Kelakar Gus Yahya saat Pembukaan Konferwil XV: Ketua PWNU Aceh Biar Lem Faisal Lagi Saja
Ansari Hasyim February 16, 2026 09:03 AM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia | Sara Masroni

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, berkelakar agar Tgk H Faisal Ali atau Lem Faisal kembali melanjutkan kepemimpinan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh.

Hal itu disampaikannya saat membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) XV PWNU Aceh yang mengusung tema “Melalui Konferwil NU Aceh ke-XV Membangun Kesadaran Ekologis Umat” di Aula Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Lampeuneurut, Aceh Besar, Minggu (15/2/2026) malam.

“Lem Faisal lagi saja sudah, cari yang lain lagi seperti Lem Faisal, repot,” ucap Gus Yahya yang disambut tawa para peserta Konferwil.

Ketua Umum PBNU itu juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus PWNU Aceh, terutama dalam lima tahun terakhir masa kepemimpinan Tgk H Nuruzzahri Yahya (Waled Nu) sebagai Rais Syuriyah dan Tgk H Faisal Ali sebagai Ketua Tanfidziyah.

“Suasana sangat sejuk bagi warga Nahdlatul Ulama Aceh. Keberadaan ulama juga sangat diapresiasi oleh masyarakat, terbukti para ulama mendapat kehormatan memimpin lembaga-lembaga yang luas di Aceh,” ujar Gus Yahya.

Pimpinan salah satu organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia itu juga menitipkan pesan agar PWNU Aceh dapat berkontribusi lebih besar dalam pemulihan pascabencana.

“Bagaimana mengikhtiarkan kontribusi NU, lebih jauh lagi yakni membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap ekologis sebagaimana tema Konferwil kali ini,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali atau Lem Faisal yang juga dikenal sebagai Abu Sibreh, menyampaikan terdapat dua poin penting dalam Konferwil XV ini, yakni pelaksanaan bahtsul masail (musyawarah ilmiah).

“Pertama, tema pemanfaatan kayu atau barang-barang yang dibawa banjir bandang. Kedua, bagaimana ekologis dalam prinsip keislaman. Kedua tema ini beririsan dengan banjir yang terjadi,” ujar Lem Faisal.

Ia mengatakan, hasil pembahasan tersebut nantinya akan menjadi pegangan bagi masyarakat dalam menyikapi persoalan yang ada sesuai dengan hukum agama.

“Masyarakat muslim tidak mau melakukan apa pun yang tidak sejalan dengan agama kita. Jadi hasil bahtsul masail ini menjadi pegangan bagi siapa pun yang terlibat,” pungkasnya.

Diketahui, Konferwil XV PWNU Aceh akan berlangsung hingga 18 Februari 2026. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Waled Nu, Kakanwil Kemenag Aceh Azhari, Anggota DPR RI TA Khalid, Senator DPD RI asal Aceh Tgk Ahmada, serta Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Zahrol Fajri.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.