Sosok Pria Garut yang Hina Tuhan di TikTok, Dikenal Sebagai Satpam Perkebunan dan Tempramen
Kemal Setia Permana February 16, 2026 12:11 AM

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Pria Garut berinisial HS (46) kini harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran unggahannya di media sosial yang diduga menistakan agama.

Ia merupakan warga Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Unggahannya di akun Tiktok @hkobar.beke yang menghina Tuhan memantik kegeraman warganet, hingga berujung laporan ke pihak berwajib.

HS resmi dilaporkan ke Polres Garut oleh masyarakat Pamulihan atas tindak pidana penistaan terhadap agama.

Sosok HS ini juga diungkap oleh salahsatu tetangganya, AA (30). Menurut AA, HS diketahui merupakan satpam di perkebunan PTPN di wilayah Pamulihan.

"Iya satpam penjaga perkebunan, orangnya memang tempramen jika ada masalah dengan orang lain," ujar AA kepada Tribunjabar.id, Minggu (15/2/2026).

Baca juga: Pria Asal Pakenjeng Garut Dipolisikan Setelah Viral Diduga Menistakan Agama di Medsos

AA tak menyangka HS akan seberani itu dengan mengunggah video yang diduga menghina Tuhan di media sosial.

HS juga sebelumnya kerap mengunggah video dengan berbagai narasi bernada kemarahan.

"Macam-macam dari mulai gubernur hingga siapapun dia marahi itu di Tiktoknya," ungkapnya.

Mediasi dengan Forkompimcam 

Soal dugaan penistaan agama, HS pernah melakukan mediasi dengan sejumlah toko masyarakat dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Pamulihan.

Namun karena hasilnya buntu, warga lebih memilih melaporkan peristiwa tersebut ke polisi.

Salahsatu perwakilan masyarakat Pamulihan, Ede Sukmana mengatakan bahwa dalam mediasi itu, HS menyebut bahwa dirinya sedang berdebat dengan seseorang di media sosial.

"Alasan mengunggah video yang mengandung penistaan terhadap agama itu katanya dia mengaku sedang debat sama orang lain," ujarnya.

Ia khawatir terdapat polemik yang lebih besar lagi dari masyarakat sehingga menimbulkan aksi main hakim sendiri terhadap HS.

Baca juga: Kabar Baik Jelang Laga Kontra Ratchabury, Pemain Kunci Persib Siap Tambah Kekuatan TIm

"Maka saya laporkan langsung k Polres Garut, biar nanti jelas dan kenapa dia sampai begitu," ungkapnya.

Ede menjelaskan, melalui laporan polisi tersebut pihaknya berharap proses hukum dalam kasus itu dapat berjalan secara jelas dan transparan.

Menurutnya, apabila diproses secara hukum, maka akan terungkap maksud dan tujuan terduga pelaku, termasuk alasan di balik dugaan penghinaan terhadap Tuhan yang disampaikan di media sosial.

"Jadi kan nanti jelas, apakah yang bersangkutan memiliki kelainan mental atau kenapa, nanti pihak yang berwajib yang bisa menerangkannya," ungkapnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.