Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Warga Tanjung Agung–Tanjung Jaya, Kota Bengkulu, menanti rumah pompa air yang tengah dibangun di kawasan rawan genangan segera beroperasi.
Berdasarkan pantauan wartawan TribunBengkulu.com pada Minggu (15/2/2026), pembangunan rumah pompa air tersebut sudah nyaris rampung, meskipun sejumlah pekerjaan finishing masih berlangsung.
Beberapa bagian bangunan telah berdiri, sementara aktivitas pengecatan dan pembersihan area kerja masih dilakukan oleh para pekerja.
Meski belum berfungsi penuh, warga mulai merasakan perubahan kecil pada kondisi lingkungan, terutama pada akses jalan yang dinilai lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Kata Warga
Nurhayani, warga setempat, mengatakan wilayah tersebut sejak lama dikenal sebagai titik rawan banjir karena berada dekat pusat aliran air.
Menurutnya, genangan hampir selalu terjadi setiap kali hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
"Kalau dulu memang sering banjir. Dari dulu jalan ini kalau hujan pasti tergenang karena dekat pusat air," ungkap Nurhayani.
Ia menyebut kondisi saat ini memang terasa sedikit lebih baik, namun belum bisa disebut sepenuhnya bebas dari genangan.
Hal itu karena rumah pompa air masih dalam proses pengerjaan dan belum difungsikan secara maksimal.
"Sekarang alhamdulillah sudah agak mendingan, tapi banjir masih bisa terjadi. Kita masih menunggu nanti setelah pompanya benar-benar berjalan," imbuhnya.
Selain perubahan pada kondisi lingkungan, Nurhayani juga melihat adanya dampak lain dari pembangunan rumah pompa tersebut.
Sejumlah warga yang sebelumnya menganggur disebut mendapat kesempatan bekerja selama proyek berlangsung, sehingga aktivitas ekonomi kecil di sekitar lokasi ikut bergerak.
“Yang jelas ada warga yang dapat pekerjaan. Warung juga jadi lebih ramai karena ada pekerja proyek,” tambahnya.
Progress 99 Persen
Berdasarkan informasi yang dihimpun, progres fisik pembangunan rumah pompa air per awal Februari 2026 telah mencapai lebih dari 99 persen.
Sejumlah pekerjaan yang masih berlangsung meliputi pengecatan pagar dan bangunan, pembersihan lumpur, serta perapian area kerja.
Meski secara teknis pintu air di beberapa titik disebut sudah dapat difungsikan, operasional rumah pompa secara penuh masih menunggu penyelesaian tahap akhir.
"Harapannya ya setelah proyek rampung dan fasilitas mulai beroperasi, persoalan banjir yang selama ini menjadi masalah tahunan dapat berkurang dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu saat hujan turun," tukasnya.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini