TRIBUNJOGJA.COM - Sahur adalah waktu makan yang sangat penting, terutama bagi penderita maag.
Menu sahur yang tepat dapat membantu menjaga kondisi lambung tetap stabil selama berpuasa.
Pemilihan makanan yang salah bisa memicu gejala seperti perih, mual, kembung, hingga asam lambung naik saat siang hari.
Banyak orang masih menganggap semua makanan aman dikonsumsi saat sahur.
Padahal, lambung penderita maag cenderung lebih sensitif, apalagi setelah berjam-jam kosong saat tidur.
Karena itu, penting untuk mengetahui makanan apa saja yang sebaiknya dihindari agar puasa tetap nyaman dan lancar.
Baca juga: 5 Keutamaan Sahur Bagi Spiritual, Waktu yang Penuh Keberkahan
Berikut ini 10 makanan yang harus dihindari saat sahur bagi penderita maag.
Makanan pedas memang bisa menambah selera makan saat sahur.
Namun bagi penderita maag, cabai dan bumbu pedas dapat mengiritasi dinding lambung.
Akibatnya, produksi asam lambung bisa meningkat dan memicu rasa perih.
Jika dikonsumsi saat sahur, efeknya bisa terasa sepanjang hari saat berpuasa.
Perut terasa panas, tidak nyaman, bahkan mual.
Sebaiknya kurangi sambal atau bumbu pedas dan pilih rasa yang lebih ringan.
Gorengan seperti bakwan, tempe goreng, atau ayam goreng tepung memang praktis untuk sahur.
Namun makanan tinggi lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh lambung.
Pada penderita maag, kondisi ini bisa menyebabkan perut begah, penuh, dan asam lambung mudah naik.
Selain itu, makanan berminyak juga bisa memperlambat pengosongan lambung.
Lebih baik pilih makanan yang direbus, dikukus, atau ditumis ringan.
Makanan atau buah yang terlalu asam seperti jeruk, cuka, atau tomat berlebihan dapat memicu peningkatan asam lambung.
Saat sahur, kondisi lambung yang masih sensitif membuat efek asam lebih mudah terasa.
Bagi penderita maag, sebaiknya batasi makanan asam saat sahur.
Pilih buah yang lebih ramah di lambung seperti pisang matang, pepaya, atau melon.
Banyak orang minum kopi saat sahur untuk mengusir kantuk.
Kafein dalam kopi dapat merangsang produksi asam lambung dan memperparah gejala maag.
Selain itu, kopi juga bisa membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan saat puasa.
Bagi penderita maag, sebaiknya hindari kopi saat sahur dan pilih air hangat atau teh herbal tanpa kafein.
Baca juga: Menu Masak Buka Puasa dan Sahur Hari Ini: Ada Resep Sup Salmon
Minuman bersoda mengandung gas yang bisa membuat perut kembung.
Pada penderita maag, tekanan gas di lambung dapat memicu refluks atau naiknya asam lambung ke kerongkongan.
Akibatnya, muncul rasa panas di dada (heartburn) dan tidak nyaman selama puasa.
Untuk sahur, air putih hangat jauh lebih aman dan membantu pencernaan.
Tidak banyak yang sadar bahwa cokelat bisa memicu gejala maag.
Kandungan lemak dan kafein dalam cokelat dapat membuat katup lambung lebih rileks sehingga asam lambung mudah naik.
Jika dikonsumsi saat sahur, cokelat berisiko menyebabkan perut tidak nyaman saat siang hari.
Bila ingin makanan manis, kurma atau buah manis alami bisa menjadi pilihan yang lebih aman.
Mi instan sering jadi menu andalan saat sahur karena praktis.
Namun, makanan instan umumnya tinggi natrium, MSG, dan bahan pengawet yang bisa mengiritasi lambung.
Selain itu, makanan ini juga membuat cepat haus saat puasa.
Untuk penderita maag, lebih baik memilih makanan rumahan yang segar dan dimasak sederhana.
Baca juga: Jangan Dilewatkan, Ini Keutamaan Sahur bagi Kesehatan
Susu full cream, keju berlemak tinggi, dan krim dapat memperlambat proses pengosongan lambung.
Pada sebagian penderita maag, hal ini bisa menimbulkan mual dan rasa penuh di perut.
Jika ingin minum susu saat sahur, pilih susu rendah lemak dan konsumsi dalam jumlah wajar sambil melihat reaksi tubuh.
Kue manis, sirup pekat, atau minuman dengan gula tinggi sebaiknya dibatasi saat sahur.
Konsumsi gula berlebihan dapat memicu produksi asam lambung pada beberapa orang.
Selain itu, makanan terlalu manis bisa membuat energi cepat naik lalu turun, sehingga tubuh mudah lemas saat puasa.
Pilih karbohidrat kompleks seperti nasi, oatmeal, atau roti gandum agar kenyang lebih lama.
Menu bersantan seperti gulai, opor, atau rendang memang menggugah selera.
Namun santan kental mengandung lemak tinggi yang cukup berat untuk dicerna.
Bagi penderita maag, makanan ini bisa memicu perut begah dan asam lambung naik.
Jika ingin tetap makan santan, gunakan santan encer dan jangan berlebihan.
Baca juga: 7 Menu Sahur Praktis yang Bikin Kenyang Seharian saat Puasa
Agar puasa tetap nyaman, penderita maag bisa menerapkan beberapa tips sederhana seperti sahur saat mendekati waktu imsak,
makan dengan porsi cukup, tidak berlebihan, kunyah makanan secara perlahan, hindari langsung tidur setelah sahur,
perbanyak minum air putih, dan pilih makanan lembut dan mudah dicerna
Dengan menghindari makanan pemicu dan memilih menu yang ramah lambung, penderita maag tetap bisa menjalani puasa dengan nyaman.
Kenali juga makanan yang paling sensitif bagi tubuh, karena setiap orang bisa memiliki reaksi yang berbeda.
(MG Shabrina Andini)