TRIBUN-MEDAN.COM, BATANGTORU - Beginilah penampakan air sisa proses produksi PT Agincourt Resources (AR) di Sungai Batangtoru.
Dalam pelaksanaannya, PT AR melibatkan tim terpadu saat proses pembuangan hingga pengambilan sampel air sisa proses di Sungai Batangtoru.
Tim terpadu terdiri dari dua divisi.
Tim pertama melakukan pengambilan sampel air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tambang Emas Martabe dan tim kedua berada di aliran Sungai Batangtoru.
PTAR memiliki IPA yang disebut water polishing plant (WPP).
Di tempat ini air diolah dulu sebelum dirilis ke lingkungan dengan menggunakan pipa sepanjang 6,6 km sampai ke sungai Batangtoru.
Dari pipa inilah keluar air sisa proses PT AR yang dialirkan ke Sungai Batangtoru.
Air ini berwarna bening, yang jika sudah dialirkan, terlihat beda jelas dengan warna air Sungai Batangtoru yang lebih kecoklatan.
Superintendent Environmental Monitoring PT AR Bayu Ariyanto mengatakan Tim terpadu melakukan sampling setiap bulan yang dihadiri oleh masyarakat, perwakilan dari masyarakat di lingkar tambang, juga keterlibatan dari keterlibatan daerah.
Jika sudah selesai mengambil sampel, air ini akan dibawa ke PT Intertek Utama Services yang memiliki laboratorium independen, di Jakarta.
Kemudian dibacakan, dievaluasi oleh tim ahli. Tim ahli melibatkan dari akademisi, baik dari USU ataupun dari Kabupaten.
Berani minum?
Muhamman Nur Pardede, anggota Tim Terpadu dari warga Batangtoru mengaku, berperan mengamati langsung pengambilan sampel air sisa proses yang dilakukan PT AR di sungai.
Ditanya, apakah berani meminum air sisa proses limbang yang dibuang PT AR ke Sungai Batangtoru, Pardede menolak.
"Ngapain kita mau minum itu," ujarnya.
Koordinator Divisi Sampling dari Pegawai Dinas Lingkungan Hidup Herman Siregar yang ikut dalam kegiatan ini, mengaku rutin mendampingi proses pengambilan sampel yang dilakukan Tim Terpadu di Sungai Batangtoru.
(ase/ tribun-medan.com)