TRIBUNNEWS.COM, ACEH TAMIANG – Aroma daging rebus dan semangat kebersamaan menyeruak di Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Minggu (15/2/2026).
Di tengah upaya warga bangkit dari sisa-sisa banjir besar akhir tahun lalu, tradisi Meugang—momen sakral menyambut Ramadan bagi masyarakat Aceh—terasa jauh lebih bermakna tahun ini.
Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf, kembali menapakkan kakinya di Bumi Muda Sedia.
Kehadirannya bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan wujud solidaritas nyata untuk membersamai para penyintas yang masih berjuang menata hidup pascabencana.
Ini adalah kali kedua Almuzzammil turun langsung ke Aceh Tamiang.
Sebelumnya, pada Desember 2025, ia bahkan sempat menginap bersama para pengungsi untuk merasakan langsung dinginnya malam di tenda darurat.
"Kami berkomitmen untuk terus hadir. Bukan hanya di Aceh, tapi juga di wilayah lain seperti Sumatra Utara dan Sumatra Barat yang mengalami musibah serupa. Seluruh pejabat publik PKS telah kami instruksikan untuk memberikan kontribusi maksimal agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga," tegas Almuzzammil di sela-sela kegiatan.
Baca juga: Mendagri Ungkap 11 Kabupaten/Kota Masih Perlu Atensi Khusus Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Secara simbolis, sebanyak 684 paket bantuan diserahkan kepada warga terdampak.
Meski kondisi ekonomi belum sepenuhnya stabil akibat gagal panen atau kerusakan rumah, Almuzzammil menekankan pentingnya menjaga nilai budaya Meugang sebagai simbol ketangguhan mental masyarakat Aceh.
"Walaupun kondisi belum sepenuhnya pulih, nilai-nilai budaya seperti makan daging bersama menjelang Ramadan harus tetap dijaga. Itulah alasan kami hadir di sini, untuk memastikan warga tidak merasa sendirian dalam merayakan tradisi ini," tambahnya.
Ketua DPW PKS Aceh, Ismunandar, menambahkan bahwa kehadiran pimpinan tertinggi partainya merupakan suntikan moral bagi warga.
Ia berharap, meski dalam keterbatasan, masyarakat Aceh Tamiang tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan khidmat.
"Kami ingin memperkuat semangat gotong royong. Semoga saudara-saudara kita yang menjadi korban banjir tetap bisa berpuasa dengan penuh suka cita sebagaimana tahun-tahun sebelumnya," ujar Ismunandar.
Tradisi Meugang memang bukan sekadar urusan makan daging.
Ia adalah warisan turun-temurun yang mengajarkan tentang kasih sayang dan berbagi.
Di tangan para penyintas banjir Aceh Tamiang hari ini, sepotong daging Meugang adalah simbol harapan bahwa masa sulit akan segera berlalu, berganti dengan keberkahan bulan suci.