Di Balik Hutan Pedindang, Rahasia Bukit Senja dan Air Biru yang Menenangkan
Asmadi Pandapotan Siregar February 15, 2026 08:36 PM

Laporan Wartawan Magang Zaky Nur Hakim dan Rindu Venisa

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sore itu, cahaya matahari menembus sela-sela pepohonan tinggi yang tumbuh rapat di kawasan Pedindang, Pangkalanbaru, Bangka Tengah ( Bateng ), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ). Udara terasa lembap dan sejuk. Di bawah rimbun daun, aliran air berwarna biru kehijauan mengalir tenang, memantulkan bayangan batang-batang pohon yang menjulang lurus ke langit.

Sebuah perahu kano kayu bergerak perlahan di atas permukaan air. Dua perempuan mengenakan pelampung oranye tersenyum sambil melambaikan tangan. Dayung di tangan mereka memecah permukaan air, menciptakan riak kecil yang menghilang di tepian dermaga kayu sederhana.

Di sekelilingnya, papan-papan kayu membentuk jalur setapak yang mengikuti kontur tanah, menyatu dengan alam tanpa banyak sentuhan beton.

Di balik suasana tenang itu, ada konsep yang sengaja dirancang berbeda, lokasi yang dirahasiakan.

Melalui kegiatan Bukit Senja Wondercamp Experience yang digelar 14–15 Februari 2026, pengelola memperkenalkan wisata alam dengan akses terbatas.

Titik lokasi baru diberikan kepada peserta setelah mendaftar. Bukan sekadar strategi pemasaran, tetapi bagian dari upaya menjaga kawasan tetap lestari.

Perjalanan Menuju “Hidden Gem”

Para peserta terlebih dahulu berkumpul di titik temu pada pukul 15.00 WIB. Dari sana, mereka dibawa menggunakan mobil jip menyusuri kampung dan permukiman warga, lalu berbelok ke jalan tanah kuning yang berdebu tipis.

Sekitar 15 menit perjalanan, suasana berubah. Deretan kebun dan hutan mengambil alih pandangan, menandai bahwa mereka telah memasuki wilayah Bukit Senja.

Setibanya di basecamp, tenda-tenda sudah berdiri rapi di tengah area camping ground yang dikelilingi pepohonan tinggi.

Tak ada suara kendaraan, hanya desir angin dan sesekali bunyi serangga hutan.

DIMINATI - Wisata Alam Berkonsep Rahasia, Bukit Senja Wondercamp Experience Ramai Diminati.  Pada 14–15 Februari 2026, pengelola memperkenalkan wisata alam dengan akses terbatas.
DIMINATI - Wisata Alam Berkonsep Rahasia, Bukit Senja Wondercamp Experience Ramai Diminati.  Pada 14–15 Februari 2026, pengelola memperkenalkan wisata alam dengan akses terbatas. (bangkapos.com/ magang-Rindu Venisa)

Leader sekaligus pengelola kawasan Bukit Senja, Jimmy (40) mengatakan, kawasan tersebut merupakan kebun pribadi milik beberapa warga yang sepakat diberdayakan menjadi destinasi berbasis ekowisata.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman, bukan sekadar datang lalu pulang. Peserta diajak memahami alam sekaligus merasakan langsung aktivitas di dalamnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keputusan tidak mempublikasikan lokasi secara terbuka juga bagian dari adab berkegiatan di alam.

“Kami khawatir kalau langsung ramai, tempat ini hanya viral sebentar lalu rusak. Karena itu sementara dibuka dengan kuota terbatas,” katanya.

Dari Kolong Tambang Menjadi Air Biru

Daya tarik utama kawasan ini adalah Air Biru. kolong bekas tambang timah yang telah lama ditinggalkan dan mengalami pemulihan alami selama puluhan tahun.

Airnya kini berwarna biru kehijauan, jernih di tepian hingga dasar terlihat jelas. Ikan air tawar berenang bebas di dalamnya, menandakan ekosistem yang telah terbentuk kembali.

Di sekeliling kolong, terdapat dermaga kayu, jembatan kecil, serta perahu kano yang bisa digunakan peserta. Beberapa memilih duduk santai di tepi air, sebagian lainnya mencoba mendayung perlahan menyusuri kolam.

Jimmy, yang juga co-founder pengelola kawasan, menuturkan bahwa pengembangan kawasan dilakukan berbasis masyarakat.

"Kita ada empat founder dan belasan masyarakat sekitar yang kita berdayakan untuk menjadikan kawasan Bukit Senja ini sebagai pusat ekowisata, adventure, healing, dan stress free," kata Jimmy.

Ia menambahkan bahwa pembangunan dilakukan menggunakan dana pribadi dengan tetap memanfaatkan material lokal serta mengurus perizinan terkait.

"Proses alami sudah puluhan tahun, sekarang sudah terbentuk ekosistemnya sendiri, sudah ada ikan air tawar dan vegetasi, sehingga aman untuk dinikmati," ujarnya.

Menurutnya, kawasan tersebut juga memiliki keanekaragaman hayati, termasuk hewan endemik seperti kubung atau tupai terbang.

30 Pengalaman dalam Satu Akhir Pekan

Wondercamp Experience tak hanya menawarkan berkemah. Sekitar 30 pengalaman dirancang dalam satu rangkaian kegiatan, trekking Bukit Senja, makan berdulang, mencicipi kue apem dan air gula kabung, pertunjukan dambus, tari sambut, silat, hingga api unggun dan bakar makanan bersama.

Saat malam turun, suasana berubah hangat. Cahaya api unggun menari di wajah peserta yang duduk melingkar.

Musik tradisional mengalun di tengah hutan, menyatu dengan gelap yang memeluk kawasan.

Admin kegiatan, Putri Yuhani, menyebutkan kuota peserta dibatasi hanya 26 orang, meski minat jauh lebih besar.

Dengan biaya Rp250.000 per orang, peserta sudah mendapatkan tenda dan konsumsi. Mereka hanya perlu membawa perlengkapan pribadi.

"Rp250 ribu itu sudah termasuk semua, mulai dari tenda, makan, jadi peserta tinggal bawa badan dan perlengkapan pribadi saja," ujar Jimmy.

Pengalaman yang Membekas

Bagi sebagian peserta, pengalaman ini terasa berbeda karena dimulai dari rasa penasaran.

“Baru pertama kali melihat tempat tersembunyi seperti ini, dan ternyata semakin ditelusuri semakin bagus,” ujar Nindira Andriani (23).

Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar pendakian, tetapi juga memberi pemahaman mengenai asal-usul dan sejarah kawasan.

Sementara Rohima (25) tertarik setelah melihat konten di TikTok.

“Pertama karena air birunya, itu yang sering terlihat di media sosial. Saya juga ingin mencoba pengalaman alamnya, naik bukit dan menikmati pentas malamnya,” katanya.

Peserta lain, Azura (23), juga menyebut konsepnya berbeda.

"Aku tahu dari TikTok, menurutku ini bukan sekadar camp, tapi lebih ke edu camp, jadi bisa belajar juga tentang alam di Bangka," katanya.

Ardi (21) menambahkan kesannya singkat.

"Suasananya masih asli dan seperti hidden gem," katanya. (mg2/mg3)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.