Menjijikkan, Pria Ini Mandi Muntahan di Pesawat
GH News February 15, 2026 11:10 PM
Melbourne -

Seorang penumpang Qantas harus mengalami hari yang melelahkan sepanjang penerbangan. Penumpang sebelahnya muntah, ia basah kuyup seakan terendam.

Richard, penumpang penerbangan QF155 dengan rute Melbourne ke Auckland pada 28 Januari. Selama proses boarding, ia menyadari bahwa penumpang di sebelahnya tampak tidak sehat, seperti dikutip dari Minggu (15/2/2026).

Firasat Richard tak meleset. Tak lama, penumpang di sebelahnya muntah hebat.

"Muntahan itu mengenai layar TV di belakang kursi di depan dengan sangat keras, sampai terciprat," kata Richard.

Penumpang yang muntah ini mencoba menahan muntahnya dengan hoodie, namun muntahan itu menetes ke kursi di sampingnya. Richard berkata bahwa seluruh baris kursi terkontaminasi.

"Muntahan itu mengenai jaket saya, lalu celana pendek saya lalu menetes ke lantai dan kemudian menetes ke kursi saya sehingga kursi saya basah, sabuk pengaman saya basah," lanjutnya.

Ia kecewa terhadap awak kabin, menurut Richard mereka seharusnya dapat menilai apakah penumpang diperbolehkan untuk terbang atau tidak.

"Mereka memiliki kesempatan untuk mencegah orang ini naik pesawat, termasuk ketika ia secara khusus meminta kantong muntah. Saya rasa sudah jelas sekali bahwa pria itu tidak sehat," jelasnya.

Dalam tanggapan awalnya terhadap keluhan Richard, Qantas meminta maaf dan mengakui bahwa meskipun penumpang di sebelahnya menunjukkan tanda-tanda sakit yang jelas selama proses boarding, tidak ada penilaian kelayakan terbang dan tidak ada tindakan pencegahan yang diambil.

Setelah insiden muntah, Richard mengatakan awak kabin memberikan tisu basah tetapi menginstruksikan dia untuk tetap duduk dan mengenakan sabuk pengaman. Penumpang yang sakit dipindahkan ke kursi lain di bagian depan kabin, sebuah keputusan yang menurutnya keliru.

"Keputusan itu adalah membuat saya berendam dalam cairan tubuh pria ini," jawabnya.

Richard mengatakan bahwa dari sudut pandang penyakit menular atau penahanan bahaya biologis, akan lebih tepat untuk memindahkan dia dan wanita di sisi jendela ke zona aman, bukan malah memindahkan pria itu.

"Saya rasa Anda tidak perlu latar belakang medis untuk mengetahui bahwa muntahan seseorang bukanlah ancaman bagi dirinya sendiri, tetapi merupakan ancaman bagi orang lain," katanya.

Richard mengatakan bahwa ia mulai merasa tidak enak badan karena bau tersebut. Ia kemudian pindah ke bagian belakang pesawat. Pada akhirnya, ia memilih untuk membuang jaketnya yang basah kuyup oleh muntahan dan kembali ke gerbang keberangkatan. Ia melakukan perjalanan ke Auckland keesokan harinya.

Ia mengatakan bahwa seluruh kejadian itu membuatnya merasa sakit dan muak.

Bonauli
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.