Bupati Belitung Lantik 136 Pejabat Setara Eselon III dan IV, Proses Seleksi Dilakukan 3 Bulan
Ajie Gusti Prabowo February 15, 2026 08:47 PM

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat melantik pejabat tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas, serta Kepala UPT Puskesmas di Gedung Serba Guna, Sabtu (14/2). Pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi melalui rotasi dan promosi jabatan berdasarkan kinerja dan prestasi.

Secara umum pelantikan menyasar pejabat administrator, pengawas dan kepala UPT Puskesmas setara eselon III dan IV. Sedangkan dua sisanya dilantik karena penggantian nomenklatur penamaan baru. "Ini upaya penyegaran juga. Ada rotasi dan promosi sebagai bagian dari prestasi mereka," ujar Djoni Alamsyah.

Ia menjelaskan, proses seleksi dan penilaian telah dilakukan secara matang selama kurang lebih tiga bulan. Penentuan pejabat dilakukan dengan melihat rekam jejak, raport kinerja, hasil asesmen, serta masukan dari masing-masing kepala organisasi perangkat daerah (OPD). "Kita melihat raportnya, asesmen yang pernah mereka ikuti, dan update dari kepala OPD masing-masing," jelasnya.

Terkait adanya usulan atau titipan dari pihak luar, Djoni Alamsyah menegaskan seluruh nama tetap melalui proses seleksi yang objektif tanpa intervensi. "Untuk mengusulkan iya, tapi tetap masuk dalam seleksi. Kita buktikan waktu seleksi eselon II kemarin, semua yang diambil itu peringkat nomor satu. Tidak ada intervensi. Itu memang berdasarkan prestasi dan rekam jejak," tegasnya. 

Ia berpesan agar para pejabat yang dilantik mengedepankan kerja keras dan mampu bekerja dalam tim. "Kita ini kerja kelompok. Sehebat apa pun seseorang, kalau tidak bisa bekerja dalam tim, target tidak akan tercapai," katanya.

Ia menekankan tidak boleh ada pejabat yang merasa paling hebat maupun paling lemah dalam organisasi, karena seluruh peran saling memengaruhi. "Satu orang yang kurang pas pasti mempengaruhi kelompok yang lain. Setetes embun itu akan mempengaruhi gelombang samudra. Artinya sekecil apa pun peran mereka akan berdampak pada misi pemerintah daerah," jelas Djoni Alamsyah.

Kepala BKPSDM Belitung, Rizaldi mengatakan, total pejabat yang dilantik dan dikukuhkan mencapai 136 orang. Mereka terdiri dari pejabat tinggi pratama, administrator, pengawas, hingga pejabat fungsional yang mendapat tugas tambahan. "Total yang tadi diambil sumpah dan dilantik kurang lebih ada 136 orang," ujar Rizaldi.

Ia merinci, untuk eselon II terdapat dua orang yang dikukuhkan. Pengukuhan dilakukan karena perubahan nama nomenklatur OPD. Sementara pejabat administrator setara eselon III berjumlah 71 orang. Kemudian pejabat pengawas setara eselon IV tercatat sekitar 57 orang.

Selain itu, terdapat enam pejabat fungsional dokter yang diberikan tugas tambahan sebagai Kepala UPT Puskesmas. "Pejabat pengawas kurang lebih 57 orang, kemudian ada enam pejabat fungsional dokter yang diberi tugas tambahan sebagai Kepala UPT Puskesmas. Jadi totalnya 136 orang," katanya.

Terkait mekanisme penempatan jabatan, Rizaldi menegaskan seluruh proses telah melalui tahapan dan prosedur sesuai ketentuan yang berlaku. Usulan penempatan dibahas secara internal sebelum diajukan untuk mendapatkan persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). "Semua sudah melalui prosedur, termasuk persetujuan teknis dari BKN," tegasnya.

Ia menambahkan, proses mutasi dan rotasi tersebut tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui tahapan administrasi dan mekanisme yang telah ditetapkan. "Prosesnya sudah berjalan sebelum saya masuk. Yang jelas semuanya sudah sesuai prosedur," kata Rizaldi. (dol)

Penyegaran Organisasi
KETUA DPRD Belitung, Vina Cristyn Ferani menilai mutasi dan rotasi jabatan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Belitung sebagai langkah penyegaran organisasi demi meningkatkan kinerja pemerintahan.

Menurut Vina Cristyn Ferani, pergeseran jabatan memang kerap menimbulkan rasa tidak nyaman. Namun hal tersebut justru diperlukan agar aparatur tidak terlalu lama berada di zona nyaman.

"Perubahan itu memang tidak nyaman. Tapi jangan kelamaan di tempat nyaman, karena kenyamanan bisa membuat orang kehilangan ide-ide kreatifnya," ujar Vina Cristyn Ferani usai menghadiri acara pelantikan pada Sabtu (14/2). 

Ia menegaskan, aparatur sipil negara (ASN) tidak cukup hanya bekerja secara rutinitas saja. Tetapi juga harus mampu menghadirkan kreativitas dalam menjalankan program dan penggunaan anggaran. "Jangan hanya bekerja rutinitas, tapi butuh kreativitas. Kalau cuma rutinitas tanpa kreatif, anggaran ini akan habis tanpa ada capaian," tegasnya.

Vina Cristyn Ferani juga mengajak semua pihak melihat mutasi dan rotasi jabatan dari sisi positif, yakni sebagai upaya penyegaran dan membuka ruang inovasi baru di lingkungan pemerintahan. "Pergeseran ini untuk menimbulkan kembali kreativitas yang pada akhirnya diharapkan meningkatkan kinerja pemerintahan," katanya.

Ia juga menyampaikan penghargaan atas keputusan bupati bersama tim penyeleksi dalam menentukan pejabat yang dilantik. Menurutnya, keputusan tersebut perlu dihormati dan tidak dipandang sebagai bentuk hukuman.

"Apa yang sudah diputuskan oleh Pak Bupati dan tim penyeleksi, kita hargai bersama. Jangan melihat ini dari sisi negatif sebagai hukuman. Semua punya kesempatan untuk menunjukkan kinerja terbaik," ujarnya.

Vina Cristyn Ferani menambahkan, suasana baru dari mutasi dan rotasi diharapkan dapat menghilangkan kejenuhan dan memacu semangat kerja yang lebih baik. "Tidak bisa memuaskan semua pihak. Karena tujuan mutasi dan rotasi ini bukan untuk memuaskan, tetapi untuk perbaikan, peningkatan kinerja, dan memberikan kesempatan," katanya. (dol)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.