Laporan Wartawan Tribun Gayo Romadani | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON - Sejumlah Pertashop di Kabupaten Aceh Tengah hingga Bener Meriah tampak sering tutup akibat keterbatasan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Masyarakat pedesaan mengeluhkan hal tersebut karena selama ini sangat bergantung pada Pertashop untuk memenuhi kebutuhan BBM sehari-hari.
Pantauan TribunGayo.com, Minggu (15/2/2026) banyak Pertashop di Aceh Tengah terlihat tertutup dengan papan pengumuman bertuliskan “Maaf BBM Habis” atau “BBM Sedang Dalam Perjalanan”.
Salah satu warga, Hairi Anwar menyampaikan, Pertashop menjadi solusi akses BBM bagi warga pedalaman justru tidak beroperasi dalam waktu lama.
Kelangkaan BBM di Pertashop ini terjadi seiring bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh Tengah pada akhir November 2025.
Saat itu, akses jalan menuju sejumlah wilayah sempat terganggu selama kurang lebih dua pekan.
Namun, meskipun kondisi jalan kini telah kembali normal, pasokan BBM ke Pertashop hingga saat ini belum juga pulih.
“Sejak bencana itu, BBM di Pertashop tidak pernah benar-benar normal. Kadang buka sebentar, lalu tutup lagi karena habis,” ujar Anwar.
Di Aceh Tengah sendiri terdapat sekitar 19 Pertashop yang tersebar di 14 kecamatan, bahkan hingga ke permukiman warga pedalaman.
Keberadaan Pertashop sangat vital karena jarak ke SPBU cukup jauh dan membutuhkan biaya serta waktu tempuh yang tidak sedikit.
Akibat sering tutupnya Pertashop, masyarakat terpaksa membeli BBM eceran dengan harga jauh lebih mahal.
Selain harga yang tinggi, takaran BBM eceran juga dinilai belum tentu terjamin.
“Kalau tidak beli eceran, kendaraan tidak bisa dipakai. Tapi harganya mahal dan kita tidak tahu pasti takarannya,” keluh warga lainnya.
Warga lainnya di Takengon, Ahmad menerangkan saat menjelang arus mudik Ramadan akktivitas masyarakat meningkat, sementara antrean di SPBU kerap mengular panjang.
"Banyak warga berharap bisa mengisi BBM di Pertashop terdekat, namun setelah sampai di lokasi, BBM justru sudah habis," jelasnya.
TribunGayo.com melakukan upaya konfirmasi kepada pihak Pertamina maupun pihak angkutan BBM terkait persoalan pasokan tersebut.
Baca juga: Lubang Raksasa di Pondok Balik Aceh Tengah: Warga Sebut Meluas hingga Lima Meter Setiap Longsor
Baca juga: Harga Daging Sapi di Aceh Tengah Tembus Rp 180 Ribu/Kg Jelang Meugang Ramadan
Baca juga: Curi Kabel PLN di Aceh Tengah, Polisi Ringkus Tersangka Asal Aceh Tenggara dan Subulussalam