukan dosa, tetapi menjadikan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah.
Pengampunan Allah patut kita refleksikan di Minggu-minggu sengsara ini dengan melakukan introspeksi: jangan-jangan ada kesalahan dan dosa yang masih menjadi bagian hidup kita.
Itu artinya Roh Kudus menuntun kita agar bertobat dan makin tekun dalam proses pengudusan.
Kita sebagai P/KB menjadi teladan orang beriman yang yakin bahwa apapun kesalahan kita kalau kita telah sungguh-sungguh mau bertobat dan memohon pengampunan Allah maka Allah akan mengampuni kita oleh karena rahmat-Nya yang melimpah.
Pengampunan Allah dan pengharapan akan rahmat-Nya juga memberikan pandangan dan gaya hidup baru kepada kita
untuk bagaimana membangun relasi kasih dengan sesama.
Terutama di Minggu-minggu Sengsara ini kita mau memberikan pengampunan kepada sesama.
Apapun kesalahan sesama, kita rela mengampuni dengan tulus bukan karena kelayakan mereka tetapi karena iman dan kasih Allah yang telah lebih dahulu mengampuni dan mengubahkan hidup kita. Amin.
Pertanyaan untuk PA:
1. Mengapa pemazmur mengungkapkan bahwa pada Tuhan ada pengampunan supaya orang takut akan Dia?
2. Apa saja makna firman Tuhan mengenai pengampunan Allah dalam kehidupan P/KB?