3 Berita Populer Sumbar: Warga dan Petugas BKSDA Diserang Beruang, Razia Miras Jelang Ramadan
Rezi Azwar February 16, 2026 09:27 AM

Seekor satwa liar jenis beruang dilaporkan menyerang warga dan petugas BKSDA Sumbar.

Akibat serangan satwa liar ini, membuat sebanyak tiga orang warga dan satu orang petugas BKSDA mengalami luka.

Kemudian, petugas gabungan menggelar operasi cipta kondisi untuk menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban umum menjelang bulan suci Ramadan.

Baca juga: Gempa Magnitudo 2,1 Guncang Wilayah Barat Agam Sumbar Pagi Ini

Hasilnya, petugas menemukan adanya peredaran minuman beralkohol yang tidak sesuai dengan peraturan daerah setempat.

Dari hasil penggeledahan di lokasi tersebut, petugas menyita sedikitnya delapan botol bir hitam dan dua botol minuman anggur merah.

Selanjutnya, terkait kondisi akses lalu lintas di kawasan Lembah Anai yang padat merayap.

1. Petugas BKSDA Terluka Diserang Beruang Madu di Pasaman Barat, Total Korban Jadi Empat Orang

KEMUNCULAN BERUANG MADU – Petugas BKSDA Pasaman Barat menelusuri arah larinya beruang madu di kawasan Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat. Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo, menyebut tiga warga terluka akibat serangan beruang saat panen padi, Sabtu (14/2/2026). (TribunPadang.com)

Seorang petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pasaman Barat terluka akibat diserang beruang madu di Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Sebelumnya, pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, beruang madu tersebut lebih dulu menyerang tiga warga yang sedang panen padi di kawasan yang sama.

Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi TribunPadang.com.

Baca juga: Beruang Madu Serang Warga di Pasaman Barat, Tiga Orang Terluka Saat Panen Padi

Ia menjelaskan, setelah menyerang warga pada Sabtu pagi, beruang sempat melarikan diri ke arah bukit usai dikejar masyarakat.

Namun, pada Minggu siang hewan tersebut kembali muncul dan menyerang petugas BKSDA yang tengah melakukan penelusuran.

“Beruang madu ini dikejar masyarakat karena sudah sangat meresahkan. Tadi sekitar pukul 14.00 WIB kembali muncul dan menyerang satu orang petugas kami,” ujarnya.

Petugas yang diserang mengalami luka di bagian kaki kiri, tepat di atas pergelangan, dan harus mendapatkan lima jahitan.

Saat itu, petugas hendak membius beruang dengan tembakan, namun diserang secara mendadak.

Baca juga: Ayah dan Anak Diserang Beruang Madu di Suliki, BKSDA Larang Warga Beraktivitas Sendirian di Ladang

Edi menegaskan, total korban akibat serangan beruang madu tersebut kini berjumlah empat orang, terdiri dari tiga warga dan satu petugas BKSDA.

Adapun tiga warga yang sebelumnya terluka yakni Aidil Putra (20), warga Barulak; Sabri (65), warga Talu; dan Maijasman (63), warga Barulak.

Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan di RSUD Pasaman Barat serta Puskesmas Talu.

Edi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pengejaran karena berisiko tinggi jika berhadapan langsung dengan satwa liar tersebut.

Saat ini, petugas BKSDA bersama BKSDA Agam, Centre for Orangutan Protection (COP), wali nagari, dan masyarakat masih melakukan penelusuran untuk memastikan arah larinya beruang.

Situasi di lokasi dilaporkan mulai kondusif dengan meningkatnya kewaspadaan warga.

2. Jaga Kekhusyukan Ramadhan 2026, Petugas Gabungan di Dharmasraya Razia Minuman Beralkohol

RAZIA- Petugas gabungan menggelar operasi cipta kondisi di Kabupaten Dharmasraya, Sumbar, dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Jumat (13/2/2026).
RAZIA- Petugas gabungan menggelar operasi cipta kondisi di Kabupaten Dharmasraya, Sumbar, dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Jumat (13/2/2026). (Dokumentasi/Pemkab Dharmasraya)

Suasana tenang di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, mulai dipersiapkan menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Sebagai langkah awal menjaga ketenteraman masyarakat, aparat gabungan menggelar operasi cipta kondisi untuk menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban umum.

