POS-KUPANG.COM, YAHUKIMO - Satgas Operasi Damai Cartenz kini menerjunkan 29 personel untuk mengamankan Bandara Koroway Batu pasca penyerangan yang diduga oleh Kelompok Kriminal Bersenjata Papua atau KKB.
Selama ini, bandara perintis yang terletak di Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan itu tidak memiliki pengamanan tetap.
Adapun insiden penembakan pesawat Smart Air telah menewaskan kedua pilotnya.
Pengamanan ini pun ditujukan untuk menjaga pesawat yang menjadi sasaran tembak, yang kini masih berada di lokasi, sambil menunggu teknisi maskapai.
Langkah pengamanan ini dilakukan secara tentatif sesuai perkembangan situasi.
Sementara itu, upaya penyisiran telah dilakukan aparat, dan belum ditemukan keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di sekitar lokasi.
"Hingga saat ini kami masih melakukan pengejaran. Berdasarkan investigasi awal, pelaku diduga melarikan diri ke arah Yahukimo, karena posisi bandara berbatasan langsung dengan wilayah tersebut."
Demikian penegasan yang disampaikan Kasatgas Humas ODC Kombes Pol. Yusuf Sutejo, dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026) malam.
Langkah pengamanan diambil untuk memastikan jalur transportasi udara perintis yang menjadi akses vital distribusi logistik dan mobilitas warga pedalaman dapat kembali berjalan aman.
Satgas ODC bersama Polres Boven Digoel sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penembakan pesawat Smart Air PK SNR. Hasilnya, ditemukan 13 lubang bekas proyektil pada badan pesawat.
"Dari hasil olah TKP, keterangan saksi dan barang bukti yang ditemukan di lokasi, kami menyimpulkan terdapat 13 lubang bekas proyektil pada badan pesawat," ujar Yusuf.
Ia menjelaskan, peristiwa terjadi saat pesawat mendarat di Bandara Koroway Batu, dan bergerak menuju apron setelah menurunkan penumpang dari Tanah Merah.
Pada saat bersamaan, penumpang yang hendak melanjutkan penerbangan menuju Dekai, Yahukimo, bersiap naik.
Sekitar 20 orang pelaku tiba-tiba menyerang menggunakan senjata api dan senjata tajam.
Penumpang yang telah turun maupun yang akan berangkat panik dan berlarian menyelamatkan diri.
Dalam situasi tersebut, pilot dan kopilot dikejar hingga akhirnya ditembak di dekat landas pacu.
"Kesaksian kami peroleh dari para penumpang yang selamat. Mereka berada di sekitar bandara saat kejadian dan melihat langsung peristiwa tersebut," kata Yusuf. (*)