MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2, Coach Timo Puji Talenta Putri Kota Bengawan
Arif Tio Buqi Abdulah February 15, 2026 08:23 PM

TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Timnas Putri U16 Indonesia sekaligus Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann senangnya bukan main dengan perkembangan sepak bola putri Kota Bengawan, yaitu Solo.

Lewat turnamen sepak bola putri kelompok usia (KU) 10 dan 12 tahun MilkLife Soccer Challenge (MLSC) yang berlangsung di 12 kota besar Indonesia, para siswi dari Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Pada Minggu (15/2/2026) sore di Lapangan Kota Barat, Solo berlangsung laga final MilkLife Soccer Challenge Seri 2 Solo dari KU-10 dan KU-12 untuk SD dan MI di Solo dan sekitarnya.

Final tersebut menyuguhkan laga dari sekolah MIN 9 Sragen vs SDN 2 Malangjiwan di kelompok usia 10 tahun, dan laga SD Kristen Manahan SKA vs MIN 9 Sragen di KU-12.

MIN 9 Sragen berhasil memenangkan pertandingan atas SDN 2 Malangjiwan dengan skor 3-0.

Sementara SD Kristen Manahan SKA berhasil memepertahankan juara dari seri pertama berkat kemenangan 7-2 atas MIN 9 Sragen.

Tanggapan Coach Timo

Coach Timo, sapaan akrab dari pelatih Timo Scheunemann melihat perkembangan yang baik dari sepak bola putri di Solo.

Tidak hanya antusias dari para siswi yang meningkat, tetapi juga dukungan dari berbagai pihak termasuk para orang tuanya.

"Antusiasme dari orang tua, dari sekolah-sekolah sudah terbentuk yang tadi awalnya kita masih berjuang untuk mendapatkan dukungan orang tua, dukungan sekolah-sekolah sekarang sudah luar biasa itu sangat kita syukuri," buka Coach Timo kepada awak media pada Minggu (15/2/2026).

Untuk diketahui, turnamen ini diikuti oleh 1.016 siswi pada seri Solo tahun 2025 yang berlangsung mulai 14-18 Mei.

Pada seri satu musim 2025/2026 yang dilangsungkan 28 Oktober hingga 2 November diikuti oleh 1.736 siswi.

Sedangkan pada seri Solo kedua pada Februari 2026 diikuti sebanyak 1.618 siswi yang ambil bagian.

Jumlah seri kedua memang menurun, daripada seri sebelumnya, namun secara kualitas coach Timo puas karena para sisw yang bersaing di turnamen ini memperlihatkan perkembangan.

"Yang lebih mengembirakan sebenarnya yang lama-lama (pemain) berkembangnya pesat dan itu menunjukkan memang kalau ada pembinaan," beber coach Timo soal perkembangan siswi yang ambil di turnamen MLSC seri kedua Solo.

"Pasti akan ada perkembangan yang signifikan jadi bukan hanya kita bisa identifikasi pemain yang bertalenta tapi juga kita bisa kembangkan lewat turnamen-turnamen seperti ini dan juga program ekstra training. Kita push mereka untuk cari SSB karena kita mau kembangkan keseluruhan daripada ekosistem," jelasnya.

Dari jumlah peserta di atas, nantinya akan dipilih sekitar 40 sampai 50 anak yang kemudian diseleksi menjadi 16 pemain untuk mewakili Solo dalam satu tim All Star.

Para siswi tersebut akan berlaga di MilkLife Soccer Challenge All Star yang akan dilangsungkan di Supersoccer Arena, Kudus pada Juni 2026 mendatang.

Tim All Star yang akan bersaing berasal dari 12 kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge.

"Kita menyaringnya secara objektif dan secara bertahap. Jadi ini kan ada 1600an anak ya, kita pilih sekitar 40-50 anak dan kemudian diseleksi 25 anak yang berlatih dan dari situ kita lihat perkembangannya seperti apa keseriusannya, dan akhirnya 16 anak yang kita bawa ke Kudus untuk mewakili Solo," tambahnya.

Timo meyakni, lewat turnamen ini Indonesia di masa depan bisa memiliki pesepak bola wanita yang memiliki kualitas.

"Saya rasa sistem kita sudah sangat baik tinggal kita menuai hasilnya di depan. Siapa yang menabur pasti menuai," harapnya.

Harapan yang sama diutarakan oleh ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Surakarta, Arya Surenda.

Dengan adanya turnamen MilkLife Soccer Challenge bisa lahir pesepak bola putri hebat Solo.

"Tentunya dengan fasilitas penunjang yang ada di kota Solo, saya berharap akan lahir sepak bola wanita yang baik dari Solo," ungkapnya.

Begitu juga dengan perawakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satria Chandra Widuna yang hadir di acara ini. Ia berharap MLSC bisa menjadi wadah bagi para putri usia dini untuk mengasah kemampuan mereka secara berjenjang dan berkesinambungan agar menghasilkan talenta yang mumpuni.

"Tentu kota Solo akan menjadi salah satu kota tujuang penyelenggaraan MLSC dengan harapan besar melahirkan banyak atlet putri berkualitas," tambahnya.

Untuk diketahui, MilkLife Soccer Challenge adalah program kolaborasi atau kemitraan MilkLife dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation.

(Tribunnews.com/Sina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.