Operasi yang dilangsungkan pada Jumat (13/2/2026) malam tersebut melibatkan kolaborasi erat antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Dharmasraya dengan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Dharmasraya.

Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan ruang publik bersih dari aktivitas yang bertentangan dengan norma religi.

Baca juga: Jadwal SIM dan Samsat Keliling di Kota Padang Minggu 15 Februari 2026, Digelar 3 Titik

Langkah preventif ini dimulai dengan apel siaga yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Dharmasraya pada pukul 21.00 WIB.

Di bawah sorot lampu selasar kantor, puluhan personel dari kedua instansi tersebut menyimak arahan mengenai teknis pengamanan yang mengedepankan pendekatan persuasif.

Hadir dalam apel tersebut sejumlah pejabat daerah dan kepolisian, di antaranya Kabag Ops Polres Dharmasraya AKP Zamrinaldi, Kabag Ren AKP Rajulan, serta Kepala Badan Kesbangpol Dharmasraya Bobby P. Riza.

Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam mengawal stabilitas sosial.

Baca juga: Update Jalur Lembah Anai: Dibuka Dua Arah, Arus Lalu Lintas Pagi Ini Padat Merayap

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP dan Damkar Dharmasraya, Yunisman, yang turut memimpin jalannya operasi, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan respons atas aspirasi masyarakat yang menginginkan kenyamanan beribadah.

Ramadhan yang tinggal menghitung hari menuntut lingkungan yang kondusif. Seusai koordinasi di markas, tim gabungan bergerak menuju pusat keramaian di Kecamatan Pulau Punjung.

Patroli dilakukan secara dialogis, di mana petugas mendatangi satu per satu tempat usaha yang disinyalir masih menjual barang-barang yang dilarang atau beroperasi di luar batas kewajaran.

Dalam penyisiran tersebut, petugas tidak sekadar melakukan pemeriksaan, tetapi juga menjalin komunikasi dengan para pelaku usaha.

Baca juga: Cuaca 7 Kota di Sumbar Minggu 15 Februari 2026, Didominasi Hujan Ringan

Imbauan diberikan secara lisan agar seluruh elemen masyarakat turut serta menghormati kesucian bulan Ramadhan yang akan segera tiba.

Kendati mengutamakan dialog, ketegasan tetap ditunjukkan saat petugas menemukan pelanggaran nyata.

Di salah satu titik di wilayah Pulau Punjung, tim menemukan adanya peredaran minuman beralkohol yang tidak sesuai dengan peraturan daerah setempat.

Dari hasil penggeledahan di lokasi tersebut, petugas menyita sedikitnya delapan botol bir hitam dan dua botol minuman anggur merah.

Seluruh barang bukti tersebut langsung dibawa ke kantor Satpol PP untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku.

Yunisman menjelaskan bahwa tindakan penyitaan ini adalah bagian dari penegakan hukum yang terukur.

Pihaknya tidak ingin peredaran minuman keras menjadi pemicu tindak kriminalitas atau gangguan sosial lainnya saat umat Muslim menjalankan ibadah puasa.

"Kami berupaya melaksanakan tugas ini dengan cara yang humanis. Tujuan utamanya bukan semata-mata menghukum, melainkan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa ketertiban adalah tanggung jawab bersama," ujar Yunisman dilansir resmi, Minggu (15/2/2026).

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa patroli serupa akan terus ditingkatkan frekuensinya hingga hari raya Idul Fitri mendatang.

Hal ini dilakukan untuk menjamin tidak adanya celah bagi gangguan keamanan yang dapat merusak kekhusyukan masyarakat dalam beribadah.

Kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu dini hari pukul 01.30 WIB itu berjalan dengan lancar tanpa adanya gesekan fisik antara petugas dan warga.

Situasi di wilayah hukum Dharmasraya dilaporkan tetap terkendali dan kondusif pascaoperasi tersebut.

