LUBUK BESAR, BABEL NEWS - Tanaman semangka yang ditanam oleh Saptono, warga Desa Lubuk Pabrik, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah nampak tumbuh subur. Memanfaatkan area pada lahan perkebunan sawit, konsep penanaman dari Saptono ini menjadi sebuah inovasi pada sektor pertanian di wilayah Bangka Tengah.
Meski ditanam di sela-sela pohon sawit seluas sekitar 4 hektare, pohon semangka itu tumbuh menjalar di atas tanah dengan rapi sesuai dengan blok masing-masing. Saat menyusuri kebun ini, terlihat buah-buah semangka yang seolah menunggu giliran untuk dipetik. Di sisi lain kebun, nampak para pekerja yang sibuk menimbang semangka-semangka itu sebelum dimuat ke dalam mobil bak terbuka.
Saptono menyampaikan, sebagai petani binaan dari Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman, kebun semangka ini ditaksir bisa menghasilkan hingga 80 ton. Menurutnya, hasil tersebut sangat menguntungkan karena hasil panen langsung dibeli oleh para tengkulak dengan harga Rp7.500 ribu per kilogram.
Terlebih lagi, saat ini memasuki periode menjelang bulan Ramadan yang biasanya membuat tingkat kebutuhan semangka di masyarakat meningkat hingga perayaan Idulfitri. "Perkiraan kami ini (lahan) 4 hektare, (hasilnya) kisaran 80 ton lah. Ini baru panen perdana, nanti terus beberapa hari. Dengan harga yang sekarang ini kisaran Rp7.500, Alhamdulillah menguntungkan," ujar Saptono, Sabtu (14/2).
Ia mengisahkan, saat proses penanamannya, perawatan tanaman semangka bisa dikatakan memiliki tantangan tersendiri. Akan tetapi, masa tanam hingga panen yang hanya memakan waktu 2 sampai 3 bulan tentu memberikan keuntungan pagi petani.
"(Masa tanam) 2 bulan sudah mulai panen. Untuk perawatannya karena kemarin cuaca agak ekstrem, agak susah, Alhamdulillah berkat kerja kita, berkat doa-doa beliau-beliau, Alhamdulillah, banyak berhasil," sebutnya.
Dirinya mengakui, hasil panen ini membuatnya berencana untuk menambah luasan area penanaman semangka di waktu yang akan datang. "Insya Allah nambah lagi, Insya Allah," tuturnya.
Rahman salah satu pedagang aneka buah, mengaku memilih membeli langsung semangka dari petani dari Lubuk Besar karena memiliki kualitas unggul. "Tidak kalah (kualitasnya). Untuk kualitas Bangka nomor satu kalau untuk di induk Jakarta," katanya.
Dirinya langsung membeli semangka yang ditanam Saptono sebanyak 2 ton dengan datang langsung ke kebun masyarakat. "Ini (ambil) sekitar 2 ton. Harga variasi lah, kadang Rp7.000 atau Rp7.500," jelasnya.
Menurutnya, nantinya buah ini akan kembali dipasarkannya ke sejumlah daerah di Pulau Bangka. "Kalau saya ngisi-ngisi lapak di Pangkalpinang, isi lapak-lapak penjual buah. Sebagian ada yang kawan itu ngirim ke luar," pungkasnya. (w4)