TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya kejadian gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (16/2/2026).
Berdasarkan data BMKG, gempa dengan kekuatan magnitudo 2,1 mengguncang wilayah Kabupaten Agam.
Dengan magnitudo 2.1, gempa ini tergolong sangat kecil. Umumnya, jarang dirasakan oleh manusia kecuali dalam kondisi sangat tenang di dekat pusat gempa.
Gempa tersebut terjadi pukul 04.39 WIB, terjadi pada koordinat 0.27 LS - 99.68 BT atau 39 km barat Agam, Sumbar.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Senin 16 Februari 2026, Agam dan Tanah Datar Siaga Hujan Lebat
Untuk pusat gempa berada pada kedalaman 87 km BMKG.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Warga juga diminta untuk selalu memantau informasi resmi melalui kanal BMKG guna mendapatkan pembaruan terbaru terkait aktivitas kegempaan.
Dalam kejadian gempa selalu diikuti dengan skala MMI.
Skala MMI (Modified mercalli Intensity) adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa.
Skala MMI dibagi menjadi 12 berdasarkan informasi korban selamat dan kerusakan yang terjadi akibat gempa bumi tersebut.
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.
Baca juga: Malam Tahun Baru di Padang Bakal Diguyur Hujan, BMKG Ingatkan Warga Waspada
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.
Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.
Baca juga: BMKG Catat Dua Kejadian Gempa Guncang Kabupaten Agam Malam Ini
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.
Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.
Baca juga: Kabupaten Agam Alami Gempa Bumi, Banjir Bandang dan Longsor dalam Sehari
VII MMI
Semua orang di rumah keluar.
Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.
Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.
Dan, getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.
Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.
Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
Baca juga: Gempa Susulan Kembali Guncang Agam pada Minggu Pagi, BMKG: Magnitudo 3,2 dan 2,9
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.
Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.
Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.(*)