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya pun kembali mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tokoh agama hingga pemuda, untuk aktif berperan dalam menjaga kerukunan.(*)

3. Update Jalur Lembah Anai: Dibuka Dua Arah, Arus Lalu Lintas Pagi Ini Padat Merayap

ARUS LALU LINTAS- Petugas SatLantas Polres Padang Panjang saat mengatur arus lalu lintas di jalur Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, Minggu (15/2/2026) pagi. Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot sebut arus lalin sudah dibuka dua arah usai sempat diberlakukan buka tutup.
ARUS LALU LINTAS- Petugas SatLantas Polres Padang Panjang saat mengatur arus lalu lintas di jalur Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, Minggu (15/2/2026) pagi. Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot sebut arus lalin sudah dibuka dua arah usai sempat diberlakukan buka tutup. (Dokumentasi/Polres Padang Panjang)

Arus lalu lintas di kawasan Lembah Anai, Tanah Datar, sudah dapat dilalui kendaraan dari kedua arah setelah sebelumnya sempat mengalami gangguan akibat bencana longsor.

Diketahui, longsor sempat menghambat akses lalu lintas di daerah tersebut pada Sabtu (14/2/2026) malam. Bencana longsor terjadi setelah hujan lebat.

Intensitas hujan yang cukup tinggi dan berlangsung lama menyebabkan material tanah dari tebing di sekitar jalan runtuh dan menutupi sebagian badan jalan.

Pihak kepolisian sebelumnya memberlakukan sistem buka tutup untuk.

Baca juga: Cuaca 7 Kota di Sumbar Minggu 15 Februari 2026, Didominasi Hujan Ringan

Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, saat dikonfirmasi TribunPadang.com, pada Minggu (15/2/2026) pukul 08.15 WIB, arus lalu lintas sudah dibuka dua arah.

AKP Pifzen menyebutkan untuk kondisi lalu lintas Lembah Anai padat merayap walaupun kedua arah sudah bisa dilewati.

"Untuk kondisi arus lalu lintas pagi ini di Lembah Anai, padat merayap. Namun, untuk arus lalin, sudah dibuka dua arah," ungkapnya saat memberikan keterangan.

AKP Pifzen menjelaskan bahwa antrean kendaraan dari arah Padang menuju Bukittinggi yang melintasi jalur Lembah Anai sudah mencapai Malibo Anai.

Sementara itu, dari arah Bukittinggi atau Padang Panjang, ekor antrean terpantau berada di Simpang Padang Baru.

"Arus lalu lintas memang padat, tetapi lokasi bekas longsor sebelumnya sudah dipastikan aman untuk dilalui," tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunPadang.com, longsor terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut sejak sore hari tadi.

Intensitas hujan yang cukup tinggi dan berlangsung lama menyebabkan material tanah dari tebing di sekitar jalan runtuh dan menutupi sebagian badan jalan.

Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, membenarkan peristiwa tersebut.

Baca juga: Update Peringatan Dini Cuaca Sumbar, Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga 20.00 WIB

Ia menyampaikan bahwa longsor terjadi di KM 66 jalur Lembah Anai.

“Dapat kami laporkan pada hari ini, Sabtu, sekira pukul 19.00 WIB telah terjadi bencana tanah longsor di kawasan jalur Lembah Anai di KM 66,” ujar AKP Pifzen Finot saat dikonfirmasi TribunPadang.com.

Menurutnya, material longsor berupa tanah dan bebatuan menutup sebagian ruas jalan sehingga kendaraan tidak dapat melintas secara normal.

Untuk mengantisipasi kemacetan total sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan, pihak kepolisian memberlakukan sistem buka tutup arus lalu lintas.

“Akibat tanah longsor tersebut, arus lalu lintas terpaksa kita berlakukan sistem buka tutup,” jelasnya.

Ia menyebutkan, antrean kendaraan cukup panjang terjadi dari kedua arah, baik dari arah Kota Padang menuju Padang Panjang maupun sebaliknya.

Petugas kepolisian bersama instansi terkait masih berada di lokasi untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas.

Baca juga: Cegah Bencana Berulang, Pemprov Sumbar akan Bongkar Paksa Bangunan di Lembah Anai

Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk percepatan pembersihan material longsor agar akses jalan bisa kembali normal.

Finot mengimbau para pengendara yang melintasi jalur tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengendara agar selalu berhati-hati, mengurangi kecepatan kendaraan, serta mengutamakan keselamatan selama melintas di kawasan Lembah Anai,” ujarnya.

Jalur Lembah Anai sendiri dikenal sebagai salah satu titik rawan longsor, terutama saat musim hujan dengan curah hujan tinggi.

Pengendara diharapkan tetap memantau informasi terkini sebelum melakukan perjalanan melalui jalur tersebut.